Frekuensi Sikat Gigi Saat Puasa agar Bebas dari Bau Mulut

    Frekuensi Sikat Gigi Saat Puasa agar Bebas dari Bau Mulut

    Bulan puasa telah tiba. Saat melaksanakan puasa, mulut mungkin saja menimbulkan bau yang kurang sedap. Biasanya, beberapa orang mencoba berbagai cara untuk menghindari bau mulut saat puasa, salah satunya sikat gigi lebih sering. Akan tetapi, meningkatkan frekuensi sikat gigi saat puasa belum tentu menjadi jawaban tepat untuk membuat mulut tetap segar.

    Penyebab bau mulut saat puasa

    Bau mulut dapat membuat seseorang menjadi tidak percaya diri ketika berbicara. Kondisi bau mulut yang kurang sedap saat puasa sendiri terjadi karena mulut kering.

    Mulut kering saat puasa terjadi karena menurunnya jumlah air liur yang diproduksi. Penurunan jumlah air liur ketika berpuasa timbul karena tidak ada asupan makanan dan minuman setelah sahur dan sebelum berbuka.

    Frekuensi sikat gigi saat puasa

    Rekomendasi sikat gigi setiap harinya adalah 2 kali sehari. Pastikan Anda menyikat gigi dengan teknik yang benar. Cara menyikat gigi yang salah, seperti menyikat terlalu keras dapat menyebabkan lapisan gigi terkikis.

    Umumnya, cara menyikat gigi yang tepat adalah:

    • Posisi kepala sikat miring, 45 derajat dari gusi
    • Menyikat gigi dari depan ke belakang dengan lembut
    • Sikat permukaan yang digunakan untuk mengunyah, luar dan dalam gigi
    • Sikat permukaan dalam gigi baris depan dengan memiringkan kepala sikat secara vertikal. Lakukan menyikat dengan gerakan atas ke bawah

    Sikat gigi saat puasa dapat dilakukan saat sebelum tidur di malam hari dan setelah menikmati sajian sahur. Waktu yang tepat untuk menyikat gigi setelah makan adalah 30 menit apabila mengonsumsi makanan atau minuman asam.

    Menjaga mulut tetap segar saat puasa

    Agar mulut tidak kering dan menyebabkan bau mulut saat puasa, lakukan hal-hal berikut ini:

    • Berkumur dengan air agar keasaman dalam mulut menjadi lebih netral
    • Mengurangi makanan atau minuman manis saat berbuka
    • Makan makanan kaya serat untuk sajian buka puasa

    Tak hanya hal-hal di atas, menyikat gigi secara rutin tetap harus dilakukan. Sikat gigi membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut, baik saat berpuasa atau tidak.

    Selain menyikat dengan teknik yang tepat serta mengikuti frekuensi sikat gigi yang dianjurkan, produk pasta gigi dapat menjaga mulut tetap sehat dan segar, baik saat puasa atau tidak.

    Untuk membersihkan gigi dari plak dan terhindar dari bau mulut saat puasa, Anda dapat menggunakan pasta gigi yang tepat. Misalnya, memilih pasta gigi yang memiliki ekstrak herbal, seperti eukaliptus.

    Tips memilih pasta gigi agar mulut tetap segar saat puasa

    Mengutip jurnal Formulation Ingredients for Toothpastes and Mouthwashes, ekstrak tanaman herbal yang dapat digunakan pada produk pasta gigi memiliki manfaat:

    • Menyegarkan mulut
    • Melindungi gigi dari bakteri penyebab plak

    Ekstrak tanaman herbal pada pasta gigi membuat mulut menjadi lebih segar dengan menyingkirkan bau tidak sedap. Dibandingkan dengan meningkatkan frekuensi sikat gigi saat puasa yang melebihi anjuran dokter gigi, lebih baik menggunakan pasta gigi dengan ekstrak herbal.

    Dari jurnal yang sama, pasta gigi dengan ekstrak herbal, seperti eukaliptus, membuat mulut terasa dan segar. Kemudian, sari tanaman herbal yang digunakan pada produk kesehatan gigi dan mulut juga memiliki sifat antibakteri. Penggunaannya juga dilaporkan melindungi gigi dari plak dan menjaga kesehatan gusi.

    Walaupun memiliki bahan yang terbuat dari tanaman, kemanjuran pasta gigi herbal sama efektifnya dengan pasta gigi biasa.

    Berapa kali menyikat gigi untuk gigi sensitif?

    Frekuensi sikat gigi saat puasa bagi gigi yang sensitif tetap sama, yakni 2 kali sehari. Gunakan pasta gigi yang dibuat khusus untuk gigi sensitif. Pasta gigi sensitif, seperti yang memiliki komposisi aktif dari potassium nitrat, terbukti efektif meredakan ngilu akibat gigi sensitif.

    Anda dapat meminimalisasi risiko timbulnya bau mulut saat puasa serta mengurangi sensitivitas gigi dengan cara sikat gigi memakai pasta gigi khusus gigi sensitif yang memiliki ekstrak herbal alami.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Willyson Eveiro · Tanggal diperbarui 23/03/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan