6 Jenis Obesitas: Yang Manakah Anda?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kejadian obesitas semakin hari semakin bertambah akibat gaya hidup serta pola makan yang tidak sehat. Obesitas diartikan sebagai penumpukan lemak tubuh yang berlebih yang kemudian menyebabkan berat badan tubuh dan menimbulkan berbagai risiko penyakit degeneratif, seperti stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, diabetes mellitus, dan kanker. Orang yang mengalami obesitas memiliki indeks massa tubuh yang lebih dari 27 kg/m2.

Menurut WHO setidaknya pada tahun 2014 terdapat 600 juta orang yang mengalami obesitas. Kondisi ini tidak hanya membahayakan karena meningkatkan risiko terkena  berbagai penyakit, namun obesitas juga dapat menyebabkan kematian. Data dari Global Health Observatory menunjukkan bahwa kurang lebih terdapat 2,8 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya karena obesitas.

Penanganan obesitas tidak bisa disamakan

Penelitian yang dilakukan oleh para penelitian yang berasal dari University of Sheffield, Inggris, dan Harvard School of Public Health, Amerika Serikat, telah menemukan 6 jenis obesitas yang mungkin terjadi pada laki-laki maupun perempuan.

Penelitian ini dilaporkan dalam Journal of Public Health melibatkan sebanyak 4.144 orang yang diketahui memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30 kg/m2 dan mereka rata-rata berumur 56 tahun. Rata-rata responden dari penelitian ini adalah perempuan dengan indeks massa tubuh sekitar 34 kg/m2. Kemudian selama 2 tahun, yaitu dari tahun 2010 hingga 2012, peneliti melihat dan memperhatikan gaya hidup responden, seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, aktivitas fisik, dan bahkan usaha mereka untuk menurunkan berat badan, entah itu konsumsi obat, atau menjalankan diet.

Lalu di akhir penelitian, peneliti menemukan 6 kelompok obesitas berdasarkan kebiasaan dan gaya hidup masing-masing responden. Penemuan ini dianggap dapat membantu orang-orang yang mengalami obesitas untuk mendapatkan pengobatan serta perawatan yang sesuai dengan kondisinya masing-masing, sehingga proses untuk menurunkan berat badan lebih cepat dan mudah dilakukan.

Apa saja 6 jenis obesitas yang ada?

Obesitas tidak melulu orang yang terlihat gemuk atau mempunyai peru yang buncit. Penumpukan lemak bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, tergantung dengan gaya hidup dan karakteristik masing-masing orang. Berikut adalah jenis-jenis obesitas jika dilihat dari tempat penumpukan lemaknya.  

1. Obesitas karena tidak aktif

Jika Anda memiliki lipatan lemak pada dada hingga perut bagian bawah atau pada punggung tubuh, maka dapat dikatakan Anda kurang melakukan aktivitas fisik yang sehat, seperti olahraga. Kegiatan fisik, seperti olahraga merupakan kegiatan pencegahan untuk mencegah menumpuknya lemak di dalam tubuh. Kementerian Kesehatan Indonesia menganjurkan setidaknya melakukan aktivitas fisik atau olahraga 30 menit dalam satu hari. Anda bisa melakukan berbagai hal yang sederhana, seperti memperbanyak berjalan kaki atau bersepeda. Jika Anda salah satu orang yang malas olahraga, Anda dapat diartikan sebagai orang yang mengalami obesitas karena cenderung memiliki tumpukan lemak berlebih.

2. Obesitas akibat makanan

Makanan dan minuman adalah hal yang paling utama dari penyebab obesitas. Kebiasaan terlalu banyak makan membuat berat badan dan kadar lemak tubuh meningkat. Mengonsumsi makanan yang tinggi kalori dan rendah zat gizi menyebabkan obesitas terjadi, yaitu seperti gula, makanan-makanan ringan lainnya. Jenis obesitas memiliki ciri yaitu penumpukan lemak terlihat pada leher, dagu, dan bagian dada.

3. Obesitas vena

Obesitas ini disebabkan oleh sirkulasi pembuluh darah khususnya vena tersumbat akibat berbagai hal. Apalagi, jika di dalam keluarga Anda juga ada yang mengalami penyumbatan pembuluh darah. Jika Iya, hati-hati karena Anda berisiko untuk mengalami obesitas lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat keluarga. Penyempitan juga dapat terjadi akibat mengonsumsi makanan berlemak terlalu banyak. Sehingga, anjuran untuk mencegah bahkan mengatasinya adalah dengan melakukan olahraga teratur. Penumpukan lemak yang terjadi pada obesitas vena bisa terlihat pada bagian kaki dan bagian bokong.

4. Obesitas akibat rasa cemas

Apakah Anda sering memiliki perasaan cemas berlebihan atau merasa tertekan akibat berbagai hal? Rasa cemas atau tertekan yang tinggi dapat mempengaruhi hormon di dalam tubuh. Ketika Anda mengalami berbagai macam perasaan yang buruk maka Anda cenderung memiliki nafsu makan yang tinggi dan menjadikan makanan sebagai tempat pelarian perasaan Anda. Oleh karena itu, obesitas yang disebabkan karena perasaan yang buruk dapat terlihat lipatan lemak pada perut bagian tengah.

5. Obesitas aterogenik

Perut buncit adalah salah satu tanda dari obesitas atau kegemukan. Perut yang buncit diakibatkan oleh penumpukan lemak yang berlebihan di area perut. Hal ini dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan, seperti membuat susah bernapas. Bahkan obesitas akibat perut buncit lebih berbahaya dibandingkan dengan obesitas secara keseluruhan.

6. Obesitas gluten

Tipe obesitas ini lebih banyak dialami oleh perempuan yang sudah memasuki masa menopause dan keseimbangan tubuhnya menurun. Obesitas jenis ini memiliki karakteristik yaitu terdapat kelebihan lemak pada bagian panggul.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan? Rebahan karena ngantuk kekenyangan? Kebiasaan buruk ini bisa bikin perut panas dan perih, lho

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit