backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan
Konten

6 Penyebab Keputihan Setelah Haid yang Normal dan Tidak

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 17/08/2023

6 Penyebab Keputihan Setelah Haid yang Normal dan Tidak

Setelah selesai haid, rasa tidak nyaman akan hilang. Namun, Anda bisa mendapati terjadinya keputihan setelah menstruasi. Lantas, apakah hal ini normal atau malah sebaliknya? Jangan dulu cemas, cari tahu jawaban dari keputihan setelah haid pertanda apa pada ulasan berikut.

Keputihan setelah haid apakah normal?

Terjadinya keputihan usai haid atau menstruasi adalah kondisi yang normal dan wajar terjadi.

Melansir Kids Health, keluarnya keputihan ini membantu membersihkan serta melembapkan vagina serta mencegah dan melawan infeksi.

Meski begitu, keluarnya keputihan setelah menstruasi juga bisa menandakan masalah kesehatan tertentu.

Ini terutama jika keputihan Anda mengalami perubahan pada tekstur maupun warnanya, diikuti dengan gejala lain yang mengganggu.

Jadi setelah haid, keputihan Anda normal atau tidak tergantung dari warna cairan dan teksturnya. Anda juga perlu memperhatikan apakah keputihan keluar banyak setelah haid yang tak biasa.

Berbagai penyebab keputihan setelah haid

perbedaan keputihan mau haid dan hamil

Berikut adalah berbagai penyebab kenapa Anda mengalami keputihan setelah haid, baik itu normal maupun pertanda penyakit.

1. Sisa haid

Penyebab paling umum munculnya cairan setelah haid adalah darah lama yang masih dikeluarkan dari lapisan rahim. Ini dapat terjadi dalam beberapa hari setelah aliran haid normal Anda berhenti.

Bila diperhatikan, keputihan yang keluar akan cenderung berwarna kecokelatan. Anda tidak memerlukan perawatan khusus karena kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya.

2. Masa ovulasi

Dalam siklus 28 hari, Anda mungkin berovulasi dalam waktu dua minggu setelah hari pertama haid. Setelah haid, Anda mungkin melihat keputihan dari serviks saat kadar estrogen dalam tubuh mulai meningkat. 

Kondisi ini cenderung terjadi pada wanita yang memiliki siklus menstruasi pendek setiap bulannya. Pada kondisi ini, Anda tidak perlu khawatir karena keputihan akan menghilang dalam beberapa hari.

3. Efek samping penggunaan pil KB

Penggunaan pil KB dapat menyebabkan efek samping pada tubuh. Setelah obat digunakan, jumlah estrogen dan progesteron dalam tubuh akan mengalami peningkatan.

Kondisi ini dapat menyebabkan jumlah keputihan lebih banyak sepanjang bulan. Selain itu, Anda juga akan mendapati siklus haid menjadi tidak teratur.

Tahukah Anda?

Keputihan setelah haid yang normal seharusnya tidaklah banyak. Jumlah yang normal diperkirakan sekitar 1 sendok makan penuh.

4. Infeksi jamur vagina

Tanpa Anda sadari, ada jamur yang hidup pada vagina Anda. Jika jumlahnya seimbang, ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, perkembangan jamur yang tidak terkendali bisa memicu infeksi jamur vagina.

Jika diperhatikan, keputihan karena jamur vagina akan bertekstur kental. Warna keputihan bisa seperti susu dan tampak berbusa. Anda juga akan merasakan perih dan gatal pada vagina.

5. Vaginosis bakterialis

Tidak cuma jamur, di permukaan kulit vagina Anda juga terdapat bakteri. Jumlah bakteri yang tidak terkendali di vagina bisa menyebabkan infeksi yang disebut dengan vaginosis bakterialis.

Pada kasus vaginosis bakterialis, keputihan setelah haid yang keluar akan berwarna keabu-abuan. Di samping itu, vagina juga akan terasa sakit, gatal, dan kemerahan.

6. Penyakit menular seksual

Terinfeksi penyakit menular seksual, seperti gonore atau klamidia, juga bisa menyebabkan keputihan setelah haid.

Bila Anda perhatikan, keputihan yang keluar akibat penyakit ini akan berwarna kuning kehijauan. Baunya pun menyengat. Kondisi ini juga diikuti dengan berbagai gejala berikut.

  • Nyeri dan pembengkakan pada vagina.
  • Gangguan buang air.
  • Luka di sekitar vagina.

Cara mengatasi keputihan setelah haid

lactacyd obat vagina

Munculnya keputihan usai menstruasi memang normal terjadi.

Akan tetapi, bukan berarti Anda menyepelekan tanda-tanda peringatan, seperti perubahan warna dan tekstur cairan vagina, munculnya luka, maupun rasa nyeri.

Untuk keputihan yang normal, tidak ada perawatan khusus. Namun, penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan vagina.

Di antaranya dengan membersihkan vagina setiap kali buang air, mengganti celana dalam secara rutin, memakai pantyliner, dan menjaga vagina tetap bersih serta kering.

Jika ada indikasi masalah kesehatan seperti dijelaskan di atas, ikuti cara mengatasi keputihan saat haid berikut ini.

  • Menggunakan obat infeksi jamur ringan yang bisa dibeli di apotek atau toko obat. Jika tidak ampuh, dapatkan resep obat jenis ini dari dokter.
  • Hindari produk kebersihan organ intim yang mengandung pewangi.
  • Menggunakan antiobiotik untuk mengatasi vaginosis bakterialis yang hanya diresepkan dokter.

Dengan tahu penyebab keputihan setelah haid atau menstruasi, Anda jadi lebih waspada terhadap masalah kesehatan tertentu sehingga bisa mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 17/08/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan