home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Penyebab Batu Amandel dan Cara Mencegahnya

Kenali Penyebab Batu Amandel dan Cara Mencegahnya

Jika Anda melihat bintik putih pada sisi kiri atau kanan kerongkongan, bintik tersebut bisa saja merupakan batu amandel. Penyebab batu amandel dapat berasal dari serpihan makanan, kotoran, dan bahan lain yang mengeras bersama kalsium.

Batu amandel biasanya tidak membahayakan kesehatan. Namun, Anda mungkin akan merasa tidak nyaman karena terasa ada yang mengganjal di sisi tenggorokan. Lantas, apa sebenarnya yang memicu pembentukan batu amandel?

Penyebab terbentuknya batu amandel

Amandel atau tonsil adalah sepasang jaringan lunak yang terdapat di sisi kiri dan kanan belakang tenggorokan (kerongkongan). Jaringan ini berfungsi untuk memerangkap bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh melalui tenggorokan.

Masing-masing jaringan amandel diselubungi oleh lapisan sel mukosa berwarna merah muda seperti bagian dalam mulut Anda. Permukaannya terdiri dari banyak celah dan lekukan yang disebut kripta.

Penyebab munculnya batu amandel bisa berasal dari bakteri, sisa makanan, kotoran, sel-sel mati, dan bahan sejenisnya yang terperangkap di dalam kripta. Seluruh kotoran ini kemudian terkumpul dan bertambah banyak.

Kotoran yang menumpuk lama-kelamaan memadat dan mengeras dalam proses yang disebut kalsifikasi. Akhirnya, terbentuklah batu amandel dengan tekstur yang keras. Batu amandel dapat terjebak di dalam kripta dan bertambah banyak.

Batu amandel biasanya berwarna putih atau kekuningan. Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga sebesar kacang polong. Hanya ada sedikit kasus di mana batu amandel tumbuh melebihi ukuran tersebut.

Batu amandel dan kebersihan mulut

Banyak orang menduga bahwa kebersihan mulut merupakan penyebab utama dari terbentuknya batu amandel. Padahal, tidak demikian. Anda tetap dapat memiliki batu amandel walaupun rajin merawat kebersihan mulut.

Faktor yang meningkatkan risiko terbentuknya batu amandel justru adalah struktur amandel itu sendiri. Batu amandel dapat terbentuk dengan lebih mudah apabila Anda memiliki amandel dengan banyak kripta.

Kondisi ini membuat amandel memiliki lebih banyak lekukan dan celah yang dalam. Kotoran pun lebih mudah terperangkap dan menumpuk sehingga Anda akan lebih sering bermasalah dengan batu amandel.

Cara mencegah terbentuknya batu amandel

Penyebab terbentuknya batu amandel berasal dari kondisi dan struktur amandel itu sendiri. Tidak ada cara alami yang benar-benar efektif mencegah pembentukan batu amandel.

Meski demikian, Anda dapat mengurangi risikonya dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Rutinlah menyikat gigi minimal sebanyak dua kali dalam sehari. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang masih menempel pada celah gigi.

obat kumur gigi

Kemudian, bersihkan seluruh bagian mulut Anda dengan obat kumur. Utamakan berkumur pada bagian belakang tenggorokan yang menjadi tempat terbentuknya batu amandel.

Batu amandel lebih sering muncul pada penderita radang amandel. Jika Anda mengalami kondisi ini atau sering bermasalah dengan batu amandel, operasi pengangkatan amandel mungkin bisa menjadi solusi.

Operasi adalah tindakan yang besar untuk sekadar mengatasi penyebab batu amandel, kecuali jika batu amandel menghambat fungsi pernapasan dan menelan. Sebagian besar batu amandel bahkan dapat hilang dengan sendirinya.

Jadi, pastikan Anda telah berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum memilih untuk menjalani operasi pengangkatan amandel. Dokter biasanya akan menyarankan opsi ini ketika cara lain tidak dapat mengatasi masalah batu amandel yang Anda alami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How do the tonsils work? https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279406/ Diakses pada 27 Juni 2019.

What you should know about tonsil stones. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315026.php Diakses pada 27 Juni 2019.

Tonsil Stones (Tonsilloliths). https://www.webmd.com/oral-health/guide/tonsil-stones-tonsilloliths-treatment-and-prevention#1 Diakses pada 27 Juni 2019.

What Exactly Are Tonsil Stones and What Causes Them? https://www.everydayhealth.com/tonsil-stones/what-they-are-what-causes-them/#theyrenotlinkedtootherstones Diakses pada 27 Juni 2019.

All About Tonsil Stones: Why They Develop, How to Prevent and Treat Them, and More. https://www.everydayhealth.com/tonsil-stones/ Diakses pada 27 Juni 2019.

Tonsil Stone Treatment: Home Remedies, When Surgery Is Needed, and More. https://www.everydayhealth.com/tonsil-stones/treatment/ Diakses pada 27 Juni 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 18/07/2019
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x