Keramas saat haid telah menjadi larangan yang sering kali disampaikan oleh para orangtua zaman dahulu. Banyak mitos-mitos yang dikaitkan dengan keramas selama masa haid, mulai dari hal mistis hingga kesehatan.
Keramas saat haid telah menjadi larangan yang sering kali disampaikan oleh para orangtua zaman dahulu. Banyak mitos-mitos yang dikaitkan dengan keramas selama masa haid, mulai dari hal mistis hingga kesehatan.

Namun, apakah larangan ini memiliki dasar ilmiah yang layak untuk dipercaya? Yuk, temukan jawabannya di sini ya!

Ya, Anda boleh keramas saat haid. Larangan keramas selama menstruasi yang kerap beredar di masyarakat hanyalah mitos belaka.
Alasan-alasan yang melarang wanita haid untuk keramas justru tidak memiliki dasar ilmiah, baik secara logika maupun medis.
Oleh karena itu, Anda takut pada mitos-mitos menstruasi yang tidak benar, termasuk soal keramas saat haid.
Bahkan, keramas saat haid sebenarnya memberikan berbagai manfaat, di antaranya adalah sebagai berikut.
Seperti dijelaskan di atas, keramas saat haid tentu boleh dilakukan bahkan justru punya manfaat bagi tubuh dan kesehatan.
Sayangnya, secara turun temurun, tak sedikit masyarakat yang percaya bahwa keramas dapat mengganggu menstruasi wanita. Oleh karena itu, wanita diminta untuk tidak keramas selama masa haid.
Konon, air yang disiramkan ke kepala akan menyebabkan darah haid menggumpal atau membeku sehingga mengakibatkan alirannya menjadi mampet atau tidak lancar.
Sebaliknya, ada juga yang percaya bahwa mandi dengan air hangat atau panas justru bisa meningkatkan jumlah darah yang keluar.
Alasan lainnya yang sering kita dengar adalah jika seorang wanita yang sedang menstruasi menyiram kepala atau keramas dapat menyebabkan darah atau keputihan masuk ke kepala dan otak.
Semua hal tersebut tentu tidak masuk akan dan tidak ada bukti ilmiahnya.

Ketimbang percaya pada mitos yang tidak memiliki penjelasan ilmiah dan belum jelas kebenarannya, sebaiknya Anda ketahui fakta terkait keramas saat haid berikut ini.
Keramas atau tidak keramas saat haid tidak membawa pengaruh apa-apa. Adapun hal-hal yang menyebabkan gangguan menstruasi adalah sebagai berikut.
Banyak yang berpendapat bahwa air dingin yang disiramkan ke kepala saat haid dapat menyebabkan darah haid membeku, sedangkan jika menyiramkan air hangat, darah haid akan menjadi banyak.
Faktanya, pendapat ini sama sekali tidak benar. Hal ini karena tidak adanya hubungan antara pembuluh darah di kepala dengan darah haid seseorang.
Dilansir dari UNICEF, menyiram air dingin ke kepala, seperti saat keramans tidak menimbulkan pengaruh apapun kepada siklus haid.
Perlu diketahui bahwa darah haid tidak berasal dari permukaan kulit melainkan dari dalam rahim. Darah haid terjadi melalui proses peluruhan selaput rahim.
Setiap periode tertentu, rahim mempersiapkan diri untuk janin dengan cara membentuk selaput pada dindingnya.
Namun, jika tidak terjadi pembuahan, selaput tersebut meluruh dan keluar melalui lubang kemaluan. Hal inilah yang disebut menstruasi.
Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa darah haid akan masuk ke otak akibat keramas saat haid. Tentu saja pendapat ini sangat tidak benar.
Secara anatomi tubuh, saluran reproduksi wanita tidak terhubung dengan pembuluh darah di otak. Maka itu, tidak mungkin darah haid bisa masuk sampai ke otak.
Memang benar, seorang wanita bisa saja mengalami pusing ataupun sakit kepala saat haid.
Namun, hal itu terjadi karena perubahan hormonal yang dialami saat haid, bukan karena darah haid yang masuk ke otak.
Dengan keramas, rambut akan terasa lebih segar dan bersih. Ini juga bisa membuat tubuh merasa lebih nyaman.
Bahkan, karena tubuh merasa nyaman, kram dan kembung yang kerap terjadi saat haid juga bisa ikut mereda.
Meski demikian, disarankan untuk keramas secukupnya dan hindari mencuci rambut setiap hari.
Hal tersebut justru bisa membuat tubuh merasa lebih lelah karena umumnya mandi sambil keramas membutuhkan waktu yang lebih lama, dibandingkan dengan mandi tapi tidak keramas.
Setelah mengetahui fakta mengenai keramas saat haid, Anda sebaiknya jangan percaya sepenuhnya pada mitos seputar menstruasi yang beredar tanpa mencari tahu kebenarannya, ya!
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Graham, B., Denson, T., Barnett, J., Calderwood, C., & Grisham, J. (2018). Sex Hormones Are Associated With Rumination and Interact With Emotion Regulation Strategy Choice to Predict Negative Affect in Women Following a Sad Mood Induction. Frontiers In Psychology, 9. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.00937
Hambach, A., Evers, S., Summ, O., Husstedt, I. W., & Frese, A. (2013). The impact of sexual activity on idiopathic headaches: An observational study. Cephalalgia, 33(6), 384–389. https://doi.org/10.1177/0333102413476374
Healthy Menstruation. (2023). Retrieved 12 June 2023, from https://www.unicef.org/timorleste/sites/unicef.org.timorleste/files/2019-03/Menstrual%20Hygiene%20Management%20-%20English_0.pdf
Alharbi, K., Alkharan, A., Abukhamseen, D., Altassan, M., Alzahrani, W., & Fayed, A. (2018). Knowledge, readiness, and myths about menstruation among students at the Princess Noura University. Journal Of Family Medicine And Primary Care, 7(6), 1197. https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc_279_18
Martin, R. (2022). Washing Your Hair During Periods: Safe Or Awkward?. Retrieved 12 June 2023, from https://opo.life/washing-your-hair-during-periods/
That time of the month: menstruation rules & the scientific reasons you never knew . (2023). Retrieved 12 June 2023, from https://www.artofliving.org/in-en/ayurveda/ayurvedic-tips/facts-about-menstruation-that-you-never-knew
Versi Terbaru
20/06/2023
Ditulis oleh Reikha Pratiwi
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
Diperbarui oleh: Karinta Ariani Setiaputri