home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Efek Samping Akupuntur yang Mungkin Terjadi

7 Efek Samping Akupuntur yang Mungkin Terjadi

Akupuntur adalah suatu bentuk pengobatan tradisional Tiongkok yang telah dikenal selama berabad-abad. Mereka percaya bahwa terapi ini memperbaiki fungsi tubuh dan mendukung proses penyembuhan diri secara alami dengan menstimulasi lokasi tertentu pada tubuh yang disebut titik akupuntur. Namun, pengobatan ini juga memiliki kemungkinan efek samping yang berbeda, berkisar dari ringan hingga berat.

Berikut adalah daftar efek samping akupuntur yang mungkin terjadi:

1. Kelelahan

Meskipun biasanya akupuntur bisa meningkatkan energi, orang bisa merasa kelelahan setelah akupuntur. Ini adalah tanda peringatan bahwa Anda perlu beristirahat. Jika Anda mengalaminya, bersantailah sepanjang sisa hari seperti tidur lebih awal. Kombinasi akupuntur dan istirahat akan membuat Anda merasa sehat kembali.

2. Ruam kulit

Ruam kulit, kemerahan, dan gatal-gatal akibat akupuntur dapat disebabkan oleh masuknya infeksi atau mungkin berkaitan dengan dermatitis kontak yang relatif jinak akibat stimulasi jarum. Jika ruam Anda tidak membaik dalam beberapa hari atau malah memburuk, beri tahu dokter kulit.

3. Rasa sakit

Bagian tubuh yang ditusuk jarum bisa terasa sakit setelah jarum diangkat, terutama telapak tangan dan jari kaki. Rasa sakit akibat akupuntur biasanya menghilang dalam 24 jam. Dalam kasus langka, memar bisa muncul di lokasi tusukan jarum. Namun, jangan bingung karena ini bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan dan tidaklah lebih dari sekedar ketidaknyamanan estetika.

4. Kedutan otot

Orang bisa mengalami kedutan otot di luar sadar selama atau setelah akupuntur. Jika Anda merasa bahwa salah satu otot Anda mengalami kejang akut, terutama jika itu adalah otot yang baru saja ditusuk jarum, segera beri tahu praktisi akupuntur Anda.

5. Pusing

Bangkit dengan cepat dari meja akupuntur bisa menyebabkan pusing. Jika kepala Anda terasa ringan setelah pengobatan, duduklah di ruang tunggu praktisi akupuntur untuk beberapa menit dan tarik napas dalam-dalam.

6. Pelepasan emosi

Terkadang orang menangis selama pengobatan. Bukan karena mereka kesakitan, tetapi karena emosi mereka, yang mungkin tertahan selama menjalani kehidupan, mengalir keluar. Pelepasan emosi adalah sesuatu yang positif, tetapi bisa mengejutkan.

7. Cedera organ

Jika jarum dimasukkan terlalu dalam, jarum dapat menusuk organ dalam—terutama paru-paru. Ini hanyalah pengalaman yang luar biasa langka dari seorang praktisi.

Awas, tak semua orang boleh menjalani akupuntur!

Akupuntur belum tentu cocok bagi setiap orang. Beberapa kondisi kesehatan berikut ini dapat meningkatkan risiko komplikasi dan efek samping akupuntur:

  • Gangguan perdarahan. Kemungkinan perdarahan akibat jarum akan meningkat jika Anda memiliki gangguan perdarahan atau jika Anda menggunakan obat pengencer darah, seperti warfarin, jadi beri tahu praktisi akupuntur terlebih dahulu.
  • Menggunakan alat pacu jantung. Akupuntur mencakup aplikasi listrik berdaya rendah, maka dari itu jarum dapat mengganggu kerja alat pacu jantung.
  • Sedang hamil. Beberapa jenis akupuntur dianggap menstimulasi persalinan, yang dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 16/06/2017
x