7 Penyebab Sakit Rahang yang Mungkin Anda Tidak Sadari, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Rahang sakit bisa memengaruhi kemampuan Anda untuk makan dan berbicara, bahkan untuk tertawa sekalipun. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa penyebab utama dari timbulnya rasa sakit pada rahang Anda untuk bisa menemukan cara mengatasinya.

Penyebab rahang sakit yang paling umum ditemui

Dikutip dari American Dental Association, rahang sakit atau nyeri rahang merupakan masalah kesehatan yang umum ditemui, terutama pada orang dewasa. Gejala rahang sakit dapat meliputi rasa sakit pada bagian dalam dan di sekitar telinga, kesulitan mengunyah makanan, rasa sakit saat menggigit, hingga sakit kepala.

Sebagian besar nyeri rahang disebabkan oleh kelainan atau cedera pada sendi rahang Anda, terutama pada persendian temporomandibular (TMJ). Namun jika gangguan TMJ bukanlah sumber utamanya, ada beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan sakit pada rahang dan area di sekitarnya.

1. Temporomandibular joint disorder (TMD)

Temporomandibular adalah sebuah set sendi dan otot rahang yang bekerja dalam membuka dan menutup mulut saat Anda mengunyah, berbicara, atau menelan. Persendian ini juga mengendalikan rahang bawah saat bergerak ke depan, ke belakang, dan menyamping. Gangguan pada persendian ini dikenal sebagai temporomandibular joint disorder (TMD).

Nyeri yang diakibatkan oleh gangguan pada persendian TMJ biasanya dipicu oleh kebiasaan mengemeretakkan gigi (bruxism) saat sedang tidur atau stres, arthritis, hingga trauma benturan pada rahang, kepala, atau leher. Nyeri juga bisa dikarenakan adanya luka pada sendi rahang dan penggunaan yang berulang. 

Dikutip dari Mayo Clinic, tanda-tanda dan gejala dari gangguan TMJ dapat meliputi:

  • Nyeri pada rahang
  • Rasa sakit pada bagian dalam dan sekitar telinga
  • Kesulitan atau rasa tidak nyaman saat mengunyah
  • Nyeri pada wajah
  • Terkuncinya sendi, menyebabkan mulut sulit membuka dan menutup

2. Masalah gigi

Berbagai gangguan pada kesehatan gigi berupa penyakit gusi, gigi berlubang (karies), celah gigi, gigi rusak, distorsi gigi, dan gigi tidak rata juga dapat menyebabkan nyeri rahang. Bahkan penyakit gigi berupa abses gigi rasa sakitnya dapat menjalar ke rahang sehingga menimbulkan sensasi nyeri yang mengganggu.

3. Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster adalah salah satu jenis sakit kepala yang paling menyakitkan. Rasa sakit yang disebabkan sakit kepala cluster biasanya tetap, kuat, dan tidak berdenyut yang terasa jauh di dalam kepala atau di sekitar mata pada satu sisi kepala. Rasa sakit sering pindah ke bagian dahi, pelipis, dan pipi serta menyebar ke rahang.

4. Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan pada jaringan sinus di dekat sendi rahang. Sinus yang normal dilapisi dengan lapisan lendir tipis yang dapat menangkap debu, kuman, atau partikel lain dari udara agar tidak masuk ke dalam saluran napas. 

Ketika sinus tersumbat, kuman dapat tumbuh dan menyebabkan infeksi. Peradangan pada sinus bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Sinus yang terinfeksi menyebabkan tekanan pada sendi rahang dan menyebabkan rasa sakit di area tersebut.

5. Serangan jantung

Serangan jantung juga dapat menyebabkan sensasi sakit di bagian rahang. Rasa sakit ini umumnya disertai dengan rasa nyeri di daerah tubuh atas, mulai dari bagian dada, lengan, punggung, hingga menjalar ke bagian leher.

Menurut Cleveland Clinic, nyeri rahang khususnya pada wanita merupakan tanda serangan jantung yang mungkin muncul. Segera hubungi nomor darurat untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya begitu Anda mengalami gejala seperti nyeri dada, sesak napas, berkeringat, mual, dan merasa akan pingsan.

6. Osteomielitis

Osteomielitis adalah infeksi bakteri pada tulang, sumsum tulang, dan jaringan lunak di sekitar tulang. Bakteri masuk ke tulang melalui aliran darah setelah patah tulang, bisul, kerusakan kulit, infeksi telinga bagian tengah, pneumonia, atau infeksi lainnya. 

Osteomielitis terjadi dengan cepat dan terasa sangat sakit, atau terjadi secara perlahan dan menyebabkan rasa sakit sedikit demi sedikit. Walaupun jarang ditemukan, infeksi akibat osteomielitis dapat memengaruhi tulang rahang dan area di sekitarnya.

7. Neuralgia trigeminal

Neuralgia trigeminal atau nyeri wajah adalah kondisi kelainan pada saraf trigeminal di dekat pelipis yang dapat menyebabkan rasa sakit pada rahang. Nyeri hebat yang dirasakan akan terasa dalam waktu relatif singkat pada bagian rahang, bibir, hidung, kulit kepala, dahi, dan bagian wajah lainnya. Namun, kondisi ini jarang terjadi.

Bagaimana cara mengobati rahang sakit?

Kasus rahang sakit ringan umumnya hanya terjadi sesaat dan akan menghilang dengan sendirinya. Sebelum melakukan kunjungan ke dokter untuk diagnosis lebih lanjut, Anda bisa mengurangi rasa sakitnya dengan terapi ringan dan obat-obatan yang tersedia di rumah.

Berikut beberapa cara mengobati sakit rahang yang bisa Anda lakukan.

1. Istirahatkan Rahang

Langkah awal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sakit rahang adalah dengan beristirahat, termasuk untuk rahang Anda. Hindari konsumsi permen karet, makanan keras, dan makanan bertekstur alot. Jika rahang Anda sakit, sebaiknya konsumsi makanan lunak terlebih dulu, seperti bubur, sup, atau jus buah-buahan.

Selain itu, Anda juga dapat mengistirahatkan rahang dengan menghindari kebiasaan menggigit kuku jari dan benda keras lainnya. Jika Anda memiliki kebiasaan menggemeretakkan gigi (bruxism), pertimbangkan untuk menggunakan mouthguard.

2. Gunakan Kompres Dingin/Panas

Jenis kompres yang digunakan bergantung pada sensasi sakit yang Anda rasakan. Jika mendapati rasa sakit yang tajam pada rahang, Anda bisa menggunakan kompres dingin dengan handuk yang direndam air es dan tempelkan pada bagian yang nyeri selama 10 menit. Apabila dibutuhkan, ulangi proses ini setiap dua jam sekali.

Sementara jika rasa sakit cenderung samar dan terjadi terus-menerus, Anda bisa menggunakan kompres panas untuk memperlancar aliran darah di sekitar rahang. Rendam handuk pada air hangat dan letakan sekitar 20 menit hingga rasa sakitnya reda.

3. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Jika Anda terganggu dengan rasa sakit pada rahang hingga mengganggu aktivitas harian, pertimbangkan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri. Untuk keluhan ringan, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa resep, seperti ibuprofen atau aspirin. Namun apabila jenis obat tersebut kurang ampuh, Anda membutuhkan obat dengan resep dokter sesuai dengan area yang sakit dan tingkat keparahannya.

4. Lakukan Pijatan Lembut

Pijatan lembut di sekitar area rahang yang sakit dapat meredakan ketegangan sekaligus memperlancar aliran darah. Beberapa kali dalam sehari, Anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini.

  • Buka mulut perlahan dan usapkan jari telunjuk Anda pada persendian temporomandibular di dekat telinga. 
  • Lakukan pijatan memutar dan beri sedikit tekanan hingga otot menjadi rileks dan rasa sakit pada rahang mereda.
  • Berikan juga pijatan pada bagian sisi leher untuk meredakan ketegangan otot yang juga bisa menjadi penyebab rahang sakit.
  • Kemudian tutup mulut dan ulangi proses secukupnya.

5. Perbaiki Posisi Duduk

Apakah Anda memiliki aktivitas yang mengharuskan duduk dalam waktu lama? Memperbaiki posisi duduk saat beraktivitas juga dapat Anda membantu mencegah rahang sakit yang mengganggu. Usahakan duduk dalam posisi tegak, pasalnya posisi duduk yang membungkuk dapat memberi ketegangan pada leher dan punggung yang berakibat rasa sakit pada rahang.

Bila nyeri rahang tidak kunjung hilang, pertimbangkan konsultasi dengan dokter untuk menemukan solusi yang tepat untuk masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Penyebab Sakit Kepala Nyut-nyutan di Belakang Mata

Dari mulai sinusitis hingga gangguan mata bisa menyebabkan Anda merasakan sakit kepala di belakang mata. Apa lagi penyebab lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula diklaim dapat membantu mencegah gigi berlubang. Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pengaruh Kesehatan Gigi dan Mulut Bagi Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh

Cari tahu hubungan dan betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, demi mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
kesehatan mulut dan gigi
Gigi dan Mulut 15 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia, Kunci Senyum Indah di Hari Tua

Seiring bertambahnya usia, kesehatan mulut dan gigi jadi sangat rentan. Karena itu, simak panduan merawat gigi dan mulut bagi lansia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
sakit kepala setelah cabut gigi

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
kurang asupan makanan

7 Ciri-Ciri pada Tubuh yang Menandakan Anda Kurang Asupan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit