home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Agar Mulut Tak Bau, Haruskah Sikat Gigi Lebih Sering Selama Puasa?

Agar Mulut Tak Bau, Haruskah Sikat Gigi Lebih Sering Selama Puasa?

Bulan puasa telah tiba. Saat melaksanakan puasa, mulut mungkin saja menimbulkan bau yang kurang sedap. Biasanya, beberapa orang mencoba berbagai cara untuk menghindari bau mulut saat puasa, salah satunya sikat gigi lebih sering. Akan tetapi, meningkatkan frekuensi sikat gigi saat puasa belum tentu menjadi jawaban tepat untuk membuat mulut tetap segar.

Penyebab bau mulut saat puasa

Bau mulut dapat membuat seseorang menjadi tidak percaya diri ketika berbicara. Kondisi bau mulut yang kurang sedap saat puasa sendiri terjadi karena mulut kering.

Mulut kering saat puasa terjadi karena menurunnya jumlah air liur yang diproduksi. Penurunan jumlah air liur ketika berpuasa timbul karena tidak ada asupan makanan dan minuman setelah sahur dan sebelum berbuka.

Frekuensi sikat gigi saat puasa

Rekomendasi sikat gigi setiap harinya adalah 2 kali sehari. Pastikan Anda menyikat gigi dengan teknik yang benar. Cara menyikat gigi yang salah, seperti menyikat terlalu keras dapat menyebabkan lapisan gigi terkikis.

Umumnya, cara menyikat gigi yang tepat adalah:

  • Posisi kepala sikat miring, 45 derajat dari gusi
  • Menyikat gigi dari depan ke belakang dengan lembut
  • Sikat permukaan yang digunakan untuk mengunyah, luar dan dalam gigi
  • Sikat permukaan dalam gigi baris depan dengan memiringkan kepala sikat secara vertikal. Lakukan menyikat dengan gerakan atas ke bawah

Sikat gigi saat puasa dapat dilakukan saat sebelum tidur di malam hari dan setelah menikmati sajian sahur. Waktu yang tepat untuk menyikat gigi setelah makan adalah 30 menit apabila mengonsumsi makanan atau minuman asam.

Menjaga mulut tetap segar saat puasa

Agar mulut tidak kering dan menyebabkan bau mulut saat puasa, lakukan hal-hal berikut ini:

  • Berkumur dengan air agar keasaman dalam mulut menjadi lebih netral
  • Mengurangi makanan atau minuman manis saat berbuka
  • Makan makanan kaya serat untuk sajian buka puasa

Tak hanya hal-hal di atas, menyikat gigi secara rutin tetap harus dilakukan. Sikat gigi membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut, baik saat berpuasa atau tidak.

Selain menyikat dengan teknik yang tepat serta mengikuti frekuensi sikat gigi yang dianjurkan, produk pasta gigi dapat menjaga mulut tetap sehat dan segar, baik saat puasa atau tidak.

Untuk membersihkan gigi dari plak dan terhindar dari bau mulut saat puasa, Anda dapat menggunakan pasta gigi yang tepat. Misalnya, memilih pasta gigi yang memiliki ekstrak herbal, seperti eukaliptus.

Tips memilih pasta gigi agar mulut tetap segar saat puasa

Mengutip jurnal Formulation Ingredients for Toothpastes and Mouthwashes, ekstrak tanaman herbal yang dapat digunakan pada produk pasta gigi memiliki manfaat:

  • Menyegarkan mulut
  • Melindungi gigi dari bakteri penyebab plak

Ekstrak tanaman herbal pada pasta gigi membuat mulut menjadi lebih segar dengan menyingkirkan bau tidak sedap. Dibandingkan dengan meningkatkan frekuensi sikat gigi saat puasa yang melebihi anjuran dokter gigi, lebih baik menggunakan pasta gigi dengan ekstrak herbal.

Dari jurnal yang sama, pasta gigi dengan ekstrak herbal, seperti eukaliptus, membuat mulut terasa dan segar. Kemudian, sari tanaman herbal yang digunakan pada produk kesehatan gigi dan mulut juga memiliki sifat antibakteri. Penggunaannya juga dilaporkan melindungi gigi dari plak dan menjaga kesehatan gusi.

Walaupun memiliki bahan yang terbuat dari tanaman, kemanjuran pasta gigi herbal sama efektifnya dengan pasta gigi biasa.

Berapa kali menyikat gigi untuk gigi sensitif?

Frekuensi sikat gigi saat puasa bagi gigi yang sensitif tetap sama, yakni 2 kali sehari. Gunakan pasta gigi yang dibuat khusus untuk gigi sensitif. Pasta gigi sensitif, seperti yang memiliki komposisi aktif dari potassium nitrat, terbukti efektif meredakan ngilu akibat gigi sensitif.

Anda dapat meminimalisasi risiko timbulnya bau mulut saat puasa serta mengurangi sensitivitas gigi dengan cara sikat gigi memakai pasta gigi khusus gigi sensitif yang memiliki ekstrak herbal alami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bad breath – Symptoms and causes. (2018, March 10). Mayo Clinic. Retrieved April 30, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bad-breath/symptoms-causes/syc-20350922

Brush teeth – American dental association. (n.d.). MouthHealthy – Oral Health – American Dental Association. Retrieved April 30, 2020, from https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/b/brushing-your-teeth

Hosadurga, R., Boloor, V. A., Rao, S. N., & MeghRani, N. (2018). Effectiveness of two different herbal toothpaste formulations in the reduction of plaque and gingival inflammation in patients with established gingivitis – A randomized controlled trial. Journal of Traditional and Complementary Medicine, 8(1), 113-119. https://doi.org/10.1016/j.jtcme.2017.04.005

Sensitive teeth. (n.d.). Oral Health Foundation. Retrieved April 30, 2020, from https://www.dentalhealth.org/sensitive-teeth

Sharma, S., Shetty, N., & Uppoor, A. (2012). Evaluation of the clinical efficacy of potassium nitrate desensitizing mouthwash and a toothpaste in the treatment of dentinal hypersensitivity. Journal of Clinical and Experimental Dentistry, e28-e33. https://doi.org/10.4317/jced.50665

Vranić, E., Lačević, A., Mehmedagić, A., & Uzunović, A. (2004). Formulation ingredients for toothpastes and mouthwashes. Bosnian Journal of Basic Medical Sciences, 4(4), 51-58. https://doi.org/10.17305/bjbms.2004.3362

Foto Penulis
Ditulis oleh Willyson Eveiro pada 27/04/2021
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x