7 Strategi Ampuh Melawan Rasa Ngantuk Saat Puasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/02/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda tipe orang yang mudah mengantuk? Kalau ya, di bulan Ramadan ini Anda akan semakin ditantang untuk mengatasi ngantuk saat puasa. Bila selama ini Anda mengandalkan minum kopi atau makan camilan supaya pikiran lebih segar, di bulan puasa tentu Anda harus pakai cara lain. Kira-kira bagaimana cara yang ampuh untuk mengatasi ngantuk saat puasa? Simak tips-tipsnya berikut ini.  

Kenapa puasa bikin ngantuk?

Di bulan puasa, siklus tidur Anda berubah karena Anda akan bangun lebih pagi untuk menyiapkan sahur. Jika Anda tidak tidur lebih cepat, maka jam tidur akan berkurang rata-rata 40 menit. Menurut penelitian dalam Journal of Sleep Research, hal ini akan mengurangi durasi tahap tidur pulas atau REM (rapid eye movement). Maka, keesokan harinya Anda pun jadi mengantuk.

Selain itu, saat puasa tubuh tidak mendapatkan asupan makanan atau minuman selama berjam-jam. Maka Anda jadi lebih lemas dan mengantuk.   

Cara mengatasi ngantuk saat puasa

Ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan agar Anda bisa mengatasi ngantuk saat puasa. Catat baik-baik tujuh tips berikut ini, ya.  

1. Bergerak atau jalan kaki

Sebuah survei terhadap ratusan orang di Amerika Serikat menguak bahwa jalan kaki selama 10 menit bisa meningkatkan energi Anda hingga dua jam ke depan. Pasalnya, jalan-jalan mampu memompa oksigen menuju pembuluh darah, otak, dan otot. Sedangkan rasa ngantuk di siang hari biasanya muncul karena otak kekurangan pasokan oksigen.

2. Tidur siang sejenak

Kalau rasa kantuk sudah tak tertahankan lagi, Anda bisa mencuri waktu barang sejenak untuk tidur siang. Namun, jangan tidur siang terlalu lama. Anda mungkin malah jadi semakin lemas karena jam biologis tubuh terganggu. Menurut seorang spesialis penyakit dalam dan pakar gangguan tidur dari Amerika Serikat, dr. Barry Krakow, pasang alarm selama 5-25 menit saja untuk tidur siang.

3. Ganti pemandangan

Bila seharian menghadap layar komputer terus, mata akan terasa lelah sehingga Anda jadi cepat mengantuk. Untuk itu, usahakan untuk mengganti pemandangan ketika kantuk menyerang. Alihkan pandangan Anda dari layar selama 20 detik. Ulangi terus setiap 20 menit. Hal ini akan membuat mata jadi lebih rileks dan segar.

4. Mengobrol

Bila Anda sedang di kampus atau di kantor, ajak rekan Anda untuk mengobrol sejenak guna mengatasi ngantuk saat puasa. Mengobrol akan meningkatkan tingkat kewaspadaan serta kemampuan berkonsentrasi. Supaya efeknya terasa, dr. Barry Krakow menyarankan Anda untuk mengobrol soal topik-topik yang cukup “berat”, bukan sekadar basa-basi.

5. Nyalakan lampu atau cari sinar matahari

Rasa kantuk juga bisa muncul mengikuti pencahayaan yang diterima mata Anda. Bila cahaya meredup, mata menangkapnya sebagai sinyal untuk beristirahat sehingga Anda jadi mengantuk. Untuk itu, nyalakan lampu ruangan Anda atau carilah sinar matahari langsung, misalnya di luar ruangan.

6. Tarik napas dalam

Menarik napas dalam akan meningkatkan kadar oksigen dalam otak. Hal ini bisa membantu menambah energi dan memicu aktivitas otak. Duduk atau berdiri dengan tegak dengan salah satu telapak tangan menempel pada perut Anda. Kemudian, tarik napas sedalam-dalamnya lewat hidung. Saat menarik napas, pastikan perut Anda mengembang dan “terisi” dengan udara. Hembuskan perlahan lewat mulut Anda. Ulangi selama beberapa kali sampai pikiran Anda terasa lebih segar.  

7. Tidur cukup dan berkualitas di malam hari

Cegah ngantuk saat puasa dengan memastikan Anda cukup beristirahat setiap hari. Maka, usahakan untuk tidur lebih cepat dari biasanya agar Anda tidak kurang tidur. Supaya tidurnya berkualitas, atur kamar Anda senyaman mungkin. Misalnya pasang kipas angin atau AC agar ruangan cukup sejuk dan matikan lampu kamar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit