home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Segudang Khasiat Menyehatkan Siwak, Sikat Gigi Alami Sejak Zaman Nabi

Segudang Khasiat Menyehatkan Siwak, Sikat Gigi Alami Sejak Zaman Nabi

Pamor siwak selama ini mungkin lebih terdengar akrab di telinga orang-orang muslim. Bagaimana tidak, nama batang pohon asal Tanah Arab ini cukup sering malang melintang dalam kisah-kisah nabi zaman dahulu sebagai sikat gigi alami. Penasaran apa saja manfaat siwak untuk kesehatan selain untuk kesehatan gigi dan gusi?

Siwak sudah ada sejak peradaban awal dunia

Siwak atau miswak (dalam bahasa Arab) adalah ranting atau batang dari pohon Salvadora Persica yang juga biasa disebut “pohon sikat gigi”. Umumnya batang miswak berukuran kecil, mirip ranting, dan berwarna coklat muda.

Ranting miswak diperkirakan sudah dipergunakan untuk membersihkan dan merawat gigi serta mulut sejak zaman peradaban awal Arab, Yunani, dan Romawi Kuno.

Meskipun tanamannya berasal dari tanah kering bergurun seperti di Afrika, Timur Tengah, atau di negara-negara semenanjung Arab, miswak bisa juga ditemukan di daerah lain. Umumnya pohon miswak ini masih bisa ditemui di negara Tanzania, di dataran pasir yang memiliki mata air di tengah-tengahnya (oasis), dan di padang rumput sabana.

Tradisi mengunyah siwak masih cukup umum dilakukan oleh beberapa negara jazirah Arab di zaman modern ini. Di Pakistan dan Arab Saudi, misalnya, ditemukan hampir lebih dari 50% masyarakatnya lebih sering bersiwak dibandingkan dengan menyikat gigi. Orang-orang di negara Nigeria dan India juga lebih sering bersiwak ketimbang gosok gigi pakai odol.

Apa saja manfaat siwak?

siwak miswak

Tidak hanya leluhur saja yang melestarikan siwak. Bahkan WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia turut merekomendasikan masyarakat dunia menggunakan batang pohon ini untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak tahun 1987.

Kampanye menyikat gigi dengan miswak bahkan masih terus digalakkan oleh WHO sebagai alternatif cara menjaga kesehatan gigi dan mulut masyarakat di negara-negara berpendapatan rendah.

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapat dengan rutin membersihkan gigi pakai batang pohon miswak:

  • Membunuh bakteri yang menyebabkan penyakit gusi atau radang gusi.
  • Mencegah munculnya plak gigi.
  • Menjaga warna putih gigi alaminya tidak gampang pudar.
  • Mengurangi risiko gigi berlubang dan kerusakan gigi lainnya
  • Menghilangkan bau mulut tak sedap; membuat aroma napas jadi wangi alami.
  • Sekaligus bekerja sebagai dental floss (benang gigi) karena serabut kayunya ikut membersihkan sela-sela gigi.
  • Meningkatkan produksi air liur dan mencegah mulut kering.

Tidak hanya batangnya saja yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi. Daun tanaman ini juga bisa digunakan sebagai obat kumur dan sakit gusi. Ini karena daun siwak mengandung antibiotik yang menekan pertumbuhan bakteri dan pembentukan plak gigi.

Lebih bagus pakai siwak atau sikat gigi?

Penelitian dari Swedia pernah mencari perbandingan antar keduanya dengan meneliti 15 pria Arab Saudi berusia 21 hingga 36 tahun. Setelah di awal menjalani pemeriksaan gigi, pria-pria ini diketahui memiliki plak pada gigi mereka yang cukup parah. Mereka kemudian diminta lanjut menjalani pembersihan gigi standar di dokter gigi.

Setelahnya peneliti membagi peserta dalam beberapa kelompok: ada yang diminta rutin menyikat gigi hanya pakai batang miswak dan yang pakai sikat gigi serta odol pabrikan. Hasilnya, peneliti menyimpulkan bahwa bersiwak lebih manjur untuk menjaga kesehatan gigi daripada sikat gigi biasa. Jumlah dan keparahan plak gigi pada kelompok pria yang rutin sikat gigi pakai miswak ditemukan sangat berkurang drastis ketimbang pria yang hanya sikat gigi seperti pada umumnya.

Temuan ini ternyata sejalan dengan rilis media dari WHO yang menyatakan bahwa mengunyah atau mengemut batang pohon miswak sama efektifnya untuk menjaga kebersihan mulut seperti menggunakan sikat gigi dan odol pabrikan.

Bagaimana cara pakai siwak untuk sikat gigi?

Cara menggunakan siwak untuk menyikat gigi itu mudah. Anda hanya perlu menggunakannya seperti sedang menyikat gigi pakai sikat gigi biasa.

Potong, kupas, atau kuliti ujung siwak sekitar 1 cm. Lalu, kunyah ujung yang telah dikupas tersebut sampai serat batangnya terbuka dan membentuk bulu. Gunakan bulu tersebut seperti menyikat gigi biasa. Tidak usah menambahkan pasta gigi.

Berikut cara menyikat gigi yang benar:

  1. Letakkan bulu sikat pada permukaan gigi terdekat tepian gusi dengan posisi sudut 45 derajat. Sikat lembut dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah.
  2. Sikat mulai dari deretan gigi paling belakang salah satu sisi mulut lalu bergerak ke depan masih dengan gerakan memutar. Misalnya dari geraham atas kanan sampai ke sisi kanan depan.
  3. Ketika menyikat gigi barisan depan, pegang batang siwak secara vertikal dan sikat dengan gerakan melingkar dari tepi gusi sampai atas gigi.
  4. Sikat gigi Anda sekitar 2-3 menit untuk memastikan semua permukaan gigi benar-benar tersikat sampai meluruhkan plak atau sisa makanan yang menempel.

Simpan “sikat gigi alami” ini di tempat yang bersih dan kering. Apabila ingin melembutkan bulu, celup sebentar dalam air mawar dan keringkan sebelum dipakai menyikat lagi.

Ketika bulu serat batang miswak sudah mulai terurai dan terlihat seperti sapu, potong dan buang sisa bulu serat. Jika ingin terus gunakan miswak tersebut, kupas lagi kulit miswaknya dan kunyah ujung yang baru untuk membentuk bulu “sikat” baru.

Manfaat siwak selain buat kesehatan mulut dan gigi

Selain daun dan batangnya, akar siwak dapat digunakan untuk mengobati nyeri punggung, nyeri dada, dan sakit perut. Pohon asal jazirah Arab ini juga dapat digunakan sebagai salep pereda sakit kepala jika digosokkan ke dahi.

Sementara itu, biji miswak yang diolah menadi minya esensial dilaporkan dapat membantu meredakan nyeri rematik karena mengandung sejumlah zat aktif seperti asam laurat, miristat, dan asam palmitat.

Tak lupa juga menurut beberapa peneliti, pohon sikat gigi ini bermanfaat sebagai obat antibakteri untuk membantu melawan gejala TB paru. TB atau tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Pohon asal tanah Arab ini juga digunakan dalam pembuatan sabun mandi dan lilin aromaterapi karena wanginya yang harum. Sementara itu kandungan lateks dari kulit siwak bermanfaat untuk mengobati luka.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

Salvadora Persica https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3249923/ Diakses pada 9 Januar 2019.

Miswak: a periodontist perspective https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3545237/ diakses pada 09 Januari 2019.

Comparative effect of chewing sticks and toothbrushing on plaque removal and gingival health https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4114011/ diakses pada 09 Januari 2019.

A review on miswak https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1013905212000181 diakses pada 09 Januari 2019.

Salvadora persica http://www.fao.org/docrep/x5327e/x5327e1j.htm Diakses 09 Januari 2019.

Effect of Salvadora Persica http://www.lifesciencesite.com/lsj/life1110/008_25104life111014_44_48.pdf Diakses pada 09 Januari 2019.

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 11/01/2019
x