Apa Akibatnya Pada Pria Jika Kadar Testosteronnya Rendah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Testosteron rendah biasanya terjadi pada pria saat mereka bertambah tua. Semakin lanjut usia Anda, semakin rendah pula testosteron Anda. Sekitar 20% orang di usia 60-an tahun memiliki testosteron rendah. Dan saat mereka di usia 70-an tahun, angka ini meningkat hingga 30% dan mencapai angka 50% di usia 80-an tahun.

Apa fungsi testosteron bagi pria?

Testosteron adalah hormon seks yang dihasilkan di testis pria. Fungsi testosteron adalah membantu pembentukan organ seksual saat bayi laki-laki mengalami masa pertumbuhan.

Saat pubertas, testosteron penting untuk perkembangan fisik dari laki-laki menjadi pria. Dengan testosteron, anak laki-laki bisa memiliki lebih banyak bulu di tubuhnya, otot, dan suara yang lebih dalam. Di kemudian hari dalam hidupnya, fungsi seksual pria juga dipengaruhi oleh testosteron.

Apa penyebab kadar testosteron menurun?

Saat usia bertambah, adalah hal normal bagi kadar testosteron Anda untuk menurun. Selain itu, ada penyebab lain yang bisa menyebabkan berkurangnya testosteron. Ini termasuk cedera pada testis, atau radiasi kemoterapi untuk mengobati kanker di area genital. Testosteron rendah juga bisa disebabkan oleh penyakit kelenjar di bawah otak, dan obat-obatan yang memengaruhi kelenjar ini, seperti steroid.

Apa dampaknya pada kehidupan seksual jika testosteron rendah?

Testosteron rendah bisa memberikan dampak yang besar dan penting pada kesehatan pria, terutama pada kehidupan seksualnya. Testosteron rendah bisa menyebabkan kesulitan ereksi, atau kesulitan mempertahankan ereksi. Ereksi mungkin menjadi kurang sering terjadi atau menjadi lebih lemah daripada sebelumnya. Libido dan frekuensi seks juga bisa berkurang akibat testosteron rendah, dan ini akan berdampak pada hubungan.

Masalah kesehatan lain akibat testosteron rendah

Tidak hanya kehidupan seksual, kondisi kesehatan juga bisa terkena dampak dari testosteron rendah. Ada beberapa gejala testosteron rendah yang harus diwaspadai:

  • kenaikan berat badan
  • kurang berenergi
  • meningkatnya lemak tubuh dan berkurangnya otot
  • depresi 
  • sulit berkonsentrasi

Kekurangan testosteron terkadang bisa memberikan dampak jangka panjang yang serius pada tubuh. Banyak orang dengan testosteron yang sangat rendah memiliki tulang yang lemah, yang bisa menyebabkan kondisi yang disebut osteoporosis. Dengan osteoporosis, Anda akan lebih berisiko terkena cedera. Selain itu, testosteron rendah dikaitkan dengan penyakit jantung dan penyakit lainnya.

Bagaimana cara mengobati testosteron rendah?

Anda bisa diresepkan terapi pengganti testosteron jika Anda menderita testosteron rendah. Kebanyakan pria dengan testosteron rendah akan diresepkan gel testosteron untuk digosokkan pada lengan atau bahunya. Metode lainnya adalah dengan menerima suntik di otot, atau Anda bisa menggunakan eye patch yang secara perlahan melepaskan testosteron ke dalam darah.

Anda juga bisa menggunakan pelet yang ditanam di bawah kulit. Jika Anda menderita kanker prostat, Anda tidak boleh menjalani terapi untuk menambah testosteron karena bisa meningkatkan pertumbuhan kanker.

Kapan pengobatan diperlukan

Saat mencapai usia 40-an tahun, Anda harus pergi ke dokter untuk diperiksa apakah testosteron Anda rendah. Selain itu, setiap gejala yang Anda curigai sebagai akibat testosteron rendah harus diwaspadai dan diobati sesegera mungkin.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Menjaga Tekanan Bola Mata Sebagai Langkah Pencegahan Glaukoma

Tekanan bola mata tinggi adalah penyebab penyakit glaukoma Apa saja langkah pencegahan tekanan bola mata tinggi agar tak kena glaukoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Tahukan Anda bahwa banyak kasus serangan jantung terjadi pada anak muda di bawah 40 tahun, dan 25% dari mereka meninggal dalam waktu kurang dari 15 tahun?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
tekanan darah normal berdasarkan usiaasarkan usia

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
sakit maag

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit