Ada Bercak Kuning di Celana Dalam, Apa Artinya Ini?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bercak kuning di celana dalam erat kaitannya dengan mengompol. Akan tetapi, apakah ini yang terjadi pada orang dewasa? Belum tentu. Bercak kuning pada celana dalam bisa disebabkan oleh berbagai hal. Berbahayakah?

Apa artinya jika ada bercak kuning di celana dalam?

Pada kebanyakan kasus, bercak kuning di celana dalam menandakan residu cairan kelamin yang menjadi gejala penyakit kelamin menular seperti gonore dan klamidia. Keduanya ditandai oleh keluarnya keputihan atau cairan penis yang tidak normal, yaitu berwarna kekuningan (bisa kuning kehijauan) dan berbau busuk. Cairan keputihan atau air mani yang sehat dan normal seharusnya berwarna putih bening dan tidak berbau.

Khususnya pada wanita, bercak kuning pada celana dalam juga bisa menjadi tanda dari gejala trikomoniasis dan infeksi bakteri vagina (bacterial vaginosis). Kedua kondisi ini sama-sama menyebabkan cairan keputihan kental yang berwarna kekuningan dan berbau menyengat atau amis. Gejala lainnya adalah keluhan rasa sakit atau panas saat buang air kecil.

Pada pria, selain karena gonore dan klamidia, keluarnya air mani berwarna kuning kehijauan bisa menjadi salah satu gejala infeksi prostat.

Bila Anda mencurigai atau mengalami salah satu dari kondisi di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Apa pengobatannya?

Kebanyakan kasus infeksi bakteri pada kelamin dapat diobati dengan antibiotik resep dokter.

Jika bercak kuning di celana dalam Anda benar disebabkan oleh penyakit kelamin menular, seperti klamidia, gonore, atau trikomoniasis, Pasangan Anda juga perlu menjalani tes penyakit kelamin karena mungkin infeksi bisa berpindah dari Anda ke pasangan, dan sebaliknya. Kondisi ini disebut efek pingpong. Selain itu, beberapa jenis penyakit kelamin menular membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi HIV. Maka, penting bagi Anda dan pasangan untuk mendapatkann tes penyakit kelamin secara rutin.

Bagaimana cara mencegahnya?

Cara paling utama untuk mencegah penyakit kelamin adalah dengan selalu menjaga kebersihan vagina dan juga kebersihan penis. Ganti celana dalam apabila Anda sering berkeringat atau beraktivitas di kondisi lembap.

Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat dan tidak dapat menyerap keringat. Pakaian ketat dapat membuat daerah kewanitaan Anda menjadi lembap, sehingga lebih rentan terkena infeksi. Sebaiknya gunakan celana dalam yang berbahan katun.

Untuk mencegah penularan penyakit kelamin lewat seks, pastikan Anda selalu memakai kondom dan sebisa mungkin tidak bergonta-ganti pasangan seks dalam satu waktu. Penyakit kelamin dapat menular antar pria dan wanita, antar wanita, maupun antar pria. Digunakan dengan benar, kondom dapat mencegah penyakit menular seksual. Bersihkan juga alat kelamin sebelum dan setelah seks.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vagina Bau

Vagina bau adalah kondisi bau menyengat yang tidak sedap pada kemaluan. Kondisi ini bisa dianggap sebagai pertanda infeksi. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 21/06/2019 . Waktu baca 7 menit

Apakah Infeksi Klamidia Bisa Benar-benar Disembuhkan? Begini Jawabannya

Klamidia sering dianggap berbahaya karena tidak sedikit orang yang mengalami penyakit ini. Namun, sebenarnya mungkinkah klamidia bisa sembuh sepenuhnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13/01/2019 . Waktu baca 4 menit

Wajarkah Mengalami Keputihan Setelah Berhubungan Seks?

Keputihan adalah hal yang normal terjadi pada wanita. Namun, bagaimana jika Anda mengalami keputihan setelah berhubungan? Baca ulasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 03/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Hati-hati, Sakit Perut Bawah Bisa Jadi Tanda 5 Masalah Kesehatan Ini

Sakit perut bagian bawah bisa jadi pertanda masalah kesehatan serius, baik pada wanita maupun pria. Apa saja kemungkinan penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/11/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pakai pantyliner

Tidak Dianjurkan untuk Digunakan Setiap Hari, Kapan Sebaiknya Pakai Pantyliner?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/08/2019 . Waktu baca 4 menit
keputihan sebelum haid

Keputihan Sebelum Haid, Normal Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2019 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan bau vagina

5 Cara Mudah dan Efektif untuk Mengusir Bau Vagina yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 19/07/2019 . Waktu baca 5 menit
vagina sakit saat kencing

4 Penyebab Vagina Sakit Saat Kencing yang Tidak Boleh Disepelekan (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2019 . Waktu baca 5 menit