home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Potensi Manfaat Kopi pada Penderita Prediabetes dan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Potensi Manfaat Kopi pada Penderita Prediabetes dan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Kopi merupakan minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, entah sebagai rutinitas sehari-hari maupun sebagai simbol pergaulan di masyarakat. Sering timbul pertanyaan apakah kopi aman jika diminum oleh penderita prediabetes atau bahkan diabetes? Hal ini cukup membingungkan karena banyak studi menyebut kopi, khususnya kopi hitam, bermanfaat bagi pasien diabetes karena dapat mengontrol kadar gula darah.

Bagaimana kopi bisa bermanfaat bagi penderita prediabetes dan Diabetes?

Potensi Manfaat Kopi Pada Penderita Prediabetes dan Diabetes Saat Pandemi COVID-19

Kandungan kopi yang utama adalah kafein, senyawa polifenol, dan beberapa unsur mineral seperti magnesium. Unsur-unsur tersebut ternyata berperan dalam mengendalikan kadar gula darah pada pasien prediabetes dan diabetes. Perlu dicatat bahwa kopi yang dibahas di sini adalah kopi hitam tanpa gula.

Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi hitam dapat mencegah terjadinya diabetes. Kopi dapat mencegah terjadinya diabetes karena kandungan kafein dalam kopi diketahui dapat menghambat kerja reseptor adenosin di tingkat sel, terutama pada otot, jaringan lemak, dan liver.

Kafein yang menghambat kerja reseptor adenosin ini dapat menurunkan pembentukan serta tingkat peradangan pada jaringan lemak tubuh, menurunkan produksi glukosa (gula darah) di liver, dan meningkatkan pengambilan glukosa oleh otot.

Senyawa polifenol asam glukoronat di dalam kopi dapat menurunkan penyerapan karbohidrat di usus, meningkatkan ambilan glukosa di otot, menurunkan produksi glukosa dan kolesterol di liver, dan meningkatkan hormon inkretin di usus yang berperan dalam pengendalian kadar gula darah.

Selain kafein, kandungan magnesium dalam kopi berperan dalam pengaktif berbagai enzim dalam metabolisme glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.

Kerja kandungan kafein, magnesium, dan polifenol asam glukoronat ini berperan membantu mengendalikan kadar gula dalam darah pada pasien diabetes.

Kafein berpotensi mencegah infeksi COVID-19?

Potensi Manfaat Kopi Pada Penderita Prediabetes dan Diabetes Saat Pandemi COVID-19

Pada beberapa hasil penelitian didapatkan hasil bahwa kafein bermanfaat untuk menghambat enzim 3CLproyang dihasilkan oleh virus COVID-19. Enzim ini berperan dalam memperbanyak materi genetik dan jumlah virus dalam tubuh.

Selain menghambat enzim 3CLpro, kafein ternyata dapat menekan produksi senyawa yang menyebabkan terjadinya inflamasi atau peradangan berat akibat infeksi virus. Dengan kata lain, kandungan kafein yang biasa ditemukan dalam kopi berpotensi mencegah atau mengurangi gejala COVID-19 dengan cara menghambat kerja enzim virus.

Tetapi penelitian ini masih dalam tahap awal dan perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Pertanyaan selanjutnya, berapa banyak kopi yang sebaiknya diminum dalam satu hari?

Beberapa penelitian menganjurkan untuk mengonsumsi kopi paling tidak 4 cangkir sehari untuk prediabetes untuk membantu mencegah diabetes. Sementara bagi penderita diabetes dianjurkan tidak lebih dari 3 cangkir kopi sehari.

Konsumsi kopi tentu harus memperhatikan kenyamanan pasien mengingat adanya efek samping dari kopi berupa kecemasan, jantung berdebar, sulit tidur, masalah lambung dan lain sebagainya. Selain itu, harus diperhitungkan juga kondisi pasien diabetes yang memiliki berbagai risiko komplikasi dari diabetes.

Berdasarkan hasil-hasil penelitian, konsumsi kopi akan memberi manfaat seperti yang disebutkan di atas apabila konsumsi kopi berlangsung dalam jangka waktu lama, bersifat kebiasaan habitual, atau paling tidak selama 24 minggu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Wardhana, SpPD, K-EMD, FINASIM
Ditulis oleh dr. Wardhana, SpPD, K-EMD, FINASIM
Tanggal diperbarui 05/03/2021
x