Kaitan Kasus Positif COVID-19 dengan Gejala Meningitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Peneliti Jepang dari Rumah Sakit University of Yamanashi melaporkan kasus infeksi COVID-19 dengan gejala penyakit meningitis. Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Ini menyebabkan seseorang demam, muntah-muntah, sakit kepala, leher kaku, dan pingsan.

Ini diketahui sebagai kasus pertama infeksi virus SARS-CoV-2 menyebabkan gejala meningitis pada pasien. Gejala umum pada pasien yang terinfeksi coronavirus penyebab COVID-19 ini adalah demam, sakit tenggorokan, pilek, dan sesak nafas seperti pneumonia. 

Adakah kaitan gejala meningitis dengan COVID-19?

meningitis COVID-19

Studi berjudul A first Case of Meningitis/Encephalitis associated with SARS-Coronavirus-2 yang dipublikasi di International Journal of Infectious Disease menjelaskan adanya kaitan antara gejala meningitis dengan infeksi COVID-19. 

Laporan studi tersebut menjelaskan seorang pasien laki-laki berusia 24 tahun yang dilarikan ke rumah sakit karena ditemukan tidak sadarkan diri.

Sebelum kejadian kejang-kejang, pasien merasakan beberapa keluhan kesehatan. Pada hari pertama, ia merasa kelelahan dan demam tinggi.

Karena demam tidak kunjung turun, di hari kedua pasien ini pergi ke klinik terdekat untuk memeriksakan kondisinya. Lalu dokter memberikan obat laninamivir dan antipiretik. Laninamivir adalah jenis obat untuk mengatasi dan mencegah influenza, sedangkan antipiretik adalah obat pereda demam. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

271,339

Terkonfirmasi

199,403

Sembuh

10,308

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Pada hari kelima, keluhannya belum juga reda sehingga ia kembali pergi ke dokter. Kali ini dengan keluhan tambahan sakit kepala dan sakit tenggorokan. Dokter melakukan x-ray dada dan melakukan tes darah tapi tidak ditemukan tanda apa pun dalam hasil pemeriksaan tersebut. 

Hari ke-9 keluarga yang mengunjungi rumahnya menemukan laki-laki tersebut tidak sadarkan diri di lantai, dengan bekas muntahan di mana-mana. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.

Dalam perjalanan ke rumah sakit tersebut, ia mengalami kejang-kejang sekitar satu menit dan di bagian lehernya terlihat sangat kaku.

Pasien didiagnosis meningitis akibat COVID-19

meningitis COVID-19

Di unit gawat darurat pasien laki-laki itu dipasangkan alat bantu pernapasan (intubasi endotrakeal dan ventilasi mekanik) karena mengalami kejang epilepsi berulang. 

Ia lalu dipindahkan ke ruang ICU karena didiagnosis mengalami meningitis dan pneumonia akibat COVID-19.

Selain mendapatkan perawatan pada meningitis dan gejala lainnya, pada pasien ini juga dilakukan pemeriksaan lab RT-PCR yakni tes laboratorium untuk mendeteksi keberadaan virus penyebab COVID-19.

Rumah sakit mengambil sampel dari usapan lendir tenggorokan (swab throat) dan sampel dari Cerebrospinal Fluid (CSF) yakni semacam cairan yang menyelimuti otak. 

Walaupun hasil pemeriksaan sampel lendir tenggorokan dinyatakan negatif, sampel CSF laki-laki tersebut memberi indikasi bahwa ia positif COVID-19.

gejala dan komplikasi coronavirus

Waspada COVID-19 pada pasien dengan gejala meningitis

vaksin novel coronavirus

Hasil pemeriksaan otak menunjukkan kemungkinan meningitis yang disebabkan oleh coronavirus penyebab COVID-19. 

Infeksi sistem saraf pusat atau meningitis bisa disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri yang dapat menyerang selaput pembungkus otak. Jadi dalam kasus ini kemugkinan yang menginfeksi saraf pusatnya adalah virus SARS-CoV-2. 

Studi awal dari satu kasus ini dimaksudkan untuk memperingatkan dokter dan petugas medis bahwa meningitis atau infeksi sistem saraf pusat bisa jadi salah satu gejala efek COVID-19. Bisa menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mual, dan muntah. 

Para peneliti menekankan, untuk mengakhiri pandemi COVID-19, diagnosis penyakit pada pasien harus dilakukan dengan cepat terutama apabila penyakitnya adalah meningitis. Temuan soal virus COVID-19 tidak boleh diabaikan walaupun hanya dalam skala kecil.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan diizinkan untuk melakukan kampanye konser dan jalan sehat, bagaimana dampaknya dalam penanggunalan penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Klaster Penularan COVID-19 di Perkantoran Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
thermo gun tidak merusak otak

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit