Amankah Memutihkan Gigi Sendiri di Rumah Pakai Produk Pemutih yang Dibeli Online?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30 September 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gigi putih cemerlang adalah impian semua orang. Namun untuk mencapainya, kebanyakan memilih cara yang instan seperti membeli produk pemutih gigi di toko obat atau di toko online. Memang boleh memutihkan gigi sendiri di rumah? Apakah hasilnya akan sama seperti ketika memutihkan gigi di dokter?

Produk pemutih gigi di pasaran mengandung hidrogen peroksida dosis rendah

Prosedur memutihkan gigi di dokter gigi (whitening atau bleaching) umumnya memakai gel khusus yang mengandung hidrogen peroksida dalam dosis tinggi (sekitar 10%). Gel pemutih gigi tersebut tidak dijual bebas dan harus ditangani langsung oleh dokter yang bersangkutan, tidak boleh digunakan oleh sembarang orang.

Hidrogen peroksida dalam dosis tinggi akan langsung bekerja memecah dan mengikis plak lapisan warna yang menempel di gigi, sehingga gigi kembali pada warna aslinya.

Namun saat ini di pasaran banyak tersedia produk pemutih gigi yang mengandung hidrogen peroksida dalam dosis lebih rendah. Misalnya pasta gigi pemutih, obat kumur whitening, whitening strips (lembaran terlapis gel yang ditempel ke barisan gigi), hingga seperangkat alat pemutih gigi (home-bleaching kit) yang dilengkapi dengan sediaan gel hidrogen peroksida dosis sedang dan cetakan gigi (tray).

Cara menggunakan home-bleaching kit meniru prosedur memutihkan gigi di dokter gigi, yaitu dengan menuangkan gel ke cetakan gigi dan gigit cetakan tersebut selama 30 menit. Setelahnya lepas dan berkumur seperti biasa.

Jadi, apa aman memutihkan gigi di rumah?

Penggunaan produk pemutih gigi rumahan aman selama digunakan dengan cara yang tepat, sesuai dengan aturan pakai yang tertera di label kemasan, dan tidak berlebihan. Untuk lebih amannya, beli produk yang telah memiliki izin BPOM. Sebagai catatan, hingga artikel ini ditulis belum ada whitening strips yang dijual bebas di Indonesia dengan izin BPOM.

cara menyikat gigi

Apakah efektif?

Pada umumnya, berbagai metode rumahan untuk memutihkan gigi di atas hanya mampu memperbaiki warna gigi hingga gigi 1-2 tingkat lebih cerah dan hasilnya tidak akan tahan lama. Pasalnya, kandungan hidrogen peroksidanya sedikit.

Anda harus mengulangi prosedur yang sama hingga beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Terlebih jika pada mulanya warna gigi Anda sangat kusam. Anda harus semakin sering giat memutihkan gigi berulang kali agar tampak lebih cerah warnanya.

Sebaliknya, hasil memutihkan gigi di dokter gigi lewat prosedur bleaching bisa lebih cerah dan mungkin tidak perlu dilakukan hingga berkali-kali karena dapat bertahan awet hingga 1 tahun. Tentu jika Anda bisa benar-benar menjaga gaya hidup Anda.

Apa bahayanya kalau memutihkan gigi berlebihan?

Penelitian menunjukkan bahwa memutihkan gigi secara berlebihan (baik itu sangat sering, dalam jangka panjang, atau pakai dosis pemutih yang kelewat tinggi) dapat mengikis email gigi sehingga gigi jadi sensitif dan rentan rapuh.

Semakin tinggi dosis bahan pemutih yang dipakai, semakin lama gigi terpapar bahan kimia tersebut, dan semakin sering gigi diputihkan, risikonya semakin meningkat. Penelitian juga menunjukan bahwa dosis hidrogen peroksida yang lebih dari 10% dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan sensasi terbakar ketika tersentuh kulit langsung.

Bahaya lain yang bisa muncul pada prosedur pemutihan gigi di rumah menggunakan custom tray adalah jika tray tidak pas dengan bentuk gigi Anda. Ini dapat menyebabkan iritasi gusi dan ada risiko gel tertelan.

Apa pantangan yang harus dihindari setelah pakai pemutih gigi?

Sebisa mungkin hindari konsumsi makanan dan minuman berwarna, misalnya teh dan kopi, minuman bersoda, dan minuman beralkohol seperti wine seminggu setelah memutihkan gigi. Hentikan kebiasaan merokok setelah memutihkan gigi. Merokok bisa membuat gigi kembali menguning.

Lalu yang paling penting rajin sikat gigi 2 kali sehari, di pagi dan malam hari. Bila perlu, gunakan pasta gigi pemutih dan obat kumur. Pasta gigi pemutih dapat membantu mempertahankan warna gigi setelah proses bleaching di dokter.

Lebih lagi dilakukan terus menerus agar warna putihnya tetap bertahan hingga 1 tahun atau bahkan lebih.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli drg. Melia

Gigi Patah, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Memperbaikinya?

Gigi patah bisa terjadi dan disebabkan oleh banyak hal tak terduga. Saat gigi patah, jangan sepelekan dan cepat pergi ke dokter gigi!

Ditulis oleh: drg. Melia
gigi patah
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020

Penyebab dan Cara Mengatasi Gusi yang Bengkak

Gusi sakit dan membengkak bukan sekadar hal sepele. Jika dibiarkan bisa menyebabkan masalah serius lainnya. Pahami apa saja penyebab gusi bengkak.

Ditulis oleh: drg. Melia
penyebab gusi bengkak

Panduan Tepat Merawat Gigi yang Dipasang Behel

Bagi Anda yang giginya dibehel atau dikawat, harus merawat giginya dengan benar. Bagaimana cara merawat kawat gigi di rumah ataupun di dokter?

Ditulis oleh: drg. Melia
cara merawat gigi dikawat

Yang juga perlu Anda baca

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Banyak orang mengira sebelum dan setelah haid bukan menjadi masa subur wanita. Tapi apakah berhubungan seks setelah haid bisa menyebabkan kehamilan?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Menstruasi 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit