Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Kunyit Putih untuk Lambung, Apakah Sudah Terbukti?

Manfaat Kunyit Putih untuk Lambung, Apakah Sudah Terbukti?

Ada banyak tanaman yang menjadi bahan-bahan obat herbal, salah satunya kunyit putih. Banyak orang menggunakan manfaat kunyit putih untuk lambung.

Tanaman dengan nama lain temu putih ini rupanya mengandung berbagai senyawa yang baik untuk lambung. Namun, apakah keampuhannya sudah teruji?

Manfaat kunyit putih untuk lambung

Khasiat kunyit putih untuk lambung

Dalam tanaman dengan nama ilmiah Curcuma zedoaria ini terdapat berbagai fitokimia atau senyawa khas yang hanya ada pada tanaman, yakni alkaloid, fenolik, dan terpenoid.

Senyawa ini memiliki potensi untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, tak terkecuali lambung. Inilah beberapa potensi manfaat temu putih untuk lambung.

1. Bersifat antibakteri

Salah satu manfaat temu putih untuk lambung berasal dari sifat antibakteri dan kemampuannya mengurangi risiko keracunan makanan.

Minyak esensial pada kunyit putih mengandung senyawa terpenoid, tepatnya monoterpene dan sesquiterpene. Keduanya bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri.

Studi terbitan Journal of Pharmacy and Pharmacology menemukan bahwa minyak esensial kunyit putih mampu melawan Streptococcus aureus dan Bacillus cereus. Keduanya merupakan bakteri penyebab keracunan makanan.

Selain itu, kunyit putih juga bisa melawan infeksi bakteri Helicobacter pylori, penyebab gastritis atau radang lambung. Bakteri ini tergolong ke dalam jenis bakteri gram positif, sama dengan Streptococcus dan Bacillus.

Akan tetapi, studi ini belum mengujicobakan langsung pada bakteri penyebab gastritis. Oleh karena itu, keampuhannya masih perlu penelitian lebih lanjut.

2. Mengurangi peradangan dan nyeri lambung

Salah satu masalah yang kerap muncul pada lambung adalah peradangan atau inflamasi. Nah, manfaat kunyit putih untuk lambung juga berasal dari sifat anti-inflamasinya.

Penelitian yang dimuat pada jurnal BMC Complementary Medicine and Therapies menemukan bahwa kandungan tanin, saponin, alkaloid, terpenoid, dan flavonoid mampu mengurangi pembentukan senyawa prostaglandin dan nitrit oksida atau senyawa pemicu peradangan.

Selain itu, kandungan curcumenol yang ada pada temu putih berpotensi mengurangi rasa nyeri lambung akibat inflamasi.

Ekstrak kunyit putih ini juga bisa menghalangi saraf agar tidak mendeteksi rasa sakit.

Perlu Anda ketahui, manfaat ini masih diujicoba di laboratorium dan menggunakan tikus. Jadi, riset lanjutan masih harus dilakukan untuk membuktikan manfaatnya.

3. Mengurangi tukak lambung

Tukak lambung terjadi akibat lapisan dinding lambung yang terkikis hingga menimbulkan luka.

Kunyit putih punya potensi manfaat untuk mengurangi luka pada lambung.

Kandungan polisakarida pada temu putih ini mempercepat produksi kolagen sehingga jaringan lambung yang luka pun segera diperbaiki.

Selain itu, ekstra kunyit putih ini juga mengurangi keasaman berlebih pada lambung. Perlu diketahui, cairan lambung dengan keasaman yang tinggi juga berpotensi menyebabkan tukak lambung.

Penelitian terbitan Journal of Pharmacy and Pharmacology bahkan menunjukkan bahwa konsumsi bubuk temu putih sebanyak 200 mg/kg berat badan memiliki efek yang sebanding dengan obat tukak lambung omeprazole sebesar 30 mg/kg berat badan.

Lagi-lagi, riset ini masih diteliti pada tikus sehingga efektivitasnya masih harus diuji lebih dalam.

4. Menurunkan risiko GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung membuat cairan asam lambung Anda naik ke arah kerongkongan. Hal ini menimbulkan sensasi panas di perut atau heartburn.

GERD bisa dipicu oleh adanya peradangan dan stres oksidatif akibat paparan radikal bebas. Nah, kunyit putih ternyata berpotensi mencegah penyebab GERD ini.

Selain punya manfaat untuk mengurangi inflamasi, kandungan flavonoid pada kunyit putih bersifat antioksidan sehingga mampu menangkal radikal bebas penyebab GERD.

Meski demikian, sifat antioksidan ini baru diteliti di laboratorium, belum diuji langsung pada pengidap GERD. Jadi, manfaat kunyit putih untuk masalah lambung ini masih perlu dibuktikan dalam penelitian lebih lanjut.

Efek samping kunyit putih untuk lambung

Meski memiliki berbagai potensi manfaat untuk kesehatan lambung, kunyit putih bisa menimbulkan efek samping.

Tanaman sejenis kurkumin, termasuk temu putih, kaya akan oksalat. Jika oksalat menumpuk di ginjal, ini akan mengkristal dan membentuk batu ginjal.

Jadi, jika Anda memiliki masalah ginjal atau riwayat terkena batu ginjal, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi kunyit putih untuk lambung.

Cara mengonsumsi kunyit putih untuk lambung

Minum obat alami jahe

Agar mendapatkan manfaat kunyit putih untuk lambung dengan optimal, Anda harus bisa mengolahnya dengan tepat.

Selain tambahan rempah masakan, Anda bisa mengonsumsi kunyit putih dalam bentuk teh. Berikut cara membuat teh kunyit putih.

  • Siapkan 2 rimpang kunyit putih yang sudah dibersihkan, lalu parut.
  • Rebus 2 gelas air hingga jumlah air menyusut setengahnya.
  • Masukkan parutan kunyit putih ke dalam air rebus, lalu saring.
  • Teh kunyit putih siap disajikan.

Manfaat kunyit putih untuk lambung berasal dari kandungan senyawa fitokimia. Hanya saja, sebagian besar khasiatnya masih perlu dibuktikan dalam penelitian lebih lanjut.

Jadi, temu putih bukanlah satu-satunya obat gastritis atau masalah lambung Anda. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Setyani, D., Rahayu, D., Handayani, S., & Sugita, P. (2020). Phytochemical and antiacne investigation of Indonesian White Turmeric (Curcuma zedoaria) Rhizomes. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 902(1), 012066. doi: 10.1088/1757-899x/902/1/012066

Mahizan, N., Yang, S., Moo, C., Song, A., Chong, C., & Chong, C. et al. (2019). Terpene Derivatives as a Potential Agent against Antimicrobial Resistance (AMR) Pathogens. Molecules, 24(14), 2631. doi: 10.3390/molecules24142631

Wilson, B., Abraham, G., Manju, V., Mathew, M., Vimala, B., Sundaresan, S., & Nambisan, B. (2005). Antimicrobial activity of Curcuma zedoaria and Curcuma malabarica tubers. Journal of Ethnopharmacology, 99(1), 147-151. doi: 10.1016/j.jep.2005.02.004

Lobo, R., Prabhu, K. S., Shirwaikar, A., & Shirwaikar, A. (2010). Curcuma zedoaria Rosc.(white turmeric): a review of its chemical, pharmacological and ethnomedicinal properties. Journal of Pharmacy and Pharmacology, 61(1), 13-21.

Ullah, H., Zaman, S., Juhara, F., Akter, L., Tareq, S., Masum, E., & Bhattacharjee, R. (2014). Evaluation of antinociceptive, in-vivo & in-vitro anti-inflammatory activity of ethanolic extract of Curcuma zedoaria rhizome. BMC Complementary and Alternative Medicine, 14(1). doi: 10.1186/1472-6882-14-346

Xu, N., Wang, L., Guan, J., Tang, C., He, N., Zhang, W., & Fu, S. (2018). Wound healing effects of a Curcuma zedoaria polysaccharide with platelet-rich plasma exosomes assembled on chitosan/silk hydrogel sponge in a diabetic rat model. International Journal of Biological Macromolecules, 117, 102-107. doi: 10.1016/j.ijbiomac.2018.05.066

Yoshida, N. (2007). Inflammation and Oxidative Stress in Gastroesophageal Reflux Disease. Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition, 40(1), 13-23. doi: 10.3164/jcbn.40.13

Marliani, L., Budiana, W., & Anandari, Y. (2017). The Effect of Extraction Condition on The Polyphenol Content and Antioxidant Activity of Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe Rhizome. Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 4(2), 57-63. Retrieved from https://jurnal.unpad.ac.id/ijpst/article/view/12770/7021

Calcium Oxalate Stones. (2021). Retrieved 8 March 2022, from https://www.kidney.org/atoz/content/calcium-oxalate-stone

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Apr 05
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan