home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Tips Bijak Memberitahu Suami Bahwa Anda Sudah Menopause

3 Tips Bijak Memberitahu Suami Bahwa Anda Sudah Menopause

Istri menopause mungkin menjadi hal yang menakutkan bagi hubungan pernikahan. Sadar atau tidak, semua hal tersebut dapat memengaruhi keintiman Anda dengan pasangan. Sebenarnya, penting tidak sih menyampaikan pada suami saat sudah menopause?

Ciri-ciri yang biasanya dirasakan oleh istri menopause

mental lansia

Sama halnya seperti pertama kali mengalami menstruasi pada usia puber, berakhirnya masa menstruasi (menopause) tentu akan menimbulkan beragam perubahan pada tubuh.

Melansir JBI Evidence Synthesis, berikut ini beberapa gejala menopause yang biasanya dialami oleh wanita menopause.

1. Susah tidur di malam hari

Hal pertama yang paling kentara saat istri menopause adalah susah tidur di malam hari. Bahkan saat sudah terlelap pun ada saja gangguan yang membuat tidur jadi tidak nyenyak.

Akibat tidur yang tidak nyenyak, wanita menjadi kurang istirahat, mudah lelah dan stres sepanjang hari.

2. Mudah tersulut emosi

Dr. Rebecca Brightman, ahli kandungan dari Mount Sinai School of Medicine menjelaskan bahwa tidur yang tidak nyenyak dapat berpengaruh pada suasana hati istri menopause.

Selain itu, perubahan hormonal juga dapat membuat wanita yang menopause menjadi emosional.

Itulah mengapa tidak sedikit wanita yang gampang tersulut emosi, bahkan ketika dihadapkan pada masalah kecil sekalipun, saat menjelang maupun memasuki masa menopause.

3. Penurunan gairah seksual

Akibat perubahan hormonal, istri menopause juga biasanya mengalami penurunan gairah seksual.

Melansir Endocrinology and Metabolism Clinics of North America, perubahan hormon steroid dan psikologis pada wanita menopause menyebabkan kondisi disfungsi seksual, seperti kurang gairah dan vagina lebih kering.

Jika tidak dikomunikasikan dengan baik bersama pasangan, hal ini mungkin dapat memicu pertengkaran dan hubungan yang tidak harmonis.

4. Hot flashes pada istri menopause

Hot flashes adalah sensasi kepanasan hebat yang datang dari dalam tubuh. Hal ini bukan disebabkan oleh perubahan temperatur atau cuaca lingkungan sekitar.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan wajah dan kulit tubuh (terutama leher dan dada) yang memerah dan terasa hangat, berkeringat, disertai rasa kesemutan pada jari-jari.

Sensasi gerah ini dapat terjadi secara perlahan ataupun timbul secara tiba-tiba ini. Jika mengalaminya, Anda tidak perlu kuatir karena hal ini adalah normal sebagai pertanda umum istri menopause.

Perlukah memberitahu suami ketika istri menopause?

seks lansia

Terjadinya berbagai perubahan pada diri istri yang menopause, seperti emosional dan penurunan gairah seks, mungkin dapat memicu pertengkaran dan hubungan yang tidak harmonis dalam rumah tangga.

Di masa menopause, gairah seksual wanita cenderung menurun atau berbeda dari sebelumnya. Selain itu, kondisi vagina yang terasa lebih kering membuat Anda mungkin menghindari hubungan seks untuk sementara waktu.

Keengganan istri untuk berhubungan intim tentu akan menimbulkan pertanyaan besar dalam benak pasangan. Bahkan, pasangan bisa saja berpikir bahwa ada yang salah dengan dirinya.

Oleh karena itu, pentingnya menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan untuk menghindari masalah-masalah tersebut. Sampaikanlah dengan cara yang baik bahwa Anda sudah memasuki masa menopause

Dengan begitu, setidaknya pasangan akan lebih memahami apa yang sebenarnya Anda rasakan. Lebih baiknya lagi, bila nantinya Anda berdua mendapatkan jalan keluar terbaik dari persoalan ini.

Bagaimana cara menyampaikannya kepada suami?

Kondisi istri menopause perlu dihadapi dengan cara yang bijaksana agar hubungan rumah tangga tetap terjaga.

Pada dasarnya tidak ada waktu pasti yang mengatur kapan Anda harus memberitahu suami saat sudah menopause. Intinya, semakin cepat menyampaikannya tentu akan semakin baik.

Hal ini agar suami bisa lebih cepat memahami kondisi Anda, sekaligus menghindari timbulnya konflik akibat hal-hal yang sepele.

Nah, berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk memberitahu suami ketika istri menopause:

1. Jelaskan dengan jujur dan terbuka

Sebelum memulai pembicaraan, usahakan Anda dan pasangan sedang berada dalam situasi yang nyaman. Selanjutnya, Anda boleh membuka obrolan yang mengarah pada keluhan selama ini.

Jelaskan dengan terbuka dan biarkan pasangan paham secara perlahan, bahwa apa yang Anda alami ini adalah karena datangnya masa menopause.

2. Sampaikan gejala yang dirasakan

Supaya pasangan lebih mendapatkan gambaran mengenai kondisi Anda, sebaiknya utarakan gejala apa saja yang kerap Anda rasakan.

Entah karena perubahan mood sehingga Anda jadi gampang marah, atau penolakan halus saat ingin berhubungan intim karena gairah seks yang rendah.

Setidaknya, pasangan menemukan jawaban pasti bahwa perubahan sikap Anda selama ini bukan karena kesalahan suami melainkan karena memang sebagai istri Anda sedang memasuki masa menopause.

3. Cari solusi bersama

Setelah berhasil menyampaikan semua keluhan Anda, kini saatnya mencari solusi terbaik bagi Anda berdua.

Salah satu solusinya yaitu menggunakan pelumas vagina yang aman saat berhubungan seks, atau melakukan aktivitas seksual lain yang tidak hanya terpatok dengan hubungan intim semata.

Jangan hanya terpaku pada seks saja. Sebab, masih ada berbagai kegiatan seksual lain yang bisa dilakukan demi menjaga keharmonisan rumah tangga.

Sudah mengutarakan semua unek-unek dan keluhan yang Anda rasakan? Kini Anda boleh bernapas lega.

Selain itu, jangan lupa sampai terima kasih pada pasangan atas segala perhatian, pengertian, serta dukungannya selama ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gracia, C., & Freeman, E. (2018). Onset of the Menopause Transition. Obstetrics And Gynecology Clinics Of North America45(4), 585-597. doi: 10.1016/j.ogc.2018.07.002

Bromberger, J., & Kravitz, H. (2011). Mood and Menopause: Findings from the Study of Women’s Health Across the Nation (SWAN) over 10 Years. Obstetrics And Gynecology Clinics Of North America38(3), 609-625. doi: 10.1016/j.ogc.2011.05.011

Hoga, L., Rodolpho, J., Gonçalves, B., & Quirino, B. (2015). Womenʼs experience of menopause: a systematic review of qualitative evidence. JBI Database Of Systematic Reviews And Implementation Reports13(8), 250-337. doi: 10.11124/jbisrir-2015-1948

Thornton, K., Chervenak, J., & Neal-Perry, G. (2015). Menopause and Sexuality. Endocrinology And Metabolism Clinics Of North America, 44(3), 649-661. doi: 10.1016/j.ecl.2015.05.009

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 27/04/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x