Gastropati Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Menyerang Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gastroparesis adalah gangguan gerak pada lambung yang menyebabkan makanan lebih lama dikosongkan dari lambung. Kondisi ini bisa terjadi pada pasien diabetes melitus ketika mengalami komplikasi gastropati diabetik. Jika dibiarkan, hal ini bisa menyebabkan masalah pencernaan yang mengganggu. Lantas, bagaimana mengatasinya?

Bagaimana diabetes bisa menyebabkan gastropati diabetik?

Gastropati diabetik merupakan komplikasi diabetes melitus yang menyebabkan berbagai masalah pencernaan, khususnya pada lambung. Gastropati diabetik termasuk penyakit komplikasi yang sulit dideteksi.

Dalam studi American Diabetes Association yang meneliti kondisi pasien diabetes tipe 1, dijelaskan komplikasi ini menunjukkan kerusakan fungsi dari sistem otot dan saraf (neuromuskuler) di bagian perut.

Salah satu masalah pencernaan dari gastropati diabetik yang sering dialami adalah gastroparesis. Gastroparesis merupakan gangguan kontraksi lambung yang menyebabkan makanan sulit dikeluarkan dari lambung.

Normalnya, otot lambung akan berkontraksi untuk mendorong makanan melewati saluran pencernaan. Namun, kondisi kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) dalam jangka panjang bisa merusak saraf di sekitar saluran pencernaan sehingga menghambat pergerakan otot. Akibatnya, pergerakan otot yang mendorong makanan ke usus pun menjadi lambat atau bahkan dapat berhenti.

Proses pencernaan yang lambat juga dapat membuat glukosa darah lebih sulit dikendalikan. Penyakit ini menyebabkan kadar gula darah bisa naik sewaktu-waktu menjadi terlalu tinggi atau turun drastis sehingga terlalu rendah (hipoglikemia).

Jika Anda memiliki hasil pemeriksaan gula darah yang tidak menentu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Gejala gastropati diabetik yang umum dialami

asam lambung

Pada awalnya gejala yang ditimbulkan dari gastroparesis biasanya bersifat ringan, seperti mual, kembung, dan nyeri pada perut. Keluhan seperti merasa terlalu kenyang juga biasanya sering dirasakan setelah makan.

Namun, gejala tersebut memang bukan gejala khas yang pasti menandakan gastroparesis. Akibatnya, diabetesi cenderung tidak menyadari bahwa kondisi diabetesnya telah memengaruhi kerja sistem pencernaanya.

Komplikasi gastropati diabetik akan muncul ketika kadar gula darah yang naik terus dibiarkan. Hal ini ditunjukkan apabila gejala-gejala yang muncul di awal  berlangsung kronis atau berkepanjangan. Gejala awal pun bisa berkembang semakin parah, menyebabkan Anda mengalami muntah-muntah dan merasakan kram perut.

Berikut ini adalah tanda dan gejala dari gastropati diabetik yang perlu Anda waspadai:

  • Mulas
  • Mual
  • Memuntahkan makanan yang tidak tercerna
  • Kekenyangan
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Kembung
  • Kehilangan selera makan
  • Kadar glukosa darah yang sulit untuk distabilkan
  • Kram perut
  • Asam lambung naik

Meskipun begitu, gejala gastropati diabetik yang ringan ataupun berat tetap bergantung pada seberapa parah kerusakan saraf yang memengaruhi kerja lambung.

Gejala juga mungkin lebih sering dialami setelah mengonsumsi makanan tinggi serat atau tinggi lemak. Pasalnya, makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga lambung berkerja semakin keras.

Cara mengatasi gastropati diabetik

Mengatasi gastropati diabetik

Tidak ada pengobatan diabetes yang khusus untuk menyembuhkan gastropati diabetik. Meski begitu, penyakit kronis ini tetap dapat dikendalikan dengan menjalankan diet sehat diabetes dan memperhatikan asupan makanan.

Merujuk salah satu studi dari jurnal American Family Physician, kondisi gastropatik yang cukup umum yaitu gastroparesis bisa diatasi dengan cara berikut ini:

1. Pola makan dan jenis makanan

Anda perlu mengubah pola makan dengan makan dalam porsi kecil tapi lebih sering, misalnya 6-8 kali sehari. Anda juga dianjurkan untuk beralih mengonsumsi makanan dengan tekstur lembut atau cair, seperti dalam bentuk bubur atau jus.

Hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak padat serta makanan tinggi serat karena bisa semakin menghambat keluarnya makanan dari lambung sehingga menyebabkan penyumbatan saluran cerna.

Pastikan juga untuk mendapatkan asupan cairan yang cukup, terutama jika Anda sering muntah-muntah.

2. Pengobatan

Selain melalui perubahan gaya hidup, Anda mungkin perlu juga konsumsi obat-obatan. Dokter biasanya memberikan metoclopramide (Reglan), yaitu obat yang mendorong pergerakan otot perut. Dengan begitu, makanan bisa lebih cepat dicerna.

Dalam kondisi parah, pengobatan gastroparesis bisa dilakukan dengan stimulasi listrik pada perut. Dalam pengobatan ini, perangkat implan dipasang di perut untuk  memberikan rangsangan elektrik ke saraf dan otot bagian bawah perut. Cara ini juga dapat membantu Anda mengurangi rasa mual dan muntah.

Jika Anda memiliki diabetes dan mengalami tanda dan gejala yang mungkin mengarah ke gastropati diabetik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi Anda. Pengobatan dan perubahan gaya hidup bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini.

Berapa Banyak Kalori yang Berhasil Saya Bakar Saat Berolahraga?

Ingin tahu berapa banyak kalori yang berhasil kamu bakar dalam sehari? Efektifkah olahraga yang kamu pilih untuk membakar kalori? Cek selengkapnya.

Mau Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sirosis Hati

Sirosis adalah tahap akhir luka (fibrosis) pada hati yang disebabkan oleh banyak penyakit dan kondisi pada hati, seperti hepatitis dan alkoholisme kronis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

10 Manfaat Beras Hitam, “Beras Terlarang” dari Cina

Jika Anda sudah beralih dari beras putih ke beras merah, selamat! Anda telah membuat perubahan sehat. Tapi tahukah Anda bahwa beras hitam lebih sehat lagi?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Fakta Gizi, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

6 Makanan Paling Sehat untuk Sarapan

Saat sarapan, yang penting bukan porsinya, tapi apa yang kita makan. Pastikan salah satu (atau lebih) makanan ini ada di menu makan Anda setiap pagi.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Tips Makan Sehat, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Cara Mengatasi “Kecanduan” Minuman Ringan

Anda pasti sudah tahu minuman ringan nan manis sangat buruk bagi kesehatan. Tapi bagaimana kalau Anda sudah terbiasa minum softdrink setiap hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Makan Sehat, Nutrisi 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
peluang kanker kambuh lagi

Awas! Risiko Anda Terkena Kanker Bisa Meningkat Jika Idap Hiperinsulinemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
infeksi penderita diabetes

Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Terkena 4 Jenis Infeksi Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
diabetes gestasional

Diabetes Gestasional, Kondisi Saat Gula Darah Naik di Masa Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit