Orang yang Terinfeksi Novel Coronavirus Bisa Lolos Thermal Scanner?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Seorang wanita asal Tiongkok yang diduga terinfeksi novel coronavirus berhasil lolos dari pemeriksaan thermal scanner di Prancis. Sementara di Indonesia, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menyambut kedatangan 150 turis dari Tiongkok yang diyakini bersih dari virus setelah lolos uji thermal scanner di bandara.

Novel coronavirus yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok, kini telah merebak ke belasan negara. Berbagai upaya ditempuh untuk mengantisipasi penularan virus ini, termasuk dengan memasang thermal scanner di pintu-pintu masuk negara. Namun, mungkinkah ada pasien terinfeksi yang bisa lolos dari pemeriksaan ini?

Mungkinkah orang terinfeksi coronavirus lolos thermal scanner?

Sumber: Traveller

Sejumlah negara menggiatkan pemasangan thermal scanner di tempat-tempat umum menyusul wabah novel coronavirus yang tengah merebak. Pemeriksaan ini kini menjadi metode andalan untuk mendeteksi dan mencegah penularan virus berkode 2019-nCoV tersebut.

Thermal scanner bekerja dengan memindai suhu tubuh seseorang. Biasanya, alat ini diatur untuk mendeteksi suhu di atas 38 derajat celsius. Suhu tubuh yang tinggi adalah tanda bahwa tubuh sedang terinfeksi oleh patogen (bibit penyakit) tertentu.

Meski efektif mendeteksi coronavirus, thermal scanner pun memiliki keterbatasan. Alat ini hanya mendeteksi suhu tubuh yang tinggi, tapi tidak bisa menentukan penyebabnya. Dengan cara tertentu, pasien terinfeksi novel coronavirus bisa saja mengakali thermal scanner agar lolos dari pemeriksaan.

Inilah yang dilakukan oleh seorang wanita asal Wuhan, Tiongkok, beberapa waktu lalu. Wanita tersebut sedang mengalami demam dan batuk saat bertandang ke Prancis. Namun, ia berhasil lolos dari thermal scanner setelah meminum obat penurun demam.

Kabar baiknya, kedutaan besar Tiongkok di Prancis telah menemukan wanita tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadapnya. Suhu badannya kini telah kembali normal dan gejala yang ia alami dipastikan tidak berkaitan dengan infeksi novel coronavirus.

Mengantisipasi pasien coronavirus yang lolos thermal scanner

bepergian saat coronavirus

Seperti virus pada umumnya, novel coronavirus memiliki masa inkubasi. Masa inkubasi adalah kurun waktu sejak seseorang terinfeksi hingga gejala pertama muncul. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), novel coronavirus kemungkinan memiliki masa inkubasi selama 2-14 hari.

Penyakit tertentu seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan ebola baru dapat menular setelah gejalanya muncul. Berkat hal ini, tenaga medis bisa mendeteksi penyakit dan mencegah penularannya dengan lebih mudah.

Namun, penyakit lain seperti flu dan mungkin novel coronavirus sudah dapat menular saat masa inkubasi. Ini berarti pasien bisa menularkan virus saat gejala belum muncul. Maka dari itu, kemungkinan adanya pasien coronavirus yang lolos dari thermal scanner cukup menimbulkan kekhawatiran.

Ini pula yang membuat sejumlah kalangan masyarakat khawatir akan kedatangan turis dari Tiongkok ke Indonesia. Meski demikian, hal ini tidak perlu menimbulkan kepanikan. Ada metode tambahan selain thermal scanner yang bisa membantu mendeteksi infeksi novel coronavirus.

Anda juga tidak perlu merasa resah. Anda dapat melindungi diri dengan melakukan pencegahan serta menjaga kebersihan diri. Jika Anda merasakan gejala atau pernah bepergian ke negara terinfeksi dalam kurun waktu dua minggu, segera periksakan diri ke rumah sakit rujukan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 28, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca