home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Efektif Mengatasi Hiperventilasi (Napas Berlebihan) Saat Panik

5 Cara Efektif Mengatasi Hiperventilasi (Napas Berlebihan) Saat Panik

Saat terserang rasa panik dan cemas berlebih, tak jarang seseorang akan bernapas berlebihan atau terlalu cepat. Reaksi tubuh ini disebut sebagai hiperventilasi. Kondisi ini membuat seseorang bernapas lebih cepat dari biasanya sehingga kadar oksigen yang dihirup sangat sedikit. Sebaliknya, karbon dioksida yang diembuskan justru berlebihan sehingga kadarnya di dalam tubuh menurun. Akibatnya, Anda bisa pusing. Agar kondisi ini tidak sampai membuat hilang kesadaran, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hiperventilasi.

Berbagai cara mengatasi hiperventilasi

apa itu hiperventilasi napas berlebihan

1. Bernapas dengan mengerucutkan bibir

Bernapas dengan mengerucutkan bibir membantu mengatasi sindrom hiperventilasi. Caranya dengan mengerucutkan bibir sama seperti ketika Anda akan hendak meniup lilin ulang tahun.

Kemudian, tarik napas dari hidung, jangan lewat mulut. Lalu, embuskan napas melalui celah kecil di antara bibir. Ulangi hingga Anda merasa lebih baik.

2. Bernapas perlahan dengan bantuan kantong kertas

Cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hiperventilasi adalah bernapas dengan menggunakan kantong kertas. Cara ini cukup efektif karena udara akan terkumpul di dalam kantong untuk Anda hirup kembali. Namun, jika tidak ada kantong kertas atau plastik, Anda juga bisa menangkupkan tangan seperti mangkuk untuk menampung udara.

3. Bernapas dalam-dalam

Untuk membantu diri Anda agar lebih tenang saat mengalami hiperventilasi, cobalah untuk bernapas dalam-dalam. Meski awalnya sulit tetapi Anda bisa melakukannya secara perlahan. Coba hirup napas dalam-dalam dari hidung kemudian tahan selama 10 hingga 15 detik sebelum diembuskan melalui mulut.

4. Akupunktur

Akupunktur bisa menjadi salah satu pengobatan yang cukup efektif untuk mengatasi sindron hiperventilasi. Jika Anda selama ini kerap mengalami hiperventilasi setiap kali panik, cobalah datang ke ahli akupunktur untuk melakukan terapi.

Dikutip dari Healthline ada sebuah penelitian yang menemukan bukti bahwa akupunktur membantu mengurangi kecemasan dan keparahan hiperventilasi.

5. Obat-obatan

Tergantung pada tingkat keparahannya, dokter biasanya akan meresepkan berbagai obat untuk mengatasi kekambuhan kondisi ini. Beberapa obat yang biasanya diresepkan untuk mengatasi hiperventilasi yaitu:

  • Alprazolam (Xanax)
  • Doxepin (Silenor)
  • Paroxetine (Paxil)

Sebaiknya, coba semua cara dan temukan cara mana yang kira-kira paling efektif untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hyperventilation

https://www.healthline.com/symptom/hyperventilation accessed on December 7th 2018

How To Treat Hyperventilation Syndrome

https://www.verywellhealth.com/how-to-treat-hyperventilation-syndrome-1298890 accessed on December 7th 2018

What is Hyperventilation?

https://www.webmd.com/lung/lung-hyperventilation-what-to-do#2 accessed on December 7th 2018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 14/12/2018
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x