Suka Pakai Sepatu Kotor ke Dalam Rumah? Hiiy… Ini Bahayanya!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Rasa lelah yang menyelimuti setelah seharian beraktivitas di luar ruangan terkadang membuat seseorang malas untuk membuka sepatunya di luar rumah. Sering kali, seseorang memakai sepatunya hingga ke dalam rumah baru kemudian di lepasnya. Kira-kira, apa bahaya yang ditimbulkan dari pakai sepatu kotor ke dalam rumah?

Sepatu kotor mengandung banyak bakteri

mengusir bau sepatu olahraga

Jonathan Sexton, ahli mikrobiologi lingkungan dan spesialis penelitian di Universiy of Arizona, menyatakan bahwa sepatu mengandung ratusan ribu bakteri. Menurut Sexton, penelitian yang dilakukan di University of Houston, menemukan fakta bahwa sepatu bekas pakai mengandung 70 persen bakteri Escherichia coli (E.coli) dan 40 persen bakteri bakteri Clostridium difficile (C. difficile).

Bakteri E.Coli biasanya menjadi penyebab diare parah, infeksi saluran kencing, hingga meningitis. Sementara bakteri C.difficile menjadi salah satu penyebab diare dan masalah pencernaan lainnya.

Selain bakteri, debu dan kotoran yang tak terlihat juga bisa berpindah ke lantai rumah jika Anda menggunakan sepatu ke dalamnya. Apalagi jika Anda menginjakkan sepatu ke karpet, hal ini membuat bakteri, debu, dan kotoran akan lebih mudah menempel dan terperangkap.

Apa bahayanya pakai sepatu kotor ke dalam rumah?

pakai sepatu

Terdengar menyeramkan memang jika membayangkan bakteri itu menempel di area rumah, sementara Anda dan keluarga banyak menghabiskan waktu di sekitar situ juga. Meski begitu, ternyata menurut Kevin Garey, profesi di Fakultas Farmasi University of Houston, meski dipenuhi kuman, bakteri ini tidak akan langsung menyebabkan penyakit.

Pada orang yang sehat, bakteri yang ada dan menempel dalam sepatu biasanya tidak menimbulkan risiko atau bahkan hanya sedikit saja kemungkinannya.

Untuk sampai terinfeksi, orang yang tubuhnya dalam keadaan sehat perlu kontak dengan ribuan mikroba dari bakteri berbahaya. Hal ini karena angin atau udara yang masuk ke dalam rumah juga terkadang membuat bakteri terangkat dari lantai dan keluar melalui jendela.

Selain itu menurut Sexton, Anda tidak akan mudah terinfeksi karena tidak menghabiskan waktu di lantai, tempat bakteri sepatu menempel. Jika Anda menghabiskan waktu di lantai yang kotor sepanjang hari, barulah risiko untuk terinfeksi penyakit akan meningkat.

Waspada, si kecil justru sangat mungkin terkena infeksi lho

bayi merangkak

Jika pada orang dewasa sehat sepatu kotor tidak langsung menyebabkan infeksi, lain cerita pada anak-anak. Anak-anak terutama yang masih merangkak di lantai cukup rentan mengalami infeksi penyakit akibat bakteri yang menempel di lantai dari sepatu.

Pasalnya, sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk sempurna membuat anak kecil lebih rentan terserang penyakit. Selain itu, anak juga kerap menempelkan mulutnya ke lantai saat sedang merangkak.

Selain anak-anak, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah juga lebih berisiko untuk mudah terinfeksi penyakit. Kondisi ini biasanya termasuk lansia dan orang yang baru saja dirawat di rumah sakit.

Lebih baik mencegah daripada mengobati

produk pembersih rumah

Meski pada orang sehat risiko infeksinya tak terlalu besar, akan jauh lebih baik jika Anda mencegahnya. Tanpa Anda sadari, sepatu yang digunakan mungkin sudah dipakai untuk menginjakkan kaki di kamar mandi umum, pasar, dan berbagai tempat kotor lainnya.

Untuk itu, bukalah sepatu setiap kali Anda hendak masuk ke dalam rumah. Biarkan sepatu kotor bekas pakai Anda ada di luar rumah agar bakteri yang menempel tak masuk dan menempel di lantai serta karpet.

Jika memang Anda telanjur pakai sepatu kotor ke dalam rumah, segera bersihkan dengan pembersih lantai antikuman. Dengan begitu, kuman yang sudah menempel akan terangkat dan mati sehingga Anda tak perlu khawatir lagi saat si kecil bermain-main di lantai.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca