Apakah Pasta Gigi Pemutih Benar-Benar Ampuh Memutihkan Gigi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Punya gigi kuning bikin minder? Jangan khawatir. Ada banyak cara memutihkan gigi yang bisa Anda coba. Selain ke dokter gigi, gosok gigi pakai pasta gigi pemutih bisa jadi cara yang paling murah meriah. Katanya pasta gigi ini ampuh untuk memutihkan gigi dalam sekejap, bebas ribet. Benar begitu?

Haruskah pakai pasta gigi pemutih untuk memutihkan gigi?

Sebenarnya semua pasta gigi yang dijual bebas di pasaran dapat membantu mengangkat noda pada gigi akibat mengonsumsi teh, kopi, atau merokok. Hal ini berkat kandungan zat abrasif seperti alumina, silika, kalsium karbonat, dan kalisum fosfat yang terkandung di dalamnya.

Namun, khusus untuk pasta gigi yang mengandung pemutih, kandungan zat abrasifnya lebih kuat sehingga lebih efektif mengelupaskan noda ketimbang pasta gigi biasa.

Sejumlah produk pemutih gigi yang dijual bebas di pasaran juga banyak yang mengandung carbamide peroxide atau hidrogen peroksida yang dapat mencerahkan warna gigi kusam jadi setingkat lebih putih.

Beberapa pasta gigi pemutih juga ada yang mengandung bahan kimia seperti blue covarine. Ini memberikan efek ilusi mencerahkan yang membuat gigi Anda tampak lebih putih. Anda bisa gosok gigi dengan pasta gigi pemutih sebanyak dua kali sehari.

Odol pemutih tidak mengubah warna asli gigi

Apabila digunakan rutin dua kali sehari, pasta gigi pemutih efektif untuk menyamarkan noda permukaan gigi dalam dua hingga enam minggu. Jika Anda menggunakan pasta gigi yang mengandung blue covarine, efek akan langsung terlihat setelah Anda menggosok gigi.

Namun, penting untuk dipahami bahwa odol yang mengandung pemutih tidak mengubah warna asli gigi. Tidak pula menghilangkan noda yang meresap dan tertinggal di bagian terdalam permukaan gigi (dentin). Pasta gigi ini hanya mampu menyamarkan noda di permukaan terluar gigi, alias enamel gigi.

Gigi memiliki banyak lapisan yang dapat berubah warna karena berbagai alasan. Lapisan gigi terluar dapat berubah warnanya akibat makanan dan minuman yang Anda konsumsi sehari-hari. Sementara lapisan gigi terdalam yang disebut dentin pada dasarnya akan menguning secara alami seiring bertambahnya usia.

Hati-hati efek samping pasta gigi pemutih

Meski efektif membantu menyamarkan noda di gigi, sebaiknya hati-hati pakai pasta gigi pemutih. Apabila digunakan dalam waktu yang lama, odol ini dapat menyebabkan kerusakan enamel gigi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal Dentist melaporkan bahwa sejumlah pasta gigi pemutih yang banyak dijual di pasar dapat menyebabkan erosi enamel gigi jika digunakan dalam jangka waktu lama.

Sayangnya, penelitian ini baru diuji pada hewan, sehingga masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan efek pasta gigi yang mengandung pemutih pada kerusakan gigi manusia.

Jika Anda ingin menggunakan pasta gigi pemutih, carilah produk yang punya segel dari organisasi terkemuka, seperti American Dental Association. Segel ini menunjukkan bahwa pasta gigi yang Anda gunakan aman dan efektif untuk menghilangkan noda di gigi.

Ada baiknya, Anda juga berkonsultasi ke dokter gigi sebelum menggunakan sikat gigi pemutih atau produk pemutih gigi lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baking Soda untuk Gigi Lebih Putih? Begini Cara Pakainya

Menggunakan baking soda untuk gigi lebih putih dan bebas noda kini banyak dipraktikkan. Bagaimana cara kerja dan anjuran pemakaiannya agar tetap aman?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
baking soda untuk gigi
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Maloklusi (Gigi Berantakan)

Maloklusi adalah gangguan pada tulang rahang yang menyebabkan gigi berantakan,entah itu jadi tumpang tindih, bengkok, atau gigi tonggos (overbite).

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

12 Jenis Perawatan Gigi Melalui Prosedur Medis

Perawatan gigi melalui prosedur medis dengan dokter dapat membantu mengurangi risiko kerusakan gigi. Pelajari jenisnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Anda Waspadai?

Bagi beberapa orang, tidak masalah mengeluarkan uang banyak untuk memutihkan gigi dengan bleaching. Namun adakah efek bleaching gigi yang perlu diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak mulai menyikat gigi

Di Usia Berapa Sebaiknya Anak Mulai Menyikat Gigi? Ternyata Begini Anjurannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
scaling gigi

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
pulpotomi adalah

Mengenal Perawatan Pulpotomi untuk Gigi, Kapan Sebaiknya Anda Lakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gigi goyang

Gigi Goyang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit