home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kelebihan dan Kekurangan Sikat Gigi Elektrik

Kelebihan dan Kekurangan Sikat Gigi Elektrik

Sikat gigi modern seperti yang kita gunakan saat ini pertama kali diciptakan pada akhir 1930-an. Beberapa perbaikan dan improvisasi telah dilakukan pada desain sikat gigi semenjak itu, namun konsep aslinya tidak pernah berubah. Hingga akhirnya di tahun 1990-an, sikat gigi elektrik datang mengguncang dunia sebagai alternatif populer dan bebas pegal dibanding versi manual.

Keunggulan sikat gigi elektrik

Meski masih menjadi andalan karena harganya yang murah, agak sulit untuk membersihkan gigi dengan efektif menggunakan sikat gigi manual.

Sebab, selain harus memahami teknik menggosok gigi yang benar, Anda juga harus menggerakkan sikat bolak-balik di dalam mulut untuk menjangkau semua bagian gigi.

Ini tentu bisa jadi masalah bila Anda sedang buru-buru, otomatis Anda akan cenderung asal-asalan menggosok gigi. Belum lagi bila Anda menyikat gigi terlalu kencang, lapisan enamel pelindung gigi bisa saja mengelupas.

Nah, kehadiran sikat gigi elektrik bisa menjadi alternatif yang bagus untuk menggantikan sikat gigi biasa. Berikut adalah beberapa keunggulan sikat gigi elektrik.

1. Cocok untuk anak-anak dan orang yang memiliki keterbatasan gerak

Sikat elektrik dapat menjadi alat yang memudahkan rutinitas harian bagi orang-orang yang memiliki kesulitan menggunakan tangan mereka, misalnya untuk golongan manula dan mereka yang memiliki arthritis.

Terlebih lagi, anak-anak yang rentan rewel dan malas menggosok gigi bisa Anda rayu untuk menggunakan sikat gigi elektrik.

Kebanyakan anak jarang menyikat gigi hanya karena alasan malas atau tidak ingin. Sikat elektrik menyediakan kemudahan dan sesi gosok gigi yang menyenangkan tanpa harus membuang banyak tenaga. Ssshh… berlaku juga untuk Anda yang malas, lho!

Untuk menggunakannya, Anda cukup memposisikan sikat pada sudut 45º dan biarkan sikat bekerja dengan sendirinya.

2. Efektif mengurangi plak dan gingivitis

Penelitian dari jurnal Clinical, Cosmetic, and Investigational Dentistry menunjukkan bahwa sikat gigi elektrik bekerja lebih efektif untuk membasmi plak.

Dibandingkan dengan sikat gigi biasa, sikat gigi canggih ini terbukti ampuh mengurangi plak 21 persen lebih banyak dan menurunkan risiko gingivitis (radang gusi) hingga 11 persen.

Kesehatan gusi secara keseluruhan juga meningkat setelah 3 bulan penggunaan rutin, terutama jika menggunakan sikat gigi elektrik yang menggunakan fitur rotation oscillation (bulu sikat berputar sekaligus bolak-balik).

3. Ada timer dan tidak perlu menggosok terlalu keras agar lebih bersih

Jika Anda cenderung menyikat gigi terlalu keras, risikonya gigi akan mudah rusak. Maka dari itu, sikat gigi elektrik akan memudahkan Anda untuk mengatur kelembutan tekanan pada gusi dan gigi, sekaligus juga membersihkan di waktu yang bersamaan.

Banyak dari produk sikat elektrik yang memiliki fitur built-in timer yang akan menghentikan perputaran sikat secara otomatis begitu waktu habis.

Dengan begitu, risiko menyikat terlalu lama dan terlalu keras yang justru merusak gigi akan dapat dihindari.

Kekurangan sikat gigi elektrik

Sayangnya, sikat gigi elektrik juga memiliki kekurangan. Apa saja?

1. Biaya yang cukup menguras kantong

Anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli sikat elektrik. Belum lagi, bagian kepala sikat gigi harus diganti sesering mungkin. Sayangnya, banyak dari kepala sikat elektrik cadangan ini dijual terpisah. Bersiaplah untuk menyediakan biaya tambahan.

Terlebih lagi, walaupun ukuran sikat elektrik bisa dua kali lipat lebih besar daripada sikat biasa, sikat ini cenderung lebih ringkih.

Jika Anda menjatuhkan sikat, atau rusak karena alasan tertentu (di luar garansi), biaya penggantian sikat cukup dapat membuat dompet semakin menipis.

2. Tidak praktis

Sikat gigi elektrik cenderung memiliki ukuran yang lebih besar, membuatnya sulit untuk disimpan dalam tas atau koper saat bepergian.

Selain itu, Anda juga perlu menyediakan baterai cadangan darurat dan tidak boleh lupa membawa charger kemana pun Anda pergi membawa sikat gigi Anda.

Di rumah, Anda harus mengisi baterai sikat sebelum bisa menggunakannya. Malahan, terkadang ada sikat gigi yang harus dihubungkan dengan listrik terlebih dahulu agar bisa digunakan.

3. Tidak memberikan efek yang signifikan pada plak di gigi

Memang, meski sika elektrik dapat membersihkan plak lebih baik daripada sikat biasa, perbedaan yang dihasilkan tidak terlalu signifikan.

Bahkan, sebuah studi di Brazil yang melakukan percobaan penggunaan sikat elektrik pada manula menunjukkan bahwa pengurangan plak tidak jauh berbeda dan hampir serupa dengan sikat biasa.

Seperti apa sikat gigi elektrik yang direkomendasikan?

Bila Anda tertarik mencoba sikat elektrik, pilihlah produk yang nyaman digenggam dan mudah digunakan.

Biasanya, dokter menyarankan Anda untuk memilih model dengan kepala sikat yang dapat berputar ke satu arah kemudian berganti ke arah yang lain. Sikat gigi dengan bulu getar yang cepat juga bisa menjadi pilihan tepat.

Namun pada akhirnya, pilihan kembali pada preferensi masing-masing. Apapun modelnya, Anda harus tahu kapan harus mengganti kepala sikat guna memastikan sikat gigi terus bekerja secara efektif.

Pastikan Anda sikat gigi setiap dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida selama dua menit. Jangan lupa menggunakan flossing untuk menjangkau sisa-sisa kotoran yang menyelip di gigi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Jain Y. (2013). A comparison of the efficacy of powered and manual toothbrushes in controlling plaque and gingivitis: a clinical study. Clinical, cosmetic and investigational dentistry, 5, 3–9. Retrieved 10 September 2021.

Electric Toothbrush: Better Than a Manual Toothbrush? (2020). Mayo Clinic. Retrieved 10 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/electric-toothbrush/faq-20058325

Should I Be Using an Electric Toothbrush? (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 10 September 2021, from https://health.clevelandclinic.org/should-i-be-using-an-electric-toothbrush/

Nobre, C., Gomes, A., Gomes, A., Gomes, A. A., & Nascimento, A. (2020). Assessment of the efficacy of the utilisation of conventional and electric toothbrushes by the older adults. Gerodontology, 37(3), 297–302.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui baru saja
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x