home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Laringitis Kronis, Saat Pita Suara Radang dan Membengkak

Mengenal Laringitis Kronis, Saat Pita Suara Radang dan Membengkak

Pita suara ternyata juga bisa kena radang, lho. Kondisi radang pita suara ini disebut dengan laringitis. Biasanya, laringitis akan cepat sembuh dan membaik sendiri dalam satu minggu. Namun, kadang ada yang mengalaminya hingga lebih dari dua minggu. Ya, ketika itu terjadi, Anda artinya mengalami laringitis kronis.

Laringitis kronis, saat pita suara meradang dalam waktu yang lama

Laringitis kronis terjadi ketika radang pita suara terjadi lebih dari tiga minggu sejak gejawal awal ditemukan. Umumnya, gejala laringitis yang paling mudah terdeteksi adalah pembengkakan di area pita suara. Selain itu, perubahan suara seperti suara berubah menjadi lebih serak juga bisa jadi tanda awal.

Sebenarnya, kondisi ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu radang pita suara kronis dan akut. Meski terdengar mirip, sebenarnya kedua kondisi ini jauh berbeda, lho. Apa saja bedanya?

Perbedaan radang laring yang kronis dan akut

Selain durasi yang lebih panjang yaitu sekitar tiga minggu, proses terjadinya laringitis kronis dan akut memiliki perbedaan:

  • Gejala peradangan pada laringitis kronis lebih serius dibandingkan pada laringitis akut.
  • Laringitis akut biasanya terjadi ketika laring sedang terinfeksi oleh bakteri atau virus, sedangkan pada laringitis kronis biasanya sudah bukan disebabkan oleh infeksi melainkan peradangan menetap pada laring.
  • Radang laring akut dapat diatasi dengan banyak minum air putih serta penggunaan obat antibiotik (jika diakibatkan oleh infeksi bakteri) serta obat lain untuk meringankan gejala seperti batuk-batuk. Sedangkan laringitis kronis diatasi dengan meminimalisir pemicu dari peradangan tersebut serta terapi bicara juga dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari berbicara dengan suara serak.

Selain itu, laringitis kronis juga dapat pertanda dari gejala dari kondisi kesehatan yang lebih serius seperti penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan menetap. Meskipun demikian ketika laringitis kronis membaik tidak terdapat gangguan lainnya yang signifikan di luar periode mengalami laringitis.

Gejala laringitis kronis

Berikut beberapa gejala yang dapat menetap jika Anda mengalami laringitis kronis:

  • Batuk terus-menerus
  • Terdapat dahak di tenggorokan
  • Kesulitan menelan
  • Demam
  • Tenggorokan terasa ada benjolan
  • Sakit tenggorokan
  • Suara hilang

Gejala tersebut dapat muncul secara bergantian, tapi suara Anda akan serak dapat selama penyakit ini masih menyerang. Peradangan juga dapat menjadi tanda jika ada penyakit lainnya lainnya seperti flu atau radang tonsil sehingga menyebabkan munculnya gejala seperti pembengkakan kelenjar sekitar tenggorokan, kelelahan, sakit kepala dan gejala pilek.

Radang laring kronis yang tidak ditangani dengan baik juga dapat menyebabkan kerusakan serius pada pita suara. Akibat peradangan, polip bisa muncul di permukaan pita suara. Hal ini akan menyebabkan perasaan nyeri pada tenggorokan bertambah parah, tapi tidak memiliki dampak kesehatan yang serius.

Faktor penyebab laringitis kronis

Beberapa hal yang dapat menyebabkan peradangan pada laring bertahan lama diantaranya:

  • Mengalami refluks asam lambung
  • Terlalu banyak menghasilkan suara seperti pada profesi penyanyi
  • Terlalu sering berbicara dengan nada tinggi atau berteriak
  • Mengalami radang laring akut secara berulang
  • Mengalami infeksi saluran napas secara berulang
  • Merokok
  • Penggunaan obat inhaler steroid
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Sinusitis kronis
  • Paparan zat iritan seperti bahan kimia dan debu
  • Memiliki riwayat penyakit penyebab inflamasi kronis seperti tuberculosis

Pengobatan laringitis kronis

Mendeteki gejala radang laring kronis adalah langkah awal yang sangat penting. Untuk itu dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik dan mengetahui segala riwayat kesehatan Anda yang mungkin bisa memicu radang laring.

Kondisi laringitis kronis juga harus dapat dibedakan dengan kanker laring oleh karena itu pemeriksaan lanjutan seperti biopsy, penggunaan sinar-X mungkin perlu dilakukan untuk mengeliminasi kemungkinan kanker.

Radang pada laring pada umumnya dapat ditangani dengan dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • Hindari berbicara atau menyanyi dengan menggunakan nada tinggi yang tidak perlu
  • Cukupi kebutuhan air minum
  • Hindari penggunaan obat dekongestan
  • Batasi konsumsi kafein dan alkohol
  • Hindari merokok
  • Hindari zat iritan seperti debu, asap dan zat kimia lainnya
  • Hindari penggunaan obat kumur sementara waktu
  • Lakukan perubahan pola makan jika sering mengalami refluks asam lamung dengan menghindari makanan asam, pedas atau terlalu berlemak
  • Perkuat daya tahan tubuh jika rentan mengalami infeksi saluran napas seperi influenza dengan melakukan vaksinasi dan menjaga kebersihan personal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is chronic laryngitis? https://www.medicalnewstoday.com/articles/323208.php (Accessed October 3, 2018)

Laryngitis: Acute and Chronic http://entcolumbia.org/health-library-0/laryngitis-acute-and-chronic (Accessed October 3, 2018)

Chronic Laryngitis https://ada.com/conditions/chronic-laryngitis/ (Accessed October 3, 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Kemal Al Fajar Diperbarui 10/04/2019
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x