backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

4 Penyebab Tubuh Lemas Saat Haid dan Tips Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

4 Penyebab Tubuh Lemas Saat Haid dan Tips Mengatasinya

Ada banyak gangguan yang muncul saat haid, salah satunya tubuh mudah lelah atau terasa lemas. Memangnya, kenapa badan terasa lemas saat haid? Supaya Anda tidak lagi terganggu dengan kondisi ini, yuk cari tahu penyebab dan penanganannya di bawah ini.

Kenapa badan terasa lemas saat datang bulan?

Sebagian besar wanita mengalami berbagai keluhan ketika tamu bulanannya datang, mulai dari perut kram, kembung, hingga mood swing saat haid.

Selain keluhan yang umum di atas, ada pula yang mengeluhkan badan hingga kaki terasa lemas saat menstruasi, terutama ketika haid pada hari pertama dan kedua. 

Kondisi ini sebenarnya tidak perlu Anda khawatirkan karena normal terjadi. Namun, Anda perlu tahu penyebabnya karena dengan begitu Anda bisa tahu cara tepat untuk menanganinya.

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan tubuh lemas saat haid.

1. Perubahan hormon pada tubuh

Hormon estrogen berperan dalam ovulasi (ketika indung telur melepaskan sel telur) dan menebalkan lapisan rahim (endometrium) untuk persiapan pembuahan.

Jika tidak terjadi pembuahan, lapisan rahim tersebut akan luruh.  

Menjelang menstruasi, hormon estrogen akan menurun. Perubahan hormon ini dapat menyebabkan penurunan energi dan suasana hati saat haid, sehingga tubuh bisa terasa lemas.

2. Berkurangnya jumlah darah

Saat menstruasi, tubuh akan mengeluarkan banyak darah pada hari pertama dan kedua.

Diperkirakan, seorang wanita dapat mengeluarkan sekitar 30—44 ml darah saat datang bulan. Bahkan, darahnya bisa lebih banyak dari itu sehingga menyebabkan anemia.

Nah, kehilangan darah inilah yang bisa membuat tubuh lemas saat haid. Pasalnya, sel darah merah membawa oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan dan organ tubuh. 

3. Kurang tidur saat haid

Melansir dari situs Mayo Clinic, sindrom pramenstruasi (PMS) dapat menimbulkan gejala susah tidur.

Kondisi ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh nyeri perut, diare, dan badan terasa sakit saat haid.

Kurang tidur saat haid bisa membuat Anda tidak bersemangat keesokan harinya, sehingga Anda menjadi mudah lelah dalam menjalani aktivitas. 

4. Mengalami kondisi tertentu

Badan dan kaki lemas saat menstruasi bisa dipengaruhi oleh beberapa kondisi kesehatan yang juga terjadi secara bersamaan, misalnya dehidrasi yang dipicu oleh gejala PMS berupa diare.

Tubuh mudah lelah saat haid juga bisa terjadi akibat stres menumpuk yang memperburuk suasana hati. 

Cara mengatasi badan terasa lemas saat haid

cara melancarkan haid setelah kb suntik 3 bulan

Pada beberapa orang, kelelahan tidak selalu terjadi saat haid. Jika ya, biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. 

Namun bila Anda selalu mengalami kondisi ini setiap haid, Anda bisa mengatasinya lewat tips berikut.

1. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Makanan tidak hanya memberikan energi tapi juga nutrisi bagi tubuh, terutama zat besi. Oleh sebab itulah, Anda perlu memperhatikan pilihan makanan selama menstruasi. 

Berikut rekomendasi makanan agar tidak lemas saat haid.

  • Makanan kaya zat besi dapat menggantikan zat besi yang hilang akibat perdarahan, contohnya sayuran berdaun hijau, daging merah tanpa lemak, dan kacang-kacangan.
  • Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi. Buah jeruk, beri, brokoli, dan paprika merah merupakan sumber vitamin C yang baik.
  • Vitamin K dapat mengurangi perdarahan hebat. Pilih sayuran berdaun hijau, bluberi, keju, dan telur untuk mendapatkan zat gizi ini.
  • Asam lemak omega-3 mengurangi peradangan dan kram. Makanan yang mengandung asam lemak omega-3 antara lain salmon, biji rami, dan kacang pohon.

2. Minum suplemen zat besi

Menstruasi berlebihan (menorrhagia) yang menyebabkan kelelahan dapat diatasi dengan konsumsi suplemen zat besi. 

Perawatan ini menjadi pilihan jika kebutuhan zat besi tidak dapat dicukupi hanya dengan makanan. Jika Anda ingin mencoba cara ini, sebaiknya konsultasikan lebih dahulu kepada dokter.

3. Olahraga

Tubuh yang lemas mungkin membuat Anda malas berolahraga. Namun jangan salah, tetap aktif bergerak sebenarnya dapat membantu meningkatkan energi.

Di samping itu, olahraga bisa memperbaiki suasana hati dan mengurangi keparahan gejala haid yang mengganggu. Pilihan olahraga saat haid yang bisa Anda terapkan, yaitu jalan cepat, senam, yoga, atau pilates.

4. Minum obat

Selain diet dan olahraga, obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen dapat membantu mengatasi kram dan gejala mengganggu lainnya yang berdampak pada kelelahan.

Namun, lebih baik konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini jika Anda memiliki masalah asam lambung. 

Tips mencegah badan terasa lemas saat haid

sudah lama tidak olahraga

Kelelahan saat datang bulan mungkin bisa mengganggu aktivitas harian Anda. Untungnya, Anda bisa mengurangi risiko terjadinya kondisi ini lewat beberapa langkah berikut.

  • Mengurangi asupan makanan tinggi gula, alkohol, dan kafein. Sebagai gantinya, perbanyak makanan tinggi zat besi dan vitamin C.
  • Berhenti merokok serta hindari asap rokok di sekitar Anda.
  • Mengurangi asupan makanan tinggi garam dan cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih setidaknya delapan gelas per hari.
  • Lakukan olahraga (latihan intensitas sedang) secara rutin sekitar 150—300 menit per minggu.

Menerapkan kebiasaan di atas, bisa membantu mencegah tubuh lemas saat haid. Namun jika Anda merasa badan lemas terus-terusan, jangan ragu untuk periksa ke dokter.

Ini terutama jika gejalanya menghambat Anda untuk beraktivitas dengan normal.

Kesimpulan

Tubuh terasa lemas saat menstruasi merupakan hal yang normal, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini bisa terjadi karena perubahan hormon, berkurangngya jumlah darah, kurang tidur, hingga munculnya masalah kesehatan tertentu saat haid. Meski normal terjadi, Anda bisa mengatasinya dengan mengonsumsi asupan bergizi hingga tetap aktif bergerak.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan