Gastropati Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Menyerang Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gastroparesis adalah gangguan gerak pada lambung yang menyebabkan makanan lebih lama dikosongkan dari lambung. Kondisi ini bisa terjadi pada pasien diabetes melitus ketika mengalami komplikasi gastropati diabetik. Jika dibiarkan, hal ini bisa menyebabkan masalah pencernaan yang mengganggu. Lantas, bagaimana mengatasinya?

Bagaimana diabetes bisa menyebabkan gastropati diabetik?

Gastropati diabetik merupakan komplikasi diabetes melitus yang menyebabkan berbagai masalah pencernaan khususnya pada lambung. Gastropati diabetik termasuk penyakit komplikasi yang sulit dideteksi.

Dalam studi American Diabetes Association yang meneliti kondisi penderita diabetes tipe 1, dijelaskan komplikasi ini menunjukan kerusakan fungsi dari sistem otot dan syaraf (neuromuskuler) di bagian perut.

Salah satu masalah pencernaan dari gastropati diabetik yang sering dialami adalah gastroparesis yaitu gangguan kontraksi lambung yang menyebabkan makanan sulit dikeluarkan dari lambung.

Normalnya, otot lambung akan berkontraksi untuk mendorong makanan melewati saluran pencernaan. Namun, kondisi kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) dalam jangka panjang bisa merusak saraf di sekitar saluran pencernaan sehingga menghambat pergerakan otot.  Akibatnya, pergerakan otot yang mendorong makanan ke usus pun menjadi lambat atau bahkan dapat berhenti.

Proses pencernaan yang lambat juga dapat membuat glukosa darah lebih sulit dikendalikan. Penyakit ini menyebabkan kadar gula darah bisa naik sewaktu-waktu menjadi terlalu tinggi  atau turun drastis sehingga terlalu rendah (hipoglikemia).

Jika Anda memiliki hasil pemeriksaan gula darah yang tidak menentu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Gejala gastropati diabetik yang umum dialami

asam lambung

Pada awalnya gejala yang ditimbulkan dari gastroparesis biasanya bersifat ringan seperti mual, kembung, dan nyeri pada perut. Keluhan seperti merasa terlalu kenyang juga biasanya sering dirasakan setelah makan.

Namun, gejala tersebut memang bukan gejala khas yang pasti menadakan gastroparesis. Hal ini menyebabkan banyak penderita tidak menyadari bahwa kondisi diabetesnya telah memenaruhi kerja sistem pencernaanya.

Komplikasi gastropati diabetik akan muncul ketika kadar gula darah yang naik terus dibiarkan. Hal ini ditunjukkan apabila gejala-gejala yang muncul di awal  berlangsung kronis atau berkepanjangan. Gejala awal pun bisa berkembang semakin parah, menyebabkan Anda mengalami muntah-muntah dan merasakan kram perut.

Berikut ini adalah tanda dan gejala dari gastropati diabetik yang perlu Anda waspadai:

  • Mulas
  • Mual
  • Memuntahkan makanan yang tidak tercerna
  • Kekenyangan
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Kembung
  • Kehilangan selera makan
  • Kadar glukosa darah yang sulit untuk distabilkan
  • Kram perut
  • Asam lambung naik

Meskipun begitu, gejala gastropati diabetik yang ringan atau pun berat tetap bergantung pada seberapa parah kerusakan saraf yang memengaruhi kerja lambung.

Gejala juga mungkin lebih sering dialami setelah mengonsumsi makanan tinggi serat atau tinggi lemak. Pasalnya, makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga lambung berkerja semakin keras.

Cara mengatasi gastropati diabetik

Mengatasi gastropati diabetik

Tidak ada pengobatan diabetes yang khusus untuk menyembuhkan gastropati diabetik. Meski begitu, penyakit kronis ini tetap dapat dikendalikan dengan menjalankan diet sehat diabetes dan memperhatikan asupan makanan.

Merujuk salah satu studi dari jurnal American Family Physician, kondisi gastropatik yang cukup umum yaitu gastroparesis bisa diatasi dengan cara berikut ini:

Pola makan dan jenis makanan

Anda perlu mengubah pola makan Anda dengan makan dalam porsi kecil tapi sering misalnya 6-8 kali sehari. Anda juga dianjurkan untuk beralih mengonsumsi makanan dengan tekstur lembut atau cair, seperti dalam bentuk bubur atau jus.

Hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak padat serta makanan tinggi serat karena bisa semakin menghambat keluarnya makanan dari lambung sehingga menyebabkan penyumbatan saluran cerna.

Pastikan juga Anda mendapatkan asupan cairan yang cukup, terutama jika Anda sering muntah-muntah.

Pengobatan

Selain melalui perubahan gaya hidup seperti di atas, konsumsi obat-obatan juga diperlukan. Dokter biasanya memberikan metoclopramide (Reglan) yaitu obat yang mendorong pergerakan otot perut. Dengan begitu, makanan bisa lebih cepat dicerna.

Dalam kondisi yang parah, pengobatan gastroparesis bisa dilakukan dengan stimulasi listrik pada perut. Dalam pengobatan ini, perangkat implan dipasang di perut untuk  memberikan impuls elektrik ke saraf dan otot bagian bawah perut. Cara ini juga dapat membantu Anda mengurangi rasa mual dan muntah.

Jika Anda memiliki diabetes dan mengalami tanda dan gejala yang dicurigai sebagai gastropati diabetik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi Anda. Pengobatan dan perubahan gaya hidup bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan penglihatan akibat diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit