Bikin Kuku Lebih Cantik, Tapi Waspadai Juga Bahaya Keseringan Pakai Kuteks Gel

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Mewarnai kuku menjadi aktivitas favorit banyak wanita untuk mempercantik penampilannya. Salah satu tren kecantikan kuku yang sudah cukup lama populer adalah kutek gel alias nail gel. Hasilnya memang lebih awet dan warnanya lebih “menyala” daripada kutek kuku biasa. Lama pengerjaannya pun lebih singkat. Namun Anda tetap perlu mengetahui risikonya keseringan pakai kutek kuku gel bagi kesehatan kuku Anda. Apa saja? 

Bagaimana cara kerja kutek gel?

Daya tahan memang merupakan keunggulan utama dari kutek gel. Formula kutek gel memberikan hasil yang dapat bertahan sampai dua minggu atau lebih. Untuk mengeringkan kutek kuku khusus ini, diperlukan paparan sinar lampu ultraviolet (UV). Sinar UV berfungsi untuk melekatkan gel ke kuku sehingga kutek lebih kuat dan tidak mudah pecah. Kutek gel baru dapat dibersihkan dengan cara direndam dalam aseton selama 10-15 menit.

Kutek kuku yang terbuat dari gel membuat kuku menipis dan gampang rapuh

Dibalik keunggulannya, formula kutek gel dapat merusak kuku. Sebuah penelitian menunjukkan setelah diwarnai dengan kutek gel, kuku menjadi lebih tipis dan rapuh sehingga mudah patah.

Menurut American Academy of Dermatology, efek ini terjadi karena bahan kimia dalam kutek gel yang cukup kuat dan dikombinasikan dengan penggunaan aseton saat pembersihan kutek gel. Aseton sendiri dapat sangat membuat kuku kering dan mengiritasi kulit di sekitar kuku. Dalam beberapa kasus, aseton juga dapat menyebabkan reaksi alergi dermatitis kontak. Efek merusaknya pada kuku pun sama apabila kutek gel dilepaskan secara fisik, misalnya dikorek dengan tangan atau dikikis dengan penghalus kuku (buffer).

Lampu sinar UV yang digunakan pada proses pengeringan kutek kuku gel juga ikut berperan dalam merusak kuku Anda. Sinar UVA yang dipancarkan mesin tersebut memang tidak membakar kulit seperti sinar UVB, tetapi sinar UVA dapat merusak DNA dan kolagen kulit. Hal ini dapat memicu proses penuaan yang lebih cepat dan juga berisiko terhadap kanker kulit.

Pakai kuteks gel boleh, tapi jangan keseringan

Menurut dr. Adigun, dokter spesialis kulit dan asisten profesor dermatologi di salah satu Universitas kedokteran di New York, melakukan gel manicure sesekali tidak langsung membahayakan kesehatan kuku. Namun bukan berarti Anda lantas tidak peduli dengan risiko kesehatannya.

Jika Anda ingin tetap menghias kuku dengan nail gels warna-warni, jangan lupa untuk merawat kuku Anda. Berikut tips yang diberikan oleh dr. Adigun:

  • Biarkan kuku tumbuh kembali. Sebaiknya ‘liburkan’ kuku dari kutek apapun selama lebih dari dua minggu supaya mengurangi kerusakan kuku akibat bahan kimia atau trauma fisik.
  • Apabila melakukan gel manicure, oleskan dulu sunscreen (tabir surya) pada tangan atau kaki untuk mengurangi kerusakan kulit akibat paparan sinar UV.
  • Pastikan alat yang digunakan steril dan beri tahu teknisi manikur Anda untuk tidak mendorong atau memotong kutikula, karena hal ini dapat menyebabkan kuku rentan terinfeksi dan meradang.
  • Gunakan juga pelembab pada kuku, seperti petroleum jelly, untuk mengurangi kerusakan pada kuku.
  • Untuk mengurangi iritasi kulit, rendam hanya bagian kuku saja pada aseton saat menghapus kutek gel. Jangan pernah melepas kutek gel dengan mengorek secara paksa. Segera buat janji dengan manicurist untuk membersihkan kuku dari kutek gel.
  • Apabila Anda merasa ada perubahan yang tidak biasa pada kuku Anda, sebaiknya segera periksakan ke dokter kulit.
  • Sebaiknya gunakan kutek kuku biasa daripada kutek gel terutama apabila anda mengalami masalah kuku berulang.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca