7 Kesalahan Fatal Memakai Lensa Kontak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/01/2020
Bagikan sekarang

Sebanyak 99 persen pemakai lensa kontak pasti pernah melakukan setidaknya satu kebiasaan di bawah ini, menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC US). Sepertinya sepele, namun berisiko tinggi terhadap infeksi mata serius jika terus menerus dibiarkan. Coba cek apakah Anda juga termasuk salah satunya?

1. Pakai lensa kontak terlalu lama

Ini adalah kebiasaan yang paling sering dilakukan. Salah satu alasannya adalah kenyamanan dan tidak mau repot bolak-balik membeli yang baru atau pergi ke kamar mandi untuk menggantinya.

Jika dipakai melebihi jangka waktu yang seharusnya, lensa kontak bisa berdampak buruk bagi kornea (lapisan terluar mata). Walaupun lapisan lensa kontak dibuat berpori agar memudahkan oksigen terserap ke dalam kornea, kornea tetap membutuhkan asupan oksigen yang mencukupi untuk menjaga kelembapan mata saat lensa kontak dilepas.

Lensa kontak, terutama jenis yang lunak, menciptakan suhu hangat dan lembap untuk mikroorganisme seperti bakteri, kuman, jamur, dan parasit bisa berkembang biak. Semakin lama Anda menggunakan lensa kontak, mikroorganisme jahat ini akan mulai menggerogoti kornea Anda sebagai asupan makanannya.

2. Tidur tidak melepas lensa kontak

Saat mata tertutup, ekosistem hangat yang telah diciptakan oleh lensa kontak selama Anda seharian beraktivitas akan semakin meningkat; aktivitas kuman dan bakteri pun akan semakin giat.

Selain itu, lensa kontak juga bisa menyebabkan luka baret pada kornea akibat terus bergeser selama Anda tidur.

Tidur dengan lensa kontak adalah penyebab utama dari borok kornea, jenis infeksi mata yang sangat menyakitkan dan sulit untuk diobati. Pada kasus tertentu yang parah, borok kornea bisa berakibat kebutaan permanen dan memerlukan transplantasi kornea sebagai satu-satunya jalan keluar demi mendapatkan kembali penglihatan normal.

3. Sembarangan menyimpan lensa kontak

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan oleh pengguna lensa kontak adalah lalai dalam mengikuti petunjuk penggunaan dengan teliti.

Setiap produsen lensa kontak yang ada di pasaran akan menyertakan instruksi lengkap seputar cara penyimpanan dan disinfeksi dengan benar. Instruksi masing-masing merek mungkin bisa berbeda, walaupun begitu, jika Anda mengabaikan instruksi tersebut, Anda mungkin akan merusak lensa kontak Anda. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi mata berat.

Membersihkan dan dinsinfeksi lensa kontak bukan satu-satunya hal yang harus selalu Anda perhatikan. Saat Anda menempatkan lensa kontak Anda yang bersih dan steril ke dalam tempat yang kotor, mikroorganisme yang sudah terlanjur hinggap di sela-sela tempat lensa kontak Anda bisa berpindah ke lensa dan menginfeksi mata saat Anda memakainya di lain waktu.

4. Mencampur cairan lensa kontak

Saat Anda mengisi ulang tempat lensa kontak dengan cairan baru tanpa membuang cairan bekas sebelumnya, Anda akan menyuling cairan disinfektan tersebut dan membuat efektivitasnya berkurang.

Selain itu, semakin lama Anda membiarkan larutan disinfektan di dalam tempat lensa kontak, semakin subur bakteri dan kuman berkembang biak.

Oleh karena itu, penting untuk selalu mensterilkan dan gosok tempat lensa kontak Anda dengan cairan disinfektan khusus yang direkomendasikan oleh petugas optik Anda. Setelahnya, keringkan tempat lensa kontak Anda secara menyeluruh dengan lap bersih yang tidak berserat dan angin-anginkan dengan posisi telungkup. Kemudian, tambahkan cairan baru setiap kali Anda menaruh lensa kontak. Rutin ganti tempat penyimpanan Anda setiap tiga bulan sekali untuk menjaga kesterilannya.

5. Membilas lensa kontak dengan air keran atau obat tetes mata

Mungkin Anda pernah melakukan ini satu-dua kali saat kehabisan cairan disinfektan di rumah, atau lupa membawa cadangan saat bepergian.

Air keran mengandung bakteri (yang menempel di ujung keran dan mungkin terbawa oleh aliran air), selain itu juga mengandung amoeba yang bisa mengakibatkan Acanthamoeba keratitis, infeksi mata berat yang sulit ditangani. Kondisi mata ini menciptakan radang di kornea Anda dan menimbulkan luka serta penglihatan cacat.

Obat tetes mata biasa digunakan rutin oleh pengguna lensa kontak untuk meringankan mata kemerahan, namun kandungan dalam solusi obat mata akan menyulitkan Anda untuk mengetahui apa penyebab pasti dari iritasi yang Anda alami saat menggunakan lensa kontak. Gunakan obat tetes yang ditargetkan khusus untuk lensa kontak dan pastikan produk tersebut bebas pengawet.

Ada satu solusi kilat bagi Anda yang tidak mau repot dengan segala rutinitas membersihkan lensa kontak: lensa kontak sekali pakai. Setelah seharian beraktivitas menggunakan lensa kontak, Anda bisa langsung membuangnya sebelum tidur. Lensa kontak yang baru setiap pagi akan lebih ideal untuk situasi Anda. Salah satu kerugiannya adalah, pengeluaran biaya untuk lensa kontak sekali pakai akan lebih boros.

6. Mandi dan berenang pakai lensa kontak

Alasannya sama dengan membilas lensa kontak Anda dengan air keran: Acanthamoeba keratitis.

Jika Anda memang membutuhkan lensa kontak selama berenang, segera lepas lensa kontak setelah Anda keluar dari kolam dan cuci tangan dengan bersih. Buang lensa kontak tersebut, atau bilas bersih dan sterilkan selama satu malam sebelum menggunakan kembali.

7. Menggunakan lensa kontak berwarna, tanpa resep

Ini biasa terjadi pada lensa kontak berwarna yang dipakai hanya untuk tujuan kecantikan, bukan untuk membantu penglihatan. Lensa kontak warna-warni ini bisa dengan mudah Anda dapatkan di gerai aksesoris di mall-mall atau supermarket lepas.

“Sebenarnya, ilegal untuk menjual lensa kontak kosmetik tanpa menyertakan penilaian resmi dan pemeriksaan oleh dokter mata,” ujar Thomas Steinemann, M.D., profesor di Case Western Reserve University.

Alasannya, ukuran dan bentuk kornea Anda adalah sebagian faktor penentu lensa kontak seperti apa yang harus Anda gunakan. Jika ukuran lensa tidak sesuai dengan kebutuhan mata Anda, lensa bisa bergeser dan menggosok kornea, menyebabkan luka gores ringan sebagai gerbang utama untuk bakteri menyusup hingga ke dalam mata.

Jika Anda ingin memakai lensa kontak warna-warni, langkah terkecil yang bisa Anda lakukan adalah membelinya di toko optik berlisensi. Petugas optik profesional bisa menyarankan Anda tentang jenis lensa kontak modis dan trendi yang cocok untuk mata Anda, bahkan jika Anda sebenarnya tidak membutuhkan lensa kontak resep.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

    Warna rambut yang salah bisa membuat Anda terlihat lebih tua. Berikut cara mengetahui warna rambut yang sesuai dengan karakter diri.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

    Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

    Studi temukan bahwa bahan kimia tertentu dalam kosmetik bisa meningkatkan risiko autisme. Namun, benarkah demikian? Yuk, baca di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

    Ternyata, masalah jerawat juga bisa muncul gara-gara kacamata yang Anda gunakan setiap hari. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    memilih kosmetik untuk kulit sensitif

    Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
    makan di luar rumah saat pandemi

    Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    sakit tangan main hp

    Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
    gatal karena kulit kering

    Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020