backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 27/02/2024

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Masker vagina mungkin belum sepopuler masker wajah. Namun, beberapa wanita  menggunakannya dengan tujuan untuk memutihkan bibir area kewanitaan. Apakah tindakan ini aman? Apa saja hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menggunakannya? Yuk, simak penjelasannya di sini ya!

Apa saja manfaat masker vagina?

Jika masker wajah digunakan untuk seluruh bagian muka, masker vagina digunakan pada area kewanitaan atau miss v.

Produk ini disebut digunakan untuk perawatan vagina dan kecantikan kulit di area kewanitaan tersebut.

Berikut beberapa kegunaan penggunaan produk masker untuk area kewanitaan yang diklaim oleh beberapa produsennya.

  • Menenangkan area kulit vagina yang iritasi atau luka setelah dicukur.
  • Melembabkan kulit area vagina yang kering.
  • Mencerahkan kulit area vagina.

Beberapa produsen masker di area kewanitaan tersebut mengatakan produk ini diciptakan untuk membantu wanita mendapatkan kepercayaan diri. 

Hal ini karena pada dasarnya, wanita kerap memiliki masalah dengan area kewanitaannya, seperti selangkangan hitam akibat pemakaian pembalut, sehingga cenderung malu dan canggung ketika harus dilihat.

Apakah masker vagina aman digunakan?

dampak overthinking

Sejumlah produsen masker khusus wanita ini mengklaim produknya aman karena mengandung bahan-bahan alami, seperti lidah buaya, chamomile, minyak kelapa, minyak zaitun, dan produk botani lainnya yang telah melalui berbagai uji coba.

Biasanya, produsen perawatan area kewanitaan juga bekerja sama dengan tenaga medis dan ahli kecantikan dalam proses pembuatannya.

Julia Zhu, Direktur Medis dari Wall Street Dermatology, menilai masker vagina merupakan cara kreatif untuk mengurangi iritasi dan gatal pada vagina

Ia juga mengatakan beberapa masker yang sekiranya digunakan untuk wajah memang bisa dan aman digunakan di area kulit lainnya.

Ini artinya, beberapa produk masker wajah yang berfungsi untuk menghidrasi, melembapkan, dan menenangkan diklaim aman digunakan di area kewanitaan. 

Berdsarkan keterangan pakar di atas, menggunakan masker vagina boleh dan mungkin aman dilakukan. Namun, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan dalam pemakaiannya.

Apakah perlu menggunakan masker vagina?

Sebenarnya, masker bukanlah perawatan yang paling tepat untuk masalah kulit di area vagina. Tindakan perawatan vagina menggunakan masker dikembalikan ke keputusan personal masing-masing. Bila mengalami iritasi, kulit yang ruam, pecah, dan kering akibat penggunaan produk masker ini, sebaiknya berkonsultasilah kepada dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat. 

Apa saja yang perlu diperhatikan saat menggunakan masker vagina?

Agar lebih aman saat menggunakan masker vagina, ada baiknya perhatikan hal-hal berikut ini.

1. Hindari masker yang berfungsi untuk mencerahkan

Anda sebaiknya menghindari masker yang mengklaim bisa mencerahkan dan mencegah penuaan kulit.

Produk yang digunakan untuk mencerahkan kulit dan mencegah penuaan biasanya mengandung asam salisilat, asam glikolat, dan retinol.

Zat-zat semacam ini sebaiknya tidak dioleskan ke area kewanitaan karena justru dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Ini terutama pada kulit vagina yang sangat sensitif. 

2. Hindari masker yang mengandung pewangi

Selain menghindari masker yang berfungsi mencerahkan, produk yang mengandung pewangi pun perlu dihindari karena juga bisa menyebabkan iritasi.

Dr. Leah Millheiser, seorang dokter obgyn dari Stanford University Medical Center mengatakan bahwa kulit vagina lebih tipis daripada kulit di bagian tubuh lainnya.

Oleh karena itu, penggunaan masker vagina harus ekstra hati-hati, terutama bagi Anda yang sudah mendekati masa menopause.

Banyak produk masker yang bersifat eksfoliasi sehingga dapat membuat kulit area kewanitaan Anda menjadi lecet dan mengelupas.

3. Waspada reaksi alergi akibat penggunaannya

Meski mengandung bahan alami yang aman, tidak semua wanita bisa menggunakan produk masker untuk area kewanitaannya.

Sebelum memakainya, lebih baik mengecek kembali bahan-bahan yang terkandung pada produk tersebut.

Bisa jadi ada bahan tertentu yang tidak cocok dengan kulit Anda sehingga dapat memunculkan reaksi alergi.

Dr. Ryan Sobel, asisten profesor kebidanan dan ginekologi dari Sidney Kimmel Medical College, Jefferson University, di Philadelphia, Amerika Serikat menyatakan fakta penting.

Beliau mengatakan banyak wanita yang mengalami reaksi alergi setelah menggunakan beberapa produk di area vaginanya, seperti sabun, pantyliner, atau bahkan pelumas untuk hubungan intim.

Gejala yang muncul, seperti gatal, terasa panas seperti terbakar, atau kemerahan. Oleh karena itu, menggunakan masker di area kewanitaan pun perlu berhati-hati.

Tips aman menggunakan masker vagina

memasukkan jari ke vagina

Jika Anda ingin merawat area kewanitaan dengan masker vagina, sebaiknya lakukan langkah-langkah berikut.

1. Cobalah lebih dulu di area kulit lain

Sebelum menggunakannya ke bagian kewanitaan, Anda perlu mencoba masker tersebut terlebih dahulu di area kulit lain untuk mengetahui apakah produk ini cocok dengan kulit Anda. 

Caranya dengan tempelkan masker tersebut di bagian dalam lengan atas. Area ini merupakan bagian tubuh yang memiliki kulit yang tipis

Lakukan kegiatan ini selama 3 hari secara rutin dan perhatikan efeknya pada kulit lengan Anda tersebut.

2. Cobalah pada bibir luar vagina

Jika tidak terjadi alergi dan iritasi pada kulit lengan setelah 3 hari, Anda dapat mencoba menggunakan masker tersebut pada bibir luar atau labia mayora

Lakukan hal ini selama 3 hari pula. Bila tidak terjadi keluhan apa pun, Anda bisa menggunakannya di seluruh bagian terluar dari vagina Anda.

Namun, kembali lagi, ketimbang menggunakan masker vagina, lebih baik bersihkan vagina dengan cara yang benar serta rutin untuk menjaga kesehatan miss v Anda.

Bila ada keluhan tertentu, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan perawatan yang lebih tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 27/02/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan