Mau Miss V Terus Harum, Bolehkah Pakai Produk Pewangi Vagina?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Vagina yang bersih dan sehat tentu menjadi dambaan setiap wanita. Itu sebabnya, beberapa wanita rela merawat area kewanitaannya dengan berbagai produk, salah satunya produk pewangi vagina. Sebenarnya, amankah produk wewangian tersebut bagi kesehatan organ intim Anda?

Apakah produk pewangi vagina aman untuk dipakai?

Ada berbagai alasan yang mendorong seorang wanita akhirnya memilih memakai produk pewangi vagina. Entah karena ingin mengurangi aroma vagina, atau sekadar memastikan vagina selalu dalam keadaan bersih dan terawat.

Sebenarnya sah-sah saja jika Anda memang ingin menjaga area intim di bawah sana. Hanya saja, cara merawat kesehatan vagina tidak boleh dilakukan sembarangan, apalagi sampai menggunakan suatu produk yang belum diketahui betul keamanannya.

Melansir dari laman Web MD, Women’s Voices for the Earth, sebuah organisasi lingkungan di Amerika Serikat yang memusatkan perhatian mengenai bahan kimia beracun dalam kosmetik dan produk rumah tangga, mencoba angkat bicara melalui hasil penelitiannya di tahun 2013.

Menurut organisasi tersebut, tidak sedikit produk kewanitaan yang dijual bebas di pasaran dengan kandungan berbagai bahan kimia di dalamnya. Alih-alih menjaga kesehatan vagina, tidak menutup kemungkinan produk-produk tersebut justru dapat membahayakan organ intim Anda, terlebih karena digunakan secara langsung.

Di sisi lain, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para periset dari University of Guelph di Canada, mengungkapkan bahwa produk pembersih kewanitaan, termasuk pewangi vagina, berisiko membuat seorang wanita mengalami infeksi jamur pada vagina dan saluran kencing (ISK), dikutip dari jurnal BMC Women’s Health.

Singkatnya, sebisa mungkin sebaiknya hindari penggunaan pembersih, pewangi vagina, maupun produk lainnya tanpa rekomendasi dari dokter. Kebanyakan dari produk tersebut biasanya hanya menjanjikan manfaat besar tanpa bukti yang pasti.

ibu hamil pakai pembersih vagina

Apa efek buruk penggunaan produk pewangi kewanitaan?

Kieran O’Doherty, selaku ketua penelitian dari University of Guelph, menjelaskan bahwa penggunaan produk perawatan kewanitaan jenis apa pun sebenarnya dapat mengganggu keseimbangan mikroba alami yang hidup di dalam vagina.

Bakteri baik pada vagina pun bisa hilang karena produk kewanitaan biasanya bekerja untuk menghilangkan semua jenis bakteri. Entah itu yang diperlukan oleh vagina, maupun yang tidak.

Padahal, beberapa bakteri pada vagina berperan penting dalam mencegah serangan infeksi yang bisa mengakibatkan munculnya beragam masalah kesehatan seksual. Misalnya seperti infeksi bakteri vagina, radang panggul, maupun penyakit seksual lainnya.

Di samping itu, produk kewanitaan apa pun termasuk pewangi vagina, entah yang berbentuk cairan oles, semprotan, sabun, hingga bubuk, dapat menimbulkan iritasi pada jaringan kulit vagina yang sebenarnya sangat sensitif.

obat keputihan, keputihan saat hamil, penyebab keputihan, mengatasi keputihan

Begini cara aman untuk menjaga kesehatan vagina

Sebagian besar alasan wanita menggunakan produk pewangi kewanitaan yakni bertujuan untuk membuat aroma vagina lebih harum dan segar. Padahal nyatanya, vagina memang memiliki aroma khas guna menjaga lingkungan di bawah sana tetap dalam kondisi asam, agar bakteri jahat penyebab infeksi vagina bisa mati.

Dengan kata lain, aroma tersebut sebenarnya wajar sehingga Anda tidak perlu menggunakan produk pewangi vagina lagi untuk mengatasinya. Aroma vagina masih terbilang normal selama tidak tercium bau busuk dan amis, sebagai pertanda ada yang tidak beres dengan organ kewanitaan Anda.

Sebagai gantinya, lakukanlah cara aman bila memang ingin merawat area intim Anda. Rutin membersihkan vagina saat mandi dengan menggunakan air hangat, bisa menjadi cara sederhana dalam menjaga kesehatan organ sensitif Anda.

Supaya lebih bersih, terapkan langkah berikut ini:

  • Gunakan jari tengah dan telunjuk untuk membuka bagian lipatan vagina, sembari membasahi seluruh area vagina selama beberapa kali.
  • Sentuh dan bersihkan setiap lipatan vagina secara perlahan.
  • Jika dirasa sudah bersih, bilas vagina kembali sampai semua kotoran hilang.
  • Terakhir, keringkan vagina dengan menepuk-nepuk  dengan perlahan.

Selain itu, untuk mencegah tumbuhnya bakteri jahat pada area vagina, Anda sebaiknya:

  • Menjaga area vagina tetap kering khususnya usai buang air kecil
  • Rajin mengganti pembalut saat sedang haid
  • Rutin mengganti pakaian dalam yang berbahan katun
  • Makan makanan bergizi seperti buah, sayur, dan sumber probiotik

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Lengkap Seputar Anatomi Vagina

Tahukah Anda bahwa yang namanya vagina sebenarnya hanya lubang jalan lahir bayi saja? Lalu apa nama organ-organ di sekitarnya? Simak anatomi vagina di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Kebiasaan Saat Seks yang Ternyata Membahayakan Vagina

Vagina adalah salah satu bagian tubuh yang paling sensitif. Sayangnya, banyak yang tak sadar dan malah melakukan hal-hal saat seks yang membahayakan vagina.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Seksual, Tips Seks 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Ciri-ciri Hormon Estrogen Terlalu Rendah Pada Wanita

Hormon estrogen berfungsi mengatur tumbuh kembang remaja perempuan selama puber dan selama kehamilan. Apa akibatnya jika perempuan kekurangan hormon ini?

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Bahayakah Jika Terdapat Jerawat di Daerah Kewanitaan Vagina?

Jerawat di wajah, punggung, dan dada adalah hal yang umum. Tapi jerawat juga bisa muncul di vagina. Apa sebabnya muncul jerawat di vagina?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

setelah seks

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
endometriosis adalah, penyakit endometriosis, operasi endometriosis, gejala endometriosis, penyebab endromentriosis, kista endometriosis

Endometriosis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
perawatan luka perineum cara merawat jahitan setelah melahirkan

Panduan Merawat Luka Jahitan Perineum dan Vagina Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
Servisitis adalah

Servisitis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit