Lebih Jelas Mengenai Karsinogen, Senyawa Penyebab Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Selama ini mungkin Anda pernah mendengar istilah karsinogen. Sering sekali orang bilang bahwa makanan tertentu mengandung karsinogen, sehingga Anda sebaiknya membatasi konsumsinya karena dapat menyebabkan kanker. Namun, apakah Anda mengetahui apa itu sebenarnya karsinogen?

Karsinogen tidak hanya terkandung dalam makanan saja, namun ternyata banyak hal-hal di sekitar kita yang mengandung karsinogen. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

Apa itu karsinogen?

Karsinogen adalah hal-hal yang dapat menyebabkan kanker, bisa dalam bentuk zat kimia, virus, atau bahkan obat-obatan dan radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker itu sendiri. Intinya, hal-hal yang langsung menyebabkan kanker dapat disebut dengan karsinogen. Pada umumnya, kanker disebabkan oleh karsinogen atau kombinasi dari karsinogen itu sendiri.

Karsinogen dapat bekerja dalam banyak cara, yaitu langsung merusak DNA dalam sel sehingga menyebabkan kelainan pada sel normal, dan cara lainnya yaitu dengan menyebabkan kerusakan sel yang menyebabkan sel-sel membelah lebih cepat, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan berkembangnya penyakit kanker.

Apa saja contoh-contoh karsinogen?

Karsinogen telah diklasifikasikan menjadi 3 kelompok oleh The International Agency for Research on Cancer. Klasifikasi tersebut terdiri dari agen dan kelompok agen, campuran, dan paparan lingkungan.

Agen dan kelompok agen

Contohnya adalah:

  • Aflatoksin, secara alami dihasilkan oleh jamur tertentu
  • Senyawa arsenik
  • Asbestos
  • Bensol
  • Benzidine
  • Senyawa nikel
  • Radiasi matahari
  • Bedak yang mengandung serat asbestiform
  • Vinil klorida, dan lainnya.

Campuran

Contohnya adalah:

  • Minuman beralkohol
  • Campuran analgesik yang mengandung phenacetin
  • Produk tembakau
  • Asap tembakau
  • Serbuk kayu, dan lainnya.

Paparan lingkungan

Contohnya seperti:

  • Produksi aluminium
  • Pembuatan atau perbaikan sepatu dan boot
  • Pengolahan batu bara dengan coal gasification
  • Produksi coke
  • Pembuatan furniture
  • Pembentukan besi dan baja
  • Industri karet
  • Paparan asam sulfat di lingkungan kerja, dan lainnya.

Pada intinya, karsinogen ini dapat ditemukan pada bahan kimia yang ada di lingkungan sekitar Anda, radiasi lingkungan (seperti dari cahaya matahari), radiasi dari peralatan medis, virus, obat-obatan, dan faktor gaya hidup.

Karsinogen-karsinogen ini tidak pasti dapat menyebabkan kanker pada semua orang yang terpaparnya. Kemampuan karsinogen dalam menyebabkan kanker antar individu berbeda-beda, tergantung dari jumlah paparan, lamanya paparan, kesehatan individu yang terpapar, dan faktor lainnya. Kerentanan tiap orang yang terpapar karsinogen dalam menyebabkan kanker juga tergantung dari faktor keturunan. Faktor keturunan memainkan peranan penting sebagai penyebab kanker. Dalam banyak kasus, kejadian kanker disebabkan karena banyak faktor yang bekerja sama.

Karsinogen pada makanan

Hati-hati, makanan tertentu yang biasa Anda makan bisa jadi juga mengandung senyawa karsinogen. Baru-baru ini terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa daging olahan mengandung senyawa karsinogen, yang artinya dapat menyebabkan kanker, terutama kanker kolorektal dan kanker perut.

Daging olahan yang dimaksud adalah daging yang telah melalui proses penggaraman, pengawetan, fermentasi, pengasapan, atau proses lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan rasa dan daya simpan. Contoh dari daging olahan adalah bacon, ham, sosis, salami, kornet, dan lain sebagainya.

Hal ini disebabkan karena daging olahan mempunyai kandungan sebagai berikut:

  • Pengolahan daging, seperti pengawetan (yang menambahkan zat nitrat atau nitrit pada daging) atau pengasapan, dapat memicu pembentukan senyawa karsinogen, seperti N-nitroso-compound (NOC) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH).
  • Hal ini diperburuk dengan kandungan zat besi heme dalam daging, yang dapat mendukung produksi NOC dalam daging.
  • Memasak daging pada temperatur tinggi, seperti digoreng atau dipanggang, juga dapat memicu produksi senyawa karsinogen, seperti heterocyclic amine (HCA) dan PAH. HCA terbentuk ketika kreatin dan asam amino pada daging bereaksi terhadap panas yang dihasilkan dari proses memasak. HCA merupakan salah satu agen yang dapat menyebabkan kanker.

Oleh karena itu, sebaiknya pilih daging merah yang masih segar dan dimasak sendiri dibandingkan dengan daging olahan yang dimasak di pabrik. Anda juga dapat mengolah daging merah tersebut dengan cara direbus atau dikukus daripada digoreng atau dibakar yang menghasilkan panas lebih tinggi. Cara ini dapat membuat daging yang Anda makan lebih sehat.

Selain itu, seimbangkan pola makan Anda dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan.  Sayur dan buah dapat mengurangi tingkat kerusakan DNA dan oksidasi dari senyawa karsinogen, sehingga dapat mengurangi risiko Anda terkena kanker.

 

BACA JUGA

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Apa Hubungan Kayu Manis (Cinnamon) dan Penyakit Liver?

Kayu manis memang punya segudang manfaat kesehatan. Namun, konsumsi cinnamon pun bisa berbahaya bagi pengidap penyakit liver.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Perdebatan para ahli soal bahaya radiasi wi-fi tentu meresahkan, apalagi jika Anda dan anak setiap hari mengakses wi-fi. Jadi, amankah wi-fi bagi keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit


Direkomendasikan untuk Anda

kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
kanker serviks

Mengapa Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
limfoma (kanker getah bening)

Limfoma (Kanker Getah Bening)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit