backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

7 Cara Mencegah Fibroid Rahim yang Dapat Dilakukan

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 15/03/2024

7 Cara Mencegah Fibroid Rahim yang Dapat Dilakukan

Meskipun fibroid rahim tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius, kondisi ini dapat mengganggu dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah fibroid rahim.

Apa saja caranya? Simak penjelasan lengkapnya melalui ulasan berikut ini. 

Beragam cara mencegah fibroid rahim 

Fibroid rahim atau mioma uteri adalah pertumbuhan tumor jinak di dalam rahim. Kondisi ini merupakan masalah kesehatan yang dialami oleh banyak wanita.

Meskipun umumnya tidak bersifat kanker, tumor jinak ini dapat menyebabkan gejala fibroid rahim yang mengganggu dan menurunkan kualitas hidup.

Namun, dengan memperhatikan beberapa langkah pencegahan yang sederhana, wanita dapat mengurangi risiko terkena fibroid rahim dan memperbaiki kesehatan reproduksi mereka. 

Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mencegah fibroid rahim. 

1. Mengendalikan berat badan 

Timbangan berat badan setelah olahraga

Menurut jurnal Current Obstetrics and Gynecology Reports, kelebihan berat badan atau obesitas berkaitan erat dengan peningkatan risiko terjadinya fibroid rahim. 

Ini karena sel-sel lemak dalam tubuh wanita mengandung tinggi estrogen, yaitu hormon yang dapat memicu pertumbuhan kanker.

Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan berat badan yang sehat melalui kombinasi pola makan seimbang dan rutin olahraga. 

Menjaga indeks massa tubuh (IMT) dalam kisaran yang sehat dapat membantu mengurangi risiko fibroid rahim dan mendukung kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

2. Konsumsi makanan sehat dan kaya serat

Diet kaya serat, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh telah terbukti bermanfaat sebagai cara mencegah penyakit fibroid rahim. 

Ini karena serat membantu dalam menghilangkan kelebihan hormon estrogen dari tubuh yang dapat membantu mengurangi pertumbuhan fibroid.

Sebaiknya hindari makanan olahan, berlemak jenuh, dan gula tambahan yang dapat meningkatkan risiko fibroid rahim. 

Sebaliknya, pilih makanan seperti brokoli, kacang-kacangan, dan buah-buahan beri yang kaya akan antioksidan dan nutrisi yang mendukung kesehatan rahim.

3. Mengelola stres dengan baik

Cara mencegah fibroid rahim yang selanjutnya adalah mengelola stres. Stres kronis dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang terkait dengan pertumbuhan fibroid. 

Pengelolaan stres seperti meditasi, yoga, atau terapi bicara dapat membantu mengurangi tingkat stres dan menjaga keseimbangan hormon. 

Selain itu, menyediakan waktu untuk relaksasi dan perawatan diri juga penting untuk kesejahteraan mental dan fisik secara keseluruhan.

4. Minimalkan paparan terhadap xenoestrogen

Xenoestrogen adalah senyawa kimia yang meniru efek estrogen alami dalam tubuh. Adapun paparan terhadap xenoestrogen dapat meningkatkan risiko fibroid rahim. 

Untuk mengurangi paparan terhadap xenoestrogen, hindari penggunaan produk perawatan pribadi dan rumah tangga yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti ftalat, paraben, dan senyawa organik berfluorin (PFOA). 

Pilihlah produk yang ramah lingkungan dan bebas dari bahan kimia berbahaya untuk menjaga kesehatan rahim dan sistem reproduksi Anda.

5. Hindari paparan asap rokok 

cara menetralisir asap rokok yang terhirup

Merokok dapat meningkatkan risiko fibroid rahim pada wanita. Zat-zat kimia yang terkandung dalam rokok dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh dan memengaruhi fungsi rahim.

Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke rahim, dan memengaruhi kesehatan jaringan-jaringan di sekitarnya. 

Oleh karena itu, menghindari rokok dan lingkungan yang terpapar asapnya dapat menjadi cara mencegah fibroid rahim dan menjaga kesehatan reproduksi Anda secara keseluruhan. 

6. Mengonsumsi pil KB 

Melansir Mayo Clinic, penggunaan pil KB atau kontrasepsi progestin jangka panjang dapat memiliki efek protektif terhadap risiko fibroid rahim pada beberapa wanita. 

Pil KB yang mengandung kombinasi estrogen dan progestin telah dikaitkan dengan penurunan risiko fibroid, terutama pada wanita yang menggunakannya untuk jangka waktu yang lama. 

Sementara itu, kontrasepsi progestin jangka panjang, seperti suntik, implan, atau alat kontrasepsi intrauterine (IUD) yang mengandung hormon progestin, juga telah menunjukkan kemampuan untuk mengurangi risiko fibroid.

Namun, penting untuk diingat bahwa respons tubuh terhadap kontrasepsi hormonal dapat bervariasi dari individu ke individu. 

Beberapa wanita mungkin tidak merasakan efek perlindungan terhadap fibroid atau bahkan mengalami peningkatan risiko fibroid saat menggunakan kontrasepsi hormonal.

7. Rutin pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis

Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan berkonsultasi kepada dokter secara teratur adalah langkah penting dalam mencegah dan mendeteksi fibroid rahim sejak dini. 

Dokter dapat memberikan saran tentang langkah-langkah pencegahan yang sesuai berdasarkan riwayat kesehatan dan faktor risiko individu Anda. 

Jika diperlukan, dokter juga dapat merujuk Anda ke spesialis untuk evaluasi lebih lanjut dan pengelolaan yang tepat.

Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan ini, wanita dapat mengurangi risiko fibroid rahim dan mempromosikan kesehatan reproduksi yang optimal. 

Penting untuk diingat bahwa setiap wanita memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda-beda. Jadi konsultasikan kepada dokter untuk rencana pencegahan yang sesuai dengan kondisi Anda. 

Kesimpulan

Memberikan perhatian yang tepat terhadap gaya hidup dan perawatan diri dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah terjadinya fibroid rahim. Cara pencegahan fibroid rahim ini bisa dilakukan dengan mengontrol berat badan, mengonsumsi makanan sehat, mengontrol stres, menghindari paparan asap rokok, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 15/03/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan