Jarang Mengganti Sikat Gigi Bisa Picu Gigi Sensitif

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apabila mempunyai gigi yang sensitif, menikmati hidangan favorit dapat menimbulkan ngilu yang timbul dalam sekejap. Menjengkelkan, bukan? Oleh karena itu, mari kenali penyebab gigi sensitif. Dimulai dari menggemeretakkan gigi sampai jarang mengganti sikat gigi bisa picu gigi sensitif. Temukan juga cara mengatasi dan mencegah gigi sensitif yang efektif.

Penyebab gigi sensitif

Banyak faktor yang menyebabkan Anda tidak dapat menikmati hidangan kesukaan karena gigi sensitif. Kondisi ini terjadi karena kerusakan pada lapisan pelindung alias email gigi membuatnya tak mampu melindungi jaringan di bawah gigi, seperti dentin dan akar gigi.

Akar gigi juga dapat terekspos apabila kesehatan gusi menurun, seperti gusi turun atau resesi gingiva. Gusi yang menurun membuat akar gigi terpapar sehingga bereaksi terhadap hal-hal yang ada di dalam mulut, seperti makanan dingin dan panas.

Selain itu, menurut Cleveland Clinic, penyebab lainnya adalah:

  • Menggemeretakkan gigi
  • Sikat gigi terlalu keras
  • Sering mengonsumsi makanan asam sehingga lapisan pelindung gigi terkikis
  • Gigi berlubang
  • Penyakit gusi

Tak hanya itu, jarang ganti sikat gigi juga termasuk salah satu faktor yang bisa picu gigi sensitif.

Alasan jarang ganti sikat gigi bisa picu gigi sensitif

foto seseorang sedang mengecek bulu sikat giginya karena jarang ganti sikat gigi dapat picu gigi sensitif

Sikat gigi yang masih baru tentu memiliki bulu sikat yang masih bagus. Sedangkan, bulu sikat gigi yang telah digunakan secara perlahan akan terurai tidak beraturan.

Umumnya, ujung bulu sikat gigi akan terurai sembarangan setelah 3 bulan digunakan dan dapat lebih cepat jika Anda menggosok gigi terlalu keras. Lantas, bagaimana bisa jarang mengganti sikat gigi menyebabkan gigi sensitif?

Jarang ganti sikat gigi bisa picu gigi sensitif karena ujung bulu sikatnya telah berubah tidak beraturan. Menurut Persatuan Dokter Gigi Amerika Serikat (ADA), sikat gigi yang sudah lama tidak diganti tak mampu membersihkan gigi dengan baik.

Saat gigi tidak dibersihkan dengan baik, plak dapat terbentuk. Penumpukan plak pada gigi dapat memicu masalah pada gigi, seperti lubang pada gigi dan karies gigi. Alhasil, gigi menjadi sensitif.

Selanjutnya, bulu sikat yang sudah tak layak pakai membahayakan kesehatan gusi. Bersumber dari kajian yang sama, menggosok gigi menggunakan sikat gigi dengan ujung bulu sikat yang telah rusak dapat menyebabkan iritasi pada gusi.

Masalah pada gusi dapat menyebabkan akar gigi terekspos yang secara langsung bisa berkontribusi terhadap ngilu yang timbul akibat gigi sensitif.

Sederhananya, menyikat gigi dengan sikat gigi yang sudah lama tidak diganti membuat hasil sikat gigi tidak optimal. Hal ini cenderung menyebabkan iritasi pada gusi dan terbentuknya plak, karena bulu sikat yang sudah rusak tidak mampu membersihkan sisa makanan dan minuman dengan baik. Oleh karena itu, jarang ganti sikat gigi dapat picu gigi sensitif.

Mengatasi dan mencegah gigi sensitif

Gigi sensitif terjadi karena beberapa hal, seperti jarang ganti sikat gigi dapat picu gigi sensitif. Namun, tak perlu khawatir karena kondisi ini dapat diatasi dan dicegah. Caranya dengan:

  • Tidak menyikat gigi terlalu keras supaya meminimalisasi pengikisan pada lapisan pelindung gigi
  • Menggunakan sikat gigi berbulu halus agar risiko iritasi tetap kecil
  • Sikat gigi dengan benar
  • Hindari menggemeretakkan gigi
  • Jaga kebersihan gigi dan mulut secara rutin
  • Ganti sikat gigi rusak yang dapat picu gigi sensitif

Hal yang terpenting adalah menggunakan pasta gigi khusus saat gejala akibat gigi sensitif timbul, seperti dimuat dari Mayo Clinic. Hasil studi yang berjudul Evaluation of the clinical efficacy of potassium nitrate desensitizing mouthwash and a toothpaste in the treatment of dentinal hypersensitivity juga menyatakan, pasta gigi sensitif berbahan potassium nitrate terbukti efektif mengurangi ngilu akibat gigi sensitif.

Setelah ngilu reda, pasta gigi khusus gigi sensitif juga tetap dapat digunakan sebagai pasta gigi harian karena sebuah studi membuktikan kemanjurannya dalam menutup saluran dentin. Dengan begitu, jaringan di bawah gigi tidak terpapar pemicu gigi sensitif, seperti dingin atau panas dari minuman.

Kandungan pelengkap pada pasta gigi sensitif juga membuat Anda tidak kehilangan manfaat tambahan dari pasta gigi pada umumnya. Contohnya, pasta gigi sensitif dengan ekstrak daun mint membantu melindungi gigi sensitif sekaligus menjaga kesegaran napas. Kandungan potassium nitrate berfungsi untuk meredakan nyeri atau ngilu akibat gigi sensitif. Sementara ekstrak daun mint menjaga kesegaran napas untuk menjalani hari.

Setelah melakukan cara mengatasi dan mencegah gigi sensitif, jangan lupa untuk periksa gigi rutin ke dokter gigi untuk mengevaluasi kesehatan mulut Anda secara berkala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut Perokok, Begini Caranya!

Cegah berbagai risiko penyakit dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut bagi perokok ini. Ingat, mulut bisa jadi jalan bakteri masuk ke dalam tubuh!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
gigi perokok
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Masalah Kesehatan Oral yang Mengintai Perokok Aktif dan Trik Perawatannya

Perokok aktif lebih berisiko mengalami masalah oral. Berikut masalah yang umum ditemui serta tips dan trik untuk perawatan sekaligus pencegahannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
masalah oral perokok aktif
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Gigi Sensitif

Gigi sensitif menyebabkan Anda susah mengonsumsi yang terlalu dingin, panas, atau asam. Cari tahu penyebab, pengobatan, dan cara mencegahnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

7 Penyebab Sakit Rahang yang Mungkin Anda Tidak Sadari, Apakah Berbahaya?

Nyeri rahang dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk makan dan berbicara. Penting untuk mengetahui apa penyebabnya untuk bisa menemukan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
kesehatan mulut dan gigi

Pengaruh Kesehatan Gigi dan Mulut Bagi Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
obat kumur antiseptik

Mengenal Kandungan Obat Kumur Antiseptik dan Manfaatnya untuk Kesehatan Oral

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
gigi copot saat remaja

Gigi Copot Saat Remaja, Apakah Bisa Tumbuh Lagi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat gigi ngilu

Rekomendasi Obat Alami dan Medis untuk Meredakan Ngilu di Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit