home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mencari Tahu Apakah Gigi Bungsu Anda Bermasalah

Mencari Tahu Apakah Gigi Bungsu Anda Bermasalah

Pernahkah Anda mendengar tentang gigi bungsu? Atau malah saat ini Anda sudah memilikinya? Gigi bungsu yang juga disebut wisdom teeth ini terletak di bagian gusi yang paling ujung dan baru tumbuh saat sudah dewasa. Konon, pertumbuhan gigi bungsu sering menimbulkan masalah seperti nyeri yang dapat mengganggu saat mengunyah makanan.

Masalah yang kerap terjadi pada gigi bungsu

Ada kalanya pertumbuhan gigi bungsu terjadi tanpa menimbulkan masalah. Tetapi, gigi bungsu juga bisa tumbuh secara miring sehingga mendorong gusi atau gigi di sebelahnya. Kondisi ini disebut impaksi.

Impaksi dapat terjadi bila tidak memiliki ruang atau tempat yang cukup untuk berkembang secara normal. Pertumbuhannya terasa menyakitkan dan terkadang menyebabkan infeksi.

Awalnya Anda mungkin tidak menyadari ada gigi bungsu yang akan tumbuh. Namun lama kelamaan, Anda akan merasa tidak nyaman atau bahkan nyeri di sekitar rahang dan gigi yang terdekat.

Masalah nyeri akibat impaksi gugu bungsu ini membuat rutinitas menyikat gigi jadi lebih sulit dilakukan. Gigi yang berjejal di rahang atau condong ke samping akan sering bergesekan dengan pipi. Ini bisa menyebabkan munculnya bisul di pipi serta nyeri ketika mengunyah makanan.

Belum lagi, makanan dan bakteri dapat tersangkut di antara gugu bungsu dan gigi sebalahnya. Ini juga rentan terjadi sebab letaknya yang jauh di pojok dan sulit dijangkau dengan sikat gigi. Di kemudian hari, hal ini bisa saja menimbulkan berbagai masalah seperti gigi berlubang, infeksi gusi, serta kerusakan gigi yang lainnya.

Adanya pertumbuhan gigi yang menyerong juga dapat mendorong gigi di sebelahnya. Alhasil, kondisi tersebut akan membuat struktur gigi lain menjadi berantakan.

Apa saja gejala gigi bungsu impaksi?

Beberapa gejalanya mungkin serupa dengan yang Anda rasakan saat baru tumbuh gigi. Namun, gejala akibat impaksi tentu terasa lebih intens dan mengganggu, seperti:

  • nyeri di gusi dan gigi yang dapat menjalar ke area telinga yang dekat dengan wajah,
  • gusi bengkak di bagian belakang mulut,
  • gusi berdarah,
  • kesulitan saat membuka rahang,
  • rasa tak enak du mulut,
  • bau napas tak sedap, serta
  • kesakitan ketika mengunyah atau menggigit makanan.

Bila sudah terlanjur infeksi, Anda juga dapat mengalami beberapa gejala yang meliputi:

  • gusi merah meradang,
  • keluarnya nanah dari gusi,
  • nyeri kelenjar getah bening di bawah rahang, dan
  • demam.

Apa yang akan terjadi kalau gigi bungsu impaksi tidak dicabut?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika tidak ditangani, gigi bungsu yang tumbuhnya tidak normal dapat menimbulkan masalah kesehatan. Berikut di antaranya.

1. Kerusakan gigi lain

Ketika gigi yang impaksi mendorong gigi lain, risiko infeksi pun meningkat di area tersebut. Selain itu, gigi akan tumbuh miring dan menumpuk, sehingga untuk pemulihannya perlu dilakukan pelurusan kembali.

2. Kista

Gigi bungsu akan membentuk kantung yang berisi cairan di tulang rahang. Kista yang terbentuk akan merusak tulang rahang, gigi dan saraf. Tumor nonkanker juga bisa tumbuh.

3. Gigi berlubang

Seperti yang sudah disebutkan di atas, letaknya yang terpencil membuatnya sulit dibersihkan saat menyikat gigi, sehingga makanan dan bakteri mudah terperangkap di area tersebut. Alhasil, hal ini juga bisa menyebabkan infeksi.

4. Sakit gusi

Pembengkakan dan nyeri pada gusi alias pericoronitis bisa terjadi di area gigi yang impaksi tumbuh. Hal ini disebabkan karena sulitnya gigi tersebut dibersihkan.

Bagaimana cara mengatasi gigi bungsu impaksi?

Ketika Anda berkonsultasi ke dokter, dokter akan mendiagnosis gigi impaksi tersebut, apakah akan dilakukan pencabutan atau tidak. Jika gigi terbebas dari penyakit, mungkin hanya akan dilakukan perawatan.

Sebaliknya, kalau gigi bungsu yang impaksi telah menyebabkan masalah dan menimbulkan risiko penyakit di masa depan, dokter akan melihat lebih lanjut prosedur apa yang akan direkomendasikan.

Gigi impaksi yang menimbulkan rasa nyeri dan permasalahan mulut lainnya, akan direkomendasikan untuk ditangani lewat operasi.

Operasi akan dilakukan di bawah pengaruh anestesi lokal. Pemberian anestesi bertujuan untuk membuat mulut Anda menjadi kebas atau mati rasa, sehingga Anda tidak merasakan sakit selama berjalannya operasi.

Kemudian, dokter melakukan pencabutan gigi. Dokter gigi akan membuat sayatan di gusi dan menghilangkan tulang yang menghalangi akses ke akar gigi impaksi. Setelah berhasil dicabut, dokter akan menutup luka dengan jahitan dan menutup ruang kosong pada area tersebut dengan kain kasa.

Operasi ini tidak membutuhkan waktu lama, Anda bisa pulang hari itu juga. Efek yang ditimbulkan setelahnya adalah rasa sakit dan perdarahan, serta bengkak pada rahang Anda.

Beberapa orang mungkin akan kesulitan membuka mulutnya karena bengkak di otot rahang. Dokter akan memberikan instruksi untuk menangani pembengkakan dan nyeri tersebut. Anda juga harus meminum obat dan mengompresnya dengan air dingin untuk mengurangi bengkak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dodson T. B. (2008). Mythbusters and wisdom teeth. American journal of public health, 98(4), 581–582. Retrieved 26 January 2022.

Impacted Wisdom Teeth. (2018). Mayo Clinic. Retrieved 26 January 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/wisdom-teeth/symptoms-causes/syc-20373808

Wisdom Teeth. (n.d.). Better Health Channel. Retrieved 26 January 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/wisdom-teeth

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rizki Pratiwi Diperbarui 2 jam lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa