Uretrotomi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Definisi

Apa itu uretrotomi?

Uretrotomi merupakan prosedur medis untuk menangani masalah penyempitan uretra. Uretra adalah saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Pada laki-laki, saluran ini juga mengalirkan sperma dan air mani keluar dari penis.

Penyempitan uretra, atau dikenal juga sebagai striktur uretra, umumnya disebabkan oleh jaringan parut. Pembentukan jaringan parut dapat berawal dari infeksi, cedera, atau peradangan pada uretra (uretritis).

Jaringan parut lama-kelamaan menyebabkan penyempitan uretra. Dampaknya, Anda mungkin menjadi lebih sering buang air kecil, buang air kecil tiba-tiba, mengeluarkan sedikit urine, atau merasa tidak tuntas setiap kali selesai buang air kecil.

Kapan saya perlu menjalani uretrotomi?

Uretrotomi dibutuhkan oleh orang-orang yang mengalami gejala penyempitan uretra. Prosedur ini bertujuan untuk memperlancar aliran urine, meningkatkan pengosongan kandung kemih, dan mengurangi rasa ingin kencing pada malam hari.

Uretrotomi juga dapat melindungi Anda dari risiko infeksi saluran kemih (ISK). Setelah menjalani uretrotomi, tidak akan ada lagi sisa urine yang terjebak dalam bagian uretra yang tadinya menyempit. Risiko timbulnya infeksi pun menjadi lebih rendah.

Pencegahan dan peringatan

Apakah ada alternatif dari prosedur ini?

Selain uretrotomi, berikut adalah metode alternatif yang mungkin dilakukan untuk mengatasi penyempitan uretra.

  • Balloon dilatation. Alat khusus yang dilengkapi balon kecil dimasukkan ke dalam uretra. Balon ini nantinya akan membesar dan melebarkan bagian uretra yang menyempit.
  • Dilator. Alat berbentuk batang logam kecil dimasukkan ke dalam uretra untuk melebarkan bagian uretra yang menyempit.

Dokter spesialis urologi terkadang juga perlu melakukan pembedahan bila penyempitan uretra cukup sulit diatasi. Bagian uretra yang dibedah kemudian diperbaiki dengan teknik operasi plastik.

Proses

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani uretrotomi?

Sebelum menjalani uretrotomi, Anda perlu berdiskusi dengan dokter anestesi seputar metode pembiusan yang akan gunakan. Penting untuk selalu mengikuti arahan dokter mengenai kapan sebaiknya Anda mulai berpuasa sebelum operasi.

Anda juga perlu memberitahu dokter tentang pengobatan yang sedang Anda jalani dan alergi yang mungkin Anda miliki. Jelaskan apa saja terkait kondisi kesehatan Anda yang mungkin dapat memengaruhi jalannya pembedahan.

Anda akan diberikan panduan jelas yang perlu dilakukan sebelum operasi, termasuk apakah Anda boleh mengonsumsi makanan atau minuman apa pun menjelang prosedur. Umumnya, Anda akan diharuskan berpuasa 6 jam sebelum operasi dimulai.

Bagaimana proses uretrotomi?

Prosedur uretrotomi dilakukan dalam keadaan bius total atau epidural yang diberikan melalui tulang belakang. Setelah obat bius bekerja, dokter bedah akan memasukkan stetoskop kaku (sistoskopi) ke dalam uretra Anda untuk memeriksa penyempitan.

Dokter kemudian akan menggunakan alat yang disebut urethrotome untuk mengiris jaringan parut dan memperlebar jalur uretra Anda. Dokter mungkin juga memasukkan sistoskop hingga ke dalam kandung kemih untuk memeriksa apakah ada masalah.

Setelah seluruh jaringan parut hilang, dokter akan memasangkan kateter urine pada kandung kemih Anda. Kateter ini berfungsi menyalurkan urine ke luar tubuh selama masa pemulihan uretra. Seluruh prosedur biasanya memakan waktu kurang dari 30 menit.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani uretrotomi?

Pasien umumnya diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah operasi. Namun, kadang pasien mungkin memiliki kondisi tertentu sehingga perlu menginap semalam di rumah sakit.

Apabila Anda langsung diperbolehkan pulang, Anda semestinya sudah bisa kembali bekerja setelah beberapa hari masa pemulihan. Anda boleh berolahraga, tapi pilihlah olahraga ringan dan hindari segala macam aktivitas yang memberatkan tubuh.

Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau naik-turun tangga dapat membantu Anda lekas pulih dan kembali menjalani kegiatan seperti biasa. Akan tetapi, mintalah saran dari dokter atau tim petugas medis yang menangani anda sebelum mulai berolahraga.

Terkadang, penyempitan uretra bisa kembali terjadi dan pasien mengalami gejala yang sama seperti sebelumnya. Meski begitu, ini bukanlah yang kasus yang umum terjadi. Sebagian besar pasien akhirnya pulih dan tidak lagi mengalami gangguan perkemihan.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Uretrotomi adalah prosedur yang relatif aman. Meski demikian, tetap ada beberapa risiko komplikasi ringan yang mungkin terjadi. Konsultasikanlah kepada dokter bedah Anda seputar risiko yang mungkin akan Anda hadapi.

Komplikasi ringan uretrotomi tidak berbeda dengan prosedur bedah pada umumnya. Pasien mungkin mengalami nyeri setelah efek obat bius hilang, perdarahan pada area yang dibedah, atau infeksi pada uretra akibat operasi atau pemasangan kateter.

Selain itu, komplikasi lain yang spesifik dan tidak umum di antaranya:

  • reaksi tak terduga terhadap obat bius,
  • reaksi alergi terhadap obat bius,
  • pembentukan gumpalan darah (deep vein thrombosis),
  • pembengkakan penis,
  • sulit buang air kecil, dan
  • penyempitan pada bagian uretra yang lain.

Anda dapat mengurangi risiko komplikasi dengan berhati-hati dan selalu mengikuti anjuran dokter. Ikuti setiap instruksi dokter seputar persiapan menjalani uretrotomi, termasuk berpuasa dan menghentikan beberapa pengobatan tertentu.

Uretrotomi adalah prosedur medis untuk mengatasi penyempitan pada uretra. Dengan prosedur ini, jalur uretra yang tadinya menyempit bisa kembali normal sehingga Anda terhindar dari masalah perkemihan dan infeksi saluran kemih.

Pelebaran jalur uretra sama seperti prosedur bedah lainnya yang tidak luput dari risiko komplikasi. Namun, manfaat prosedur ini jauh lebih besar bila dibandingkan dengan risikonya.

Anda pun bisa mengurangi risiko komplikasi dengan mengikuti anjuran dokter sebelum dan setelah operasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psikopat

Psikopat adalah gangguan kepribadian yang penderitanya cenderung bertindak kriminal. Simak informasi lengkap mengenai psikopat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

4 Jenis Narkotika Populer di Indonesia dan Bahayanya Bagi Tubuh

Dari sekian banyak obat-obatan terlarang, BNN mencatat empat jenis narkotika yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Apa saja? Yuk cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 8 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
posisi tidur baik dan buruk

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
komplikasi stroke

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit