Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Catat, Ini 4 Kesalahan Cara Suntik Insulin yang Sebaiknya Dihindari

    Catat, Ini 4 Kesalahan Cara Suntik Insulin yang Sebaiknya Dihindari

    Sebagian diabetesi (pasien diabetes), mungkin sudah harus bergantung dengan suntik insulin supaya gula darahnya tetap terkendali. Penyuntikan insulin ini bisa dilakukan secara mandiri. Sayangnya, masih banyak yang melakukan kesalahan. Jadi, apa saja kesalahan umum yang kerap kali terjadi saat suntik insulin?

    Kesalahan suntik insulin yang harus dihindari

    Insulin sebenarnya adalah hormon yang mengatur kadar gula darah. Selain diproduksi secara alami oleh pankreas, insulin juga tersedia sebagai obat untuk penderita diabetes tipe 1 dan diabetes 2.

    Obat diabetes ini bekerja dengan membantu memindahkan gula dari darah ke jaringan tubuh lain agar bisa diproses menjadi energi dan menghentikan hati memproduksi lebih banyak gula.

    Pada pasien diabetes tipe 1, terapi insulin adalah suatu keharusan. Sementara pada pasien diabetes tipe 2, tidak semuanya membutuhkan pengobatan ini.

    Terapi insulin direkomendasikan dokter ketika komplikasi diabetes sudah terjadi atau perubahan gaya hidup dan obat-obatan lain tidak cukup efektif dalam mengontrol kadar gula darah.

    Pemberian obat ini dilakukan dengan cara disuntikkan ke tubuh. Sayangnya, ada beberapa kesalahan yang sering kali dilakukan ketika menggunakan suntikan insulin.

    1. Menyuntikkan insulin di sembarang tempat

    terapi insulin suntik insulin

    Insulin harus disuntikan ke tempat yang kandungan lemaknya tinggi, seperti, perut, paha, pantat, dan lengan atas.

    Tempat suntik insulin harus langsung disuntikan ke lemak yang ada di bawah kulit, bukan ke jaringan otot.

    Ketika insulin disuntikkan pada otot, insulin akan diserap terlalu cepat dan berisiko menimbulkan hipoglikemia, yakni kondisi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah normal.

    2. Mengubah-ubah waktu makan

    Kesalahan suntik insulin yang sepele juga ketika waktu makan tidak terjadwal.

    Ketika tidak merasa lapar, seringnya orang malas untuk makan dan menggeser-geser waktu makannya. Bagi pasien yang melakukan suntik insulin, ini merupakan kesalahan yang cukup berbahaya.

    Pengguna insulin injeksi sebaiknya tetap mengikuti jadwal makan reguler yang rutin. Pasalnya, ketika waktu makan berubah maka keseimbangan gula dalam darah pun berubah.

    3. Tidak mengecek kembali dosis yang akan disuntikkan

    Pada bagian atas alat injeksi insulin, Anda dapat melihat dosis yang dikeluarkan.

    Sebelum Anda menyuntikkan pada tubuh, sebaiknya perhatikan kembali dosisnya. Jika dosis berlebih, Anda berisiko mengalami gejala hipoglikemia.

    Bahkan saat Anda sedang di rumah sakit atau Anda tidak menyuntik sendiri, cek kembali dosis tersebut sebelum mulai dimasukkan dalam tubuh.

    4. Menggandakan dosis insulin

    pakai insulin

    Terkadang, jadwal suntik insulin memang bisa terlewatkan, entah karena lupa atau memang sedang sibuk sekali. Hal tersebut, malah membuat beberapa orang jadi panik.

    Meski terlewatkan, jangan coba-coba untuk langsung menambahkan dosis insulin. Ini merupakan kesalahan dalam suntik insulin.

    Ketika Anda menggunakan dosis insulin lebih dari yang seharusnya, Anda malah bisa jadi mengalami hipoglikemia.

    Kalaupun Anda lupa sudah suntik atau belum, lebih baik tahan, jangan langsung suntik dengan dosis tinggi atau langsung dua kali.

    Pantau terlebih dahulu kadar gula darah Anda hingga 30 menit ke depan.

    Jika kadar gula darah memang terlalu tinggi, bisa jadi Anda memang belum menyuntiknya. Namun jika kadar gula darah normal itu artinya Anda tidak perlu menyuntiknya kembali.


    Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

    Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


    Hal yang perlu Anda perhatikan

    Agar Anda terhindar dari cara menggunakan suntik insulin yang salah, jangan malu untuk minta bantuan dokter.

    Kalau bisa saat dokter memperagakan caranya, Anda juga ikut mengikuti gerakannya agar lebih paham.

    Tanyakan juga hal-hal apa saja yang sebaiknya dihindari atau dianjurkan selama menggunakan suntikan insulin, agar pengobatan berjalan efektif.

    Perlu diingatkan kembali bahwa efektivitas pengobatan diabetes tidak hanya mengandalkan obat minum atau terapi insulin saja.

    Anda juga perlu mengubah gaya hidup yang sesuai untuk penyandang diabetes. Ini karena kadar gula darah dapat dengan mudah naik dan turun akibat kebiasaan makan, pilihan makanan, aktivitas yang dilakukan, dan lain sebagainya.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Prescrire Editorial Staff. Insulin use: preventable errors. Prescrire Int. 2014 Jan;23(145):14-7. PMID: 24516905.

    Insulin Pen Injections. Cleveland Clinic. (n.d.). Retrieved March 9, 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/17923-insulin-pen-injections

    Severe hyperglycemia in patients incorrectly using insulin pens at home. Institute For Safe Medication Practices. (2017, October 12). Retrieved March 9, 2022, from https://www.ismp.org/alerts/severe-hyperglycemia-patients-incorrectly-using-insulin-pens-home

    Insulin – American Association of Diabetes Educators. (n.d.). Retrieved March 9, 2022, from https://www.diabeteseducator.org/docs/default-source/living-with-diabetes/tip-sheets/insulin-injections/siterotationtoolkit.pdf?sfvrsn=2

    Staff, F. E. (2020, August 17). Insulin therapy. familydoctor.org. Retrieved March 9, 2022, from https://familydoctor.org/insulin-therapy/

    Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2021, August 7). Diabetes treatment: Using insulin to manage blood sugar. Mayo Clinic. Retrieved March 9, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-treatment/art-20044084

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Apr 12
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
    Next article: