backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Behel Self Ligating, Inovasi Terbaru untuk Senyum Sempurna

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

Behel Self Ligating, Inovasi Terbaru untuk Senyum Sempurna

Penggunaan kawat gigi atau behel membantu memperbaiki masalah gigi yang tidak rata. Salah satu inovasi terbaru yang kini banyak dipertimbangkan adalah behel self ligating. Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan jenis kawat gigi ini? Simak ulasannya di bawah ini.

Seperti apa itu behel self ligating?

Behel self ligating adalah jenis perawatan ortodonti yang menggunakan bracket khusus untuk mengunci kawat baja tanpa memerlukan karet elastis. 

Dibandingkan dengan kawat gigi konvensional, self ligating braces telah menggunakan mekanisme klip pegas atau pintu geser pada bracket yang lebih praktis dan efisien.

Salah satu keuntungan dari jenis kawat gigi ini yakni berkurangnya gesekan antara kawat baja dan bracket. Hal ini bisa mengurangi ketidaknyamanan selama menggunakan kawat gigi.

Selain itu, behel self ligating cenderung lebih mudah dibersihkan daripada kawat gigi konvensional.

Perawatan gigi dan mulut yang tepat sangat penting untuk mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi selama menggunakan perangkat ini.

Jenis behel self ligating

Berdasarkan jenis bracket-nya, kawat gigi self ligating terbagi menjadi dua jenis, yakni aktif dan pasif.
  • Bracket aktif: memiliki klip pegas yang mampu memberikan tekanan tambahan pada kawat gigi sehingga pergerakan gigi akan lebih efektif dan cepat.
  • Bracket pasif: memiliki mekanisme pintu geser sederhana yang bisa menutup dan tidak mengganggu posisi kawat dalam tempatnya.

Perbedaan behel konvensional vs behel self ligating

pasang behel gigi, fakta behel gigi

Perbedaan utama kawat gigi konvensional dan behel self ligating terletak pada desain bracket serta cara kerja sistem pengunciannya.

Kawat gigi konvensional menggunakan karet elastis untuk menahan kawat baja di tempatnya. Karet ini perlu diganti secara teratur, biasanya setiap 4–6 minggu sekali.

Sementara itu, kawat gigi self ligating tidak memerlukan karet elastis. Jenis kawat gigi ini menggunakan bracket yang memiliki mekanisme klip pegas atau pintu geser untuk menahan kawat baja.

Karena mekanisme ini mengurangi gesekan antara kawat dan bracket, cara merapikan gigi seperti ini cenderung lebih efisien dan signifikan hasilnya. 

Hal ini bisa mengurangi frekuensi kunjungan ke ortodontis dan mempercepat durasi perawatan.

Kelebihan dan kekurangan behel self ligating

Sebelum memilih perawatan ortodonti ini, Anda perlu memperhatikan beberapa kelebihan dan kekurangan kawat gigi self ligating sebagai berikut.

Kelebihan behel self ligating

Berikut adalah sejumlah kelebihan kawat gigi self ligating yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda.

  • Frekuensi kunjungan rutin ke ortodontis yang berkurang karena mekanisme bracket ini lebih stabil dan memerlukan penyesuaian lebih sedikit.
  • Area di sekitar bracket lebih mudah dibersihkan karena tidak adanya karet elastis yang menjebak plak dan sisa-sisa makanan.
  • Gesekan yang lebih sedikit antara bracket dan kawat baja membuat pergerakan gigi lebih cepat sehingga mempercepat durasi perawatan gigi.
  • Bracket tersedia dalam pilihan keramik atau transparan yang tidak terlalu mengganggu penampilan.

Kekurangan behel self ligating

Meskipun begitu, jenis kawat gigi ini juga tidak luput dari beberapa kekurangan sebagai berikut.

  • Biaya yang cenderung lebih mahal daripada behel konvensional karena teknologi dan material bracket yang digunakan.
  • Mekanisme bracket terkadang bisa kendur atau rusak sehingga memerlukan perbaikan yang dapat memperpanjang durasi perawatan.
  • Kemungkinan tidak cocok untuk semua kasus, terutama gigi berantakan atau maloklusi yang kompleks.

Prosedur pemasangan kawat gigi self ligating

pakai behel dokter gigi

Pada dasarnya, pemasangan behel self ligating tidak jauh berbeda dengan behel konvensional.

Anda perlu mengunjungi dokter gigi spesialis ortodonti atau ortodontis (Sp.Ort) untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk menilai kondisi gigi dan rahang.

Saat melakukan kunjungan pertama kali, ortodontis akan mengambil foto rontgen dan membuat cetakan gigi untuk menentukan rencana perawatan.

Jika dinyatakan boleh untuk memasang behel, barulah Anda dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut.

  • Sebelum pemasangan behel, dokter akan membersihkan gigi dengan scaling gigi untuk memastikan bracket dapat menempel dengan baik.
  • Dokter akan menempatkan bracket self ligating pada posisi yang tepat di masing-masing gigi dengan menggunakan perekat khusus.
  • Kemudian, sinar khusus (curing light) akan mengeraskan perekat sehingga perekat dapat mengikat bracket dengan aman ke permukaan gigi.
  • Setelah bracket terpasang kuat, kawat baja akan dimasukkan ke dalam slot bracket, lalu dikunci menggunakan mekanisme klip atau pintu geser.
  • Setelah semua komponen behel terpasang, dokter akan melakukan penyesuaian akhir dan memberikan instruksi perawatan yang tepat.

Berapa lama pemakaian self ligating braces?

Pada dasarnya, lama pemakaian behel self ligating bervariasi. Ini akan sangat tergantung pada kondisi awal gigi pasien dan tujuan dari perawatan yang Anda lakukan. 

Perawatan gigi ini mungkin memakan waktu antara 18–24 bulan. Namun, beberapa kasus yang lebih kompleks mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

Kelebihan self ligating braces terletak pada potensi pengurangan waktu perawatan dibandingkan dengan kawat gigi konvensional.

Penelitian dalam Journal of Dental Research, Dental Clinics, Dental Prospects (2019) mencoba membandingkan tingkat pergerakan gigi pada 30 orang yang memakai behel konvensional dan self ligating.

Diketahui bahwa penggunaan behel self ligating mampu mempercepat penyelarasan gigi dalam empat bulan awal perawatan dibandingkan dengan behel konvensional.

Frekuensi kunjungan rutin ke klinik ortodontis mungkin berkurang, biasanya setiap 8–10 minggu sekali selama perawatan dengan self-ligating braces.

Kesimpulan

  • Self ligating adalah tipe kawat gigi yang menggunakan bracket khusus yang bisa mengunci kawat baja tanpa memerlukan karet elastis.
  • Behel self ligating dapat mengurangi gesekan antara kawat dan bracket, meningkatkan kenyamanan, dan mempercepat pergerakan gigi daripada behel konvensional.
  • Pada umumnya, pasien perlu memakai behel ini selama 18–24 bulan dengan frekuensi kunjungan rutin ke klinik ortodontis setiap 8–10 minggu sekali.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan