backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

15

Tanya Dokter
Simpan

9 Cara Mudah untuk Menghentikan Darah Setelah Cabut Gigi

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 01/03/2023

9 Cara Mudah untuk Menghentikan Darah Setelah Cabut Gigi

Perdarahan setelah cabut gigi memang merupakan hal yang wajar. Namun, Anda mungkin tetap perlu mencari cara menghentikan keluarnya darah setelah cabut gigi karena ini membuat mulut terasa tidak nyaman.

Untungnya, Anda tidak perlu kembali ke dokter gigi untuk melakukan perawatannya. Beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk membantu meredakan pendarahan.

Berbagai cara menghentikan darah setelah cabut gigi

Ekstraksi gigi atau yang lebih familiar disebut cabut gigi adalah tindakan bedah minor untuk mengeluarkan gigi dari soketnya.

Cabut gigi kerap dilakukan untuk mengatasi trauma gigi dari benturan karena kecelakaan atau pukulan.

Selain itu, cabut gigi juga direkomendasikan bagi mereka yang memiliki impaksi gigi, kerusakan gigi yang parah, dan penyakit gusi. Tindakan ini dilakukan untuk menghindari infeksi.

Setelah cabut gigi, perdarahan biasanya terjadi selama 3–30 menit. Jangan khawatir, ini merupakan kondisi yang wajar dan Anda bisa mengatasinya sendiri.

Berikut adalah beberapa cara perawatan setelah cabut gigi yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan pendarahan.

1. Gigit kapas

cabut gigi saat puasa

Tempelkan kapas steril ke lokasi gigi yang baru saja dicabut. Setelah itu, gigit kapas dengan lembut untuk menahannya supaya tidak bergeser.

Menggigit kapas akan membantu menghentikan perdarahan sekaligus mencegahnya tertelan bersama air liur.

Diamkan kapas selama 30 menit sampai satu jam. Jika perdarahan masih terjadi, ganti dengan kapas baru sampai berhenti.

2. Gunakan kantong teh

Selain kapas, kantong teh yang baru saja diseduh juga dapat digunakan untuk menghentikan gusi berdarah setelah gigi dicabut.

Usahakan untuk menggunakan teh hijau atau hitam karena keduanya mengandung tanin dan polifenol yang dapat membantu menghentikan perdarahan.

Pastikan Anda sudah mendinginkan kantong teh terlebih dahulu setelah diseduh. Berikutnya, tempelkan kantong ke lokasi gigi yang baru dicabut.

3. Cara menghentikan darah setelah cabut gigi dengan air garam

Melansir dari laman Oral Health Foundation, berkumur air garam dapat membantu penyembuhan soket setelah cabut gigi. Namun, Anda hanya bisa melakukan ini setelah 24 jam gigi dicabut.

Caranya, larutkan setengah sendok garam ke dalam segelas air hangat. Setelah itu, gunakan untuk berkumur selama 30 menit. Ulangi sebanyak 3–4 kali sehari dengan larutan air garam yang berbeda.

Selain mencegah perdarahan kembali terjadi, berkumur dengan larutan air garam hangat juga mencegah soket terinfeksi.

4. Hindari mengunyah makanan keras

Setelah cabut gigi, dokter biasanya akan menyarankan untuk memilih makanan bertekstur lembut seperti sup, bubur, atau yoghurt setidaknya selama 24 jam ke depan.

Mengunyah makanan keras dikhawatirkan dapat memperparah trauma pada gigi dan membuat perdarahan semakin lama berhenti.

Maka, cara yang bisa Anda gunakan untuk menghentikan darah setelah cabut gigi adalah dengan menghindarinya.

5. Kompres dingin

kompres sakit gigi

Sensasi dingin dari es batu dapat menyempitkan pembuluh darah yang terbuka setelah gigi dicabut. Dengan begitu, perdarahan bisa perlahan dihentikan.

Alih-alih langsung meminum es setelah cabut gigi, Anda bisa menggunakan es batu untuk mengompresnya dari luar.

Caranya, lapisi es batu dengan kain, lalu tempelkan pada kulit wajah Anda yang berbatasan langsung dengan gigi. Diamkan selama 10–20 menit dan ulangi sampai Anda merasa lebih nyaman.

Makan es krim setelah operasi gigi

Pernahkah Anda menjalani operasi gigi? Usai menjalani operasi, dokter umumnya akan menyarankan Anda untuk makan es krim. Ini juga memiliki tujuan yang sama dengan kompres dingin usai cabut gigi.
Usahakan untuk memilih soft ice cream dan hindari ice cream dengan tambahan topping.

6. Hindari aktivitas berat

Masa penyembuhan cabut gigi biasanya memakan waktu selama 1–2 minggu. Selama itu pula, usahakan untuk tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat.

Aktivitas berat akan membuat jantung memompa darah lebih banyak sehingga perdarahan akan lebih susah untuk dihentikan.

Selain itu, melakukan olahraga berat setelah mencabut gigi justru bisa memperparah perdarahan dan membuatnya berlangsung lebih lama.

7. Tidur dengan bantal yang tinggi

Tidur pakai makeup

Menjaga posisi kepala lebih tinggi dari jantung saat duduk atau tidur juga bisa membantu menghentikan darah setelah cabut gigi.

Anda bisa melakukan cara ini dengan menyusun bantal yang lebih tinggi saat sedang tidur. Cara ini juga dapat mencegah darah tertelan bersama air liur.

8. Hindari penggunaan sedotan

Menggunakan sedotan setelah cabut gigi dikhawatirkan dapat melukai soket gigi yang masih terbuka mengingat ujung sedotan yang cukup tajam.

Selain itu, proses mengisap minuman dari sedotan juga dapat menghambat proses pembekuan darah.

Penggunaan sedotan setelah cabut gigi juga meningkatkan risiko dry socket yang bisa menyebabkan nyeri hebat.

9. Cara lain untuk menghentikan darah setelah cabut gigi

Selain beberapa cara di atas, Anda juga bisa menghentikan pendarahan setelah cabut gigi dengan melakukan beberapa hal berikut.

  • Hindari makanan atau minuman panas selama 24 jam setelah gigi dicabut. Panas dapat menghambat pembekuan darah.
  • Jangan memainkan soket gigi yang sudah dicabut dengan lidah.
  • Berhenti merokok karena merokok dapat memperlambat penyembuhan jaringan gusi.
  • Istirahat yang cukup.

Jika pendarahan setelah cabut gigi tidak juga berkurang selama lebih dari 24 jam bahkan setelah menggunakan berbagai cara di atas, Anda bisa kembali ke dokter gigi untuk menanyakan solusi yang tepat.

Selain itu, Anda juga bisa kembali ke dokter gigi jika merasakan nyeri hebat pada area yang baru saja dicabut. Untuk mengatasi nyeri, dokter mungkin memberikan parasetamol atau ibuprofen.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 01/03/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan