Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara Konsumsi Temulawak untuk Pengobatan Alternatif

Cara Konsumsi Temulawak untuk Pengobatan Alternatif

Orang Indonesia tentu mengenal tanaman herbal temulawak. Tanaman yang masih satu jenis dengan kunyit ini, diketahui memiliki potensi manfaat bagi kesehatan. Namun, seperti apa cara minum temulawak yang benar agar mendapatkan manfaat dari obat herbal ini? Berikut penjelasan selengkapnya.

Cara minum temulawak yang benar

Cara minum temulawak yang benar,

Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) adalah salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan masyarakat untuk mengobati sejumlah penyakit.

Tanaman ini kerap dibudidayakan dan ditanam masyarakat sebagai tanaman herbal di rumah.

Sebuah ulasan yang diterbitkan dalam Scandinavian journal of gastroenterology menunjukkan temulawak berpotensi mengatasi sindrom iritasi usus besar, gangguan kantong empedu, dan penyakit liver.

Ekstrak temulawak juga memiliki kandungan seperti xanthorrhizol, camphene, dan kurkumin yang diketahui bersifat antimikroba.

Ada pula khasiat temulawak sebagai agen antitumor yang bisa mengurangi risiko kanker karena kandungan kurkuminoid di dalamnya.

Meski begitu, penelitian ilmiah mengenai penggunaan temulawak sebagai obat herbal sebenarnya masih terbatas.

Sejumlah studi yang telah dilakukan juga tidak memberikan penjelasan seperti apa cara mengonsumsi temulawak dengan benar.

Namun, berdasarkan Formularium Ramuan Obat Tradisional dari Kemenkes RI ada cara yang bisa Anda coba untuk mengonsumsi temulawak dengan benar.

Untuk mengolah temulawak segar, Anda bisa merebus 25 – 50 gram rimpangnya. Lalu, minum air rebusannya 1 jam sebelum makan.

Selain itu, Anda bisa menghaluskan temulawak sampai menjadi bubuk. Kemudian, ambil 5 – 15 gram bubuk temulawak dan seduh dengan air panas. Minum selagi hangat.

Ikuti aturan minum jamu yang tepat, seperti tidak mengonsumsi terlalu banyak temulawak setiap harinya. Biasanya batasan mengonsumsi jamu adalah tidak lebih dari 4 gelas per hari.

Pastikan juga Anda banyak minum air putih setiap harinya dan penuhi asupan yang bergizi seimbang selama mengonsumsi temulawak.

Hal tersebut untuk menghindari risiko yang muncul dari konsumsi jamu atau obat herbal.

Pasalnya, mengonsumsi bahan yang mengandung kurkumin secara jangka panjang (18 minggu) bisa saja menimbulkan diare, mual, ruam di kulit, dan sakit kepala.

Jika perlu, berkonsultasilah dengan dokter mengenai cara mengonsumsi temulawak yang aman bagi kondisi Anda.

Resep olahan temulawak untuk obat herbal

Anda juga bisa mengolah temulawak selayaknya membuat ramuan obat herbal dari kunyit. Berikut ini adalah cara mengolah temulawak sebagai ramuan.

1. Jamu temulawak

minum temulawak sebelum atau sesudah makan, cara mengonsumsi temulawak

Salah satu cara mengonsumsi temulawak yang benar adalah dengan meramunya sebagai jamu.

Ikuti cara berikut untuk membuat jamu temulawak sehingga bisa mengonsumsinya dengan benar.

Bahan yang dibutuhkan

  • 25 gram rimpang temulawak sudah dipotong-potong,
  • 660 ml air, dan
  • 1 sendok teh (5 ml) madu.

Cara membuatnya sebagai berikut

  1. Bahan dihaluskan atau diiris.
  2. Rebus potongan rimpang temulawak dengan 3 gelas air (660 ml).
  3. Rebus hingga menjadi ukuran 1 gelas.
  4. Dinginkan air rebusan, kemudian saring.
  5. Tambahkan madu sebagai pemanis dan minum selagi hangat.

2. Teh temulawak

resep temulawak

Cara mengonsumsi temulawak berikutnya adalah menjadikannya sebagai obat herbal untuk kekebalan tubuh.

Anda dapat membuat teh temulawak dengan cara berikut ini.

Bahan yang dibutuhkan

  • 1 – 2 sendok teh (5 – 10 gram) bubuk temulawak atau temulawak yang sudah dihancurkan
  • 220 ml air panas
  • Bubuk kayu manis

Cara membuatnya sebagai berikut

  1. Seduh serbuk temulawak dengan 1 cangkir (220 ml) air mendidih.
  2. Diamkan sesaat untuk mendingan.
  3. Kemudian disaring untuk menghilangkan ampas.
  4. Tambahkan sejumput bubuk kayu manis dan madu sebagai pemanis.
  5. Minum perlahan-lahan selagi hangat.

3. Tonik temulawak

temulawak untuk daya tahan tubuh

Cara mengonsumsi temulawak berikutnya adalah dengan membuat tonik. Perpaduan temulawak, jahe, dan lemon memiliki citarasa yang unik.

Jahe akan memberikan efek menghangatkan. Cocok dikonsumsi saat cuaca tengah dingin atau hujan.

Berikut resep mengolah ramuan temulawak untuk penambah kekebalan tubuh.

Bahan yang dibutuhkan

  • 1 sendok makan (10 gram) temulawak parut atau bubuk temulawak
  • 1 sendok makan jahe parut atau bubuk jahe
  • 700 ml air
  • 1 buah lemon, peras sari buahnya
  • Sejumput lada hitam yang sudah dihancurkan
  • Madu sesuai selera

Cara membuatnya

  • Masukkan seluruh bahan tersebut ke dalam panci.
  • Rebus menggunakan api sedang selama tiga menit, hingga panas tapi tidak mendidih. Kemudian matikan api.
  • Saring air ke dalam gelas bila terlalu pekat, tambahkan air hangat.
  • Tambahkan madu sesuai dengan selera Anda.
  • Minum perlahan-lahan selagi hangat.
  • Sisa ampas dapat kembali digunakan dan tahan 2 – 3 hari disimpan di lemari pendingin.

Kesimpulan

Mengolah temulawak sebagai obat herbal atau jamu relatif mudah. Anda dapat menyeduh bubuk temulawak atau merebus rimpang segarnya. Berbagai bahan tambahan dapat meningkatkan cita rasanya.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Brinkhaus, B., Hentschel, C., Von Keudell, C., Schindler, G., Lindner, M., Stützer, H., Kohnen, R., Willich, S. N., Lehmacher, W., & Hahn, E. G. (2005). Herbal medicine with curcuma and fumitory in the treatment of irritable bowel syndrome: a randomized, placebo-controlled, double-blind clinical trial. Scandinavian journal of gastroenterology, 40(8), 936–943. https://doi.org/10.1080/00365520510023134

Hewlings, S. J., & Kalman, D. S. (2017). Curcumin: A Review of Its Effects on Human Health. Foods (Basel, Switzerland), 6(10), 92. https://doi.org/10.3390/foods6100092

Kustina, E., Zulharmita, Z., Misfadhila, S. (2020). Traditional uses, Phytochemistry and Pharmacology of Curcuma xanthorriza Roxb.: A Review. International Journal of Science and Healthcare Research, 5(3).

Rahmat, E., Lee, J., & Kang, Y. (2021). Javanese Turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): Ethnobotany, Phytochemistry, Biotechnology, and Pharmacological Activities. Evidence-based complementary and alternative medicine : eCAM, 2021, 9960813. https://doi.org/10.1155/2021/9960813

Salleh, N. A., Ismail, S., & Ab Halim, M. R. (2016). Effects of Curcuma xanthorrhiza Extracts and Their Constituents on Phase II Drug-metabolizing Enzymes Activity. Pharmacognosy research, 8(4), 309–315. https://doi.org/10.4103/0974-8490.188873

3 Turmeric Remedies to Boost Immune System. (2019). NorthShore. Retrieved July 1, 2022 from, https://www.northshore.org/healthy-you/fresh-recipes-warm-tumeric-drinks/

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES/187/2017 TENTANG FORMULARIUM RAMUAN OBAT TRADISIONAL INDONESIA. (2017). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/KMK_No._HK_.01_.07-MENKES-187-2017_ttg_Formularium_Ramuan_Obat_Tradisional_Indonesia_.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui 2 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan