home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Masker vagina mungkin belum sepopuler masker wajah, tapi beberapa wanita menggunakannya dengan tujuan untuk memutihkan bibir area kewanitaan. Apakah tindakan ini aman? Apa saja hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menggunakannya? Yuk, simak penjelasannya di sini ya!

Apa sajakah manfaat masker vagina?

masker spirulina

Jika masker wajah digunakan untuk seluruh bagian muka, masker vagina digunakan pada area kewanitaan atau miss V. Produk ini utamanya digunakan untuk kesehatan vagina dan kecantikan kulit di area kewanitaan tersebut.

Berikut beberapa kegunaan penggunaan produk masker untuk area kewanitaan.

  • Menenangkan area kulit vagina yang iritasi atau luka setelah dicukur.
  • Melembabkan kulit area vagina yang kering.
  • Mencerahkan kulit area vagina.

Beberapa produsen masker di area kewanitaan tersebut mengatakan produk ini diciptakan untuk membantu wanita mendapatkan kepercayaan diri.

Hal ini karena pada dasarnya, wanita kerap memiliki masalah dengan area kewanitaannya, seperti selangkangan hitam karena pemakaian pembalut, sehingga cenderung malu dan canggung ketika harus dilihat.

Apakah masker vagina aman digunakan?

Sejumlah produsen masker khusus wanita ini mengklaim produknya aman karena mengandung bahan-bahan alami, seperti lidah buaya, chamomile, minyak zaitun, minyak kelapa, dan produk botani lainnya yang telah melalui berbagai uji coba.

Biasanya, produsen perawatan area kewanitaan juga bekerja sama dengan tenaga medis dan ahli kecantikan dalam proses pembuatannya.

Julia Zhu, Direktur Medis dari Wall Street Dermatology, menilai masker vagina merupakan cara kreatif untuk mengurangi iritasi dan gatal pada vagina.

Ia juga mengatakan beberapa masker yang sekiranya digunakan untuk wajah memang bisa dan aman digunakan di area kulit lainnya.

Sehingga bebeberapa produk masker wajah yang berfungsi untuk menghidrasi, melembapkan, dan menenangkan disebut aman digunakan di area kewanitaan.

Jadi, pada dasarnya, menggunakan masker vagina boleh dan aman kok. Namun ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan dalam pemakaiannya.

Apa saja yang perlu diperhatikan saat menggunakan masker vagina?

dampak overthinking

1. Hindari masker yang berfungsi untuk mencerahkan

Anda sebaiknya menghindari masker yang mengklaim bisa mencerahkan dan mencegah penuaan kulit.

Sejal Shah, seorang dermatologis di SmarterSkin, New York, Amerika Serikat, mengatakan produk yang digunakan untuk mencerahkan dan mencegah penuaan biasanya mengandung asam salisilat, asam glikolat, dan retinoid.

Zat-zat semacam ini sebaiknya tidak dioleskan ke area kewanitaan karena justru dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Terutama pada kulit vagina yang sangat sensitif.

2. Hindari masker yang mengandung pewangi

Selain menghindari masker yang berfungsi mencerahkan, produk yang mengandung pewangi pun perlu dihindari karena juga bisa menyebabkan iritasi.

Dr. Leah Millheiser, seorang dokter obgyn dari Stanford University Medical Center mengatakan bahwa kulit vagina lebih tipis daripada kulit di bagian tubuh lainnya.

Oleh karena itu, penggunaan masker vagina harus ekstra hati-hati, terutama bagi Anda yang sudah mendekati masa menopause.

Banyak produk masker yang bersifat eksfoliasi sehingga dapat membuat kulit area kewanitaan Anda menjadi lecet dan mengelupas.

3. Waspada reaksi alergi akibat penggunaannya

Meski mengandung bahan alami yang aman, tidak semua wanita bisa menggunakan produk masker untuk area kewanitaannya.

Sebelum memakainya, lebih baik mengecek kembali bahan-bahan yang terkandung pada produk tersebut.

Bisa jadi ada bahan tertentu yang tidak cocok dengan kulit Anda sehingga dapat memunculkan reaksi alergi.

Dr. Ryan Sobel, asisten profesor kebidanan dan ginekologi dari Sidney Kimmel Medical College, Jefferson University, di Philadelphia, Amerika Serikat menyatakan fakta penting.

Beliau mengatakan banyak wanita yang mengalami reaksi alergi setelah menggunakan beberapa produk di area vaginanya, seperti sabun, pantyliner, atau bahkan pelumas untuk hubungan intim.

Gejala yang muncul, seperti gatal, terasa panas seperti terbakar, atau kemerahan. Oleh karena itu, menggunakan masker di area kewanitaan pun perlu berhati-hati.

Apakah perlu menggunakan masker vagina?

Sebenarnya, masker bukanlah penrawatan yang paling tepat untuk masalah kulit di area vagina Anda.

Bila mengalami iritasi, kulit yang ruam, pecah, dan kering akibat mencukur, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Dr. Ryan Sobel menjelaskan bahwa area kulit vagina sebenarnya tidak membutuhkan perawatan selayaknya kulit wajah.

Oleh karena itu, tindakan perawatan vagina menggunakan masker dikembalikan ke keputusan personal masing-masing.

Langkah aman menggunakan masker vagina

memasukkan jari ke vagina

Jika Anda ingin merawat area kewanitaan dengan masker vagina, sebaiknya lakukan langkah-langkah berikut.

1. Cobalah lebih dulu di area kulit lain

Sebelum menggunakannya ke bagian kewanitaan, Anda perlu mencoba masker tersebut terlebih dahulu di area kulit lain untuk mengetahui apakah Anda cocok dengan kulit Anda.

Caranya dengan tempelkan masker tersebut di bagian dalam lengan atas. Area ini merupakan bagian tubuh yang memiliki kulit yang tipis

Lakukan kegiatan ini selama tiga hari secara rutin dan perhatikan efeknya pada kulit lengan Anda tersebut.

2. Cobalah pada bibir luar vagina

Jika tidak terjadi alergi dan iritasi pada kulit lengan setelah tiga hari, Anda dapat mencoba menggunakan masker tersebut pada bibir luar atau labia mayora

Lakukan hal ini selama tiga hari pula. Bila tidak terjadi keluhan apapun, Anda bisa menggunakannya di seluruh bagian terluar dari vagina Anda.

Namun, kembali lagi, ketimbang menggunakan masker vagina, lebih baik bersihkan vagina secara rutin dengan cara yang benar.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vulvovaginal Health Center – Jefferson University Hospitals. Retrieved 29 March 2021, from https://hospitals.jefferson.edu/departments-and-services/obstetrics-and-gynecology/programs-and-services/vulvovaginal-health-center.html

Millheiser L. (2018). Retrieved March 29, 2021 from personal interview for Healthline.

Zhu J. (2016). Retrieved March 29, 2021 from personal interview for SELF.

Shah S. (2016). Retrieved March 29, 2021 from personal interview for SELF.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x