backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

6 Cara Hidup Bersama Diabetesi

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adelia Dwitasari · Tanggal diperbarui 27/06/2023

6 Cara Hidup Bersama Diabetesi

Hidup dengan diabetesi (orang yang memiliki diabetes) memerlukan perhatian khusus yang berbeda. Cara mendampingi diabetesi harus diiringi dengan fokus pada aspek-aspek dalam kehidupan sehari-hari, seperti jenis aktivitas yang dilakukan, hingga asupan makanannya. Untuk memudahkan, berikut cara hidup bersama dengan diabetesi.

Kondisi diabetes di Indonesia

Kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya menjaga gula darah untuk menurunkan risiko diabetes dirasa masih perlu ditingkatkan, karena saat ini Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan jumlah diabetesi terbanyak di dunia. 

International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 mencatat  jumlah keseluruhan kasus diabetes di dunia sudah terus meningkat hingga mencapai 537 juta orang di dunia.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah diabetesi ke-5 di dunia, mencapai 19,47 juta diabetesi.

Komplikasi yang dapat terjadi pada diabetesi

Jika tidak dikontrol dengan baik, diabetes dapat mengakibatkan komplikasi yang berakibat pada kondisi kesehatan yang lebih serius. 

Komplikasi ini dapat berupa masalah jangka panjang yang dapat berkembang secara bertahap dan berpotensi menyebabkan kondisi yang berbahaya jika tidak ditangani, seperti:

  • serangan jantung atau stroke, 
  • gangguan penglihatan hingga kebutaan,
  • luka tidak kering yang berisiko amputasi,
  • kerusakan saraf ataupun hipoglikemia, dan
  • hiperglikemia.

Hal ini sangat penting diketahui sebagai cara mendampingi diabetesi agar tak sampai terjadi komplikasi. Pasalnya, komplikasi bisa menurunkan kualitas hidup diabetesi.

Diabetes dapat memengaruhi kondisi emosional penderitanya

Tanpa disadari, diabetesi juga rentan mengalami perubahan pada kondisi emosionalnya. Hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan.

Berikut beberapa penyebab yang mungkin dapat menjadi sebab dari pengaruh kondisi emosional diabetesi, antara lain:

1. Kewajiban mengikuti pola makan yang lebih sehat 

Diabetesi akan mudah stres akibat nafsu makan hilang dan perubahan suasana hati terhadap jenis masakan atau makanan baru yang harus dikonsumsi.

Tidak sedikit diabetesi dengan kondisi diabetes tipe 1 yang juga mengalami gangguan makan atau diabulimia karena fokus pada kondisi berat badan.

Untuk itu, saat hidup bersama diabetesi, Anda harus bersabar terutama saat mengenalkan makanan baru yang lebih sehat agar cara ini berhasil.

2. Proses menerima diagnosis dokter

Mendapat diagnosis menjadi seorang diabetesi merupakan hal yang tidak mudah sehingga mungkin berujung pada perasaan cemas, kewalahan, tidak percaya, atau marah.

Tahap beradaptasi dan menerima kehidupan dengan diabetesi akan mempengaruhi kondisi emosional diabetesi. 

Oleh karenanya, penting untuk selalu mengajak pasien berkomunikasi sebagai cara hidup bersama kesehatan mental diabetesi.

3. Khawatir dengan kondisi hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa darah terlalu rendah. Meski tidak semua diabetesi mengalami hal serupa, beberapa orang sering merasa khawatir dengan kondisi hipoglikemia yang dapat mengancam kesehatan.

Sebagai yang mendampingi dan hidup bersama diabetesi, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan. 

Salah satunya sering mengajaknya jalan-jalan santai, membantu pengaturan pola makan, memastikan konsultasi dokter, atau menyiapkan karbohidrat sederhana untuk penanganan pertama.

Manajemen Perawatan Diabetesi

Saat hidup bersama diabetesi, ada beberapa cara yang perlu dilakukan. Berikut manajemen diabetes yang dapat dilakukan.

1. Memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi

Karbohidrat memiliki dampak yang besar pada gula darah, maka dari itu coba untuk memulai membatasi  karbohidrat dalam pola makan sehari-hari khusus untuk diabetesi.

Selain makanan, pastikan juga untuk menghindari minuman yang mengandung gula tinggi, seperti soda dan minuman kemasan lainnya.

Perbanyak buah dan sayuran sebagai sumber serat untuk tubuh. Jangan lupa, terapkan gizi seimbang dalam mengatur makan untuk diabetesi, ya.

2. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik seperti olahraga dapat membantu tubuh seorang diabetesi mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik dan menurunkan risiko penyakit jantung, serta kerusakan saraf.

Beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan diabetesi antara lain berenang, bersepeda atau bahkan rutinitas mengerjakan tugas-tugas rumah, misalnya berkebun.

3. Ajakan untuk Mengelola Stres

Untuk menjaga keseimbangan emosi, Anda bisa mengajak diabetesi untuk mencoba meditasi atau yoga.

Mengobrol dan mengajaknya untuk berkumpul bersama keluarga atau kerabat terdekat juga dapat menjadi pilihan tepat untuk mengelola stres dan beban pikiran. 

4. Kontrol Rutin

Ini menjadi salah satu cara penting ketika hidup bersama diabetesi agar kondisi kesehatannya tetap terkendali.

Dengan rutin konsultasi ke dokter, tekanan darah, berat badan, dan kadar gula darah bisa tetap terpantau. Sehingga jika ada kondisi yang tidak diinginkan akan dapat cepat tertangani.

Tak hanya itu, dengan pemeriksaan rutin, keluhan atau masalah kesehatan lain yang pada umumnya dirasakan oleh diabetesi juga dikonsultasikan dengan segera.

5. Menjaga berat badan tetap ideal

Terlalu banyak lemak pada bagian perut hingga menyebabkan obesitas dapat meningkatkan risiko komplikasi diabetes.

Oleh sebab itu, mengatur pola makan dan olahraga yang tepat adalah salah satu cara hidup bersama diabetesi agar berat badannya tetap terjaga.

6. Menjaga asupan gula

Bukan berarti diabetesi sama sekali tidak boleh mengonsumsi gula. Namun, asupan gula diabetesi sebaiknya dialihkan menjadi asupan gula sehat, seperti yang rasa manis alami ada dalam buah-buahan utuh. 

Dengan begitu, Anda tak perlu khawatir lagi saat memberikan makanan maupun minuman manis untuk diabetesi.

Itu dia beragam cara hidup bersama diabetesi. Tetap semangat untuk menjaga dan hidup bersama orang terkasih Anda, ya!

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adelia Dwitasari · Tanggal diperbarui 27/06/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan