Suka Pakai Sepatu Kotor ke Dalam Rumah? Hiiy… Ini Bahayanya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rasa lelah yang menyelimuti setelah seharian beraktivitas di luar ruangan terkadang membuat seseorang malas untuk membuka sepatunya di luar rumah. Sering kali, seseorang memakai sepatunya hingga ke dalam rumah baru kemudian di lepasnya. Kira-kira, apa bahaya yang ditimbulkan dari pakai sepatu kotor ke dalam rumah?

Sepatu kotor mengandung banyak bakteri

mengusir bau sepatu olahraga

Jonathan Sexton, ahli mikrobiologi lingkungan dan spesialis penelitian di Universiy of Arizona, menyatakan bahwa sepatu mengandung ratusan ribu bakteri. Menurut Sexton, penelitian yang dilakukan di University of Houston, menemukan fakta bahwa sepatu bekas pakai mengandung 70 persen bakteri Escherichia coli (E.coli) dan 40 persen bakteri bakteri Clostridium difficile (C. difficile).

Bakteri E.Coli biasanya menjadi penyebab diare parah, infeksi saluran kencing, hingga meningitis. Sementara bakteri C.difficile menjadi salah satu penyebab diare dan masalah pencernaan lainnya.

Selain bakteri, debu dan kotoran yang tak terlihat juga bisa berpindah ke lantai rumah jika Anda menggunakan sepatu ke dalamnya. Apalagi jika Anda menginjakkan sepatu ke karpet, hal ini membuat bakteri, debu, dan kotoran akan lebih mudah menempel dan terperangkap.

Apa bahayanya pakai sepatu kotor ke dalam rumah?

pakai sepatu

Terdengar menyeramkan memang jika membayangkan bakteri itu menempel di area rumah, sementara Anda dan keluarga banyak menghabiskan waktu di sekitar situ juga. Meski begitu, ternyata menurut Kevin Garey, profesi di Fakultas Farmasi University of Houston, meski dipenuhi kuman, bakteri ini tidak akan langsung menyebabkan penyakit.

Pada orang yang sehat, bakteri yang ada dan menempel dalam sepatu biasanya tidak menimbulkan risiko atau bahkan hanya sedikit saja kemungkinannya.

Untuk sampai terinfeksi, orang yang tubuhnya dalam keadaan sehat perlu kontak dengan ribuan mikroba dari bakteri berbahaya. Hal ini karena angin atau udara yang masuk ke dalam rumah juga terkadang membuat bakteri terangkat dari lantai dan keluar melalui jendela.

Selain itu menurut Sexton, Anda tidak akan mudah terinfeksi karena tidak menghabiskan waktu di lantai, tempat bakteri sepatu menempel. Jika Anda menghabiskan waktu di lantai yang kotor sepanjang hari, barulah risiko untuk terinfeksi penyakit akan meningkat.

Waspada, si kecil justru sangat mungkin terkena infeksi lho

bayi merangkak

Jika pada orang dewasa sehat sepatu kotor tidak langsung menyebabkan infeksi, lain cerita pada anak-anak. Anak-anak terutama yang masih merangkak di lantai cukup rentan mengalami infeksi penyakit akibat bakteri yang menempel di lantai dari sepatu.

Pasalnya, sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk sempurna membuat anak kecil lebih rentan terserang penyakit. Selain itu, anak juga kerap menempelkan mulutnya ke lantai saat sedang merangkak.

Selain anak-anak, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah juga lebih berisiko untuk mudah terinfeksi penyakit. Kondisi ini biasanya termasuk lansia dan orang yang baru saja dirawat di rumah sakit.

Lebih baik mencegah daripada mengobati

produk pembersih rumah

Meski pada orang sehat risiko infeksinya tak terlalu besar, akan jauh lebih baik jika Anda mencegahnya. Tanpa Anda sadari, sepatu yang digunakan mungkin sudah dipakai untuk menginjakkan kaki di kamar mandi umum, pasar, dan berbagai tempat kotor lainnya.

Untuk itu, bukalah sepatu setiap kali Anda hendak masuk ke dalam rumah. Biarkan sepatu kotor bekas pakai Anda ada di luar rumah agar bakteri yang menempel tak masuk dan menempel di lantai serta karpet.

Jika memang Anda telanjur pakai sepatu kotor ke dalam rumah, segera bersihkan dengan pembersih lantai antikuman. Dengan begitu, kuman yang sudah menempel akan terangkat dan mati sehingga Anda tak perlu khawatir lagi saat si kecil bermain-main di lantai.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Makan Kotoran Manusia Terhadap Kesehatan Tubuh

Ada puluhan siswa dipaksa makan kotoran manusia oleh seniornya. Tindakan itu bisa mengganggu kesehatannya. Apa saja bahaya makan kotoran manusia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 27/02/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 25/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Memilih Sepatu untuk Anak yang Memiliki Telapak Kaki Datar

Anak dengan kaki yang datar biasanya merasa tidak nyaman ketika memakai sepatu yang tidak sesuai. Lantas, bagaimana cara memilih sepatu untuk si kecil?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 10/01/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Taktik Mengakali Sepatu Kebesaran Agar Nyaman Dipakai

Pakai sepatu kebesaran memang tidak nyaman. Untuk mengakali sepatu kebesaran agar nyaman dipakai, ikuti beberapa cara berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 11/09/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bakteri pada uang kertas

Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
gedung perkantoran ditinggal kosong

Ancaman Kesehatan Selain COVID-19 Saat Masuk ke Gedung yang Lama Tak Dihuni

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit
perkembangan infeksi TB laten tuberkolosis

Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . Waktu baca 6 menit