Tips Seks Nyaman Kalau Anda Atau Pasangan Sedang Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Nyeri pinggang dapat mengganggu kelancaran aktivitas sehari-hari. Tak terkecuali aktivitas yang Anda lakukan bersama pasangan di atas ranjang. Rasa sakit dan tidak nyaman saat bergerak menjadi alasan utama bagi banyak orang yang punya sakit pinggang untuk mangkir dulu dari aktivitas seksual apapun. Pasalnya, setiap manuver pergantian posisi atau bahkan tindakan penetrasinya itu sendiri dapat memberikan tekanan besar pada area pinggang dan sekitarnya, yang mungkin memperparah gejala.

Tips seks aman saat nyeri pinggang

1. Bicarakan dengan pasangan

Salah satu kunci utama dalam hal kenyamanan dan keamanan berhubungan seks adalah kelancaran komunikasi. Dilansir dari Web MDMichael R. Mark, perwakilan dokter untuk American Academy of Orthopaedic Surgeons, mengatakan bahwa nyeri pinggang menjadi topik bahasan yang benar-benar penting untuk dibahas — di samping masalah rumah tangga klasik lainnya.

Sebab, tak semua orang menyadari bahwa sakit pinggangnyalah yang ternyata menjadi akar penyebab keengganan mereka untuk berhubungan seks. Beberapa orang juga mungkin menolak untuk berhubungan seks dalam posisi tertentu yang bisa memperparah rasa sakitnya. Nyeri pinggang kronis juga dapat menyebabkan depresi yang mengikis gairah seks dan rasa percaya diri Anda.

Untuk itu, saling terbukalah dengan segala keluhan nyeri Anda berdua. Dengan begitu Anda dan pasangan bisa berkompromi untuk menentukan kapan hari terbaik dan seperti apa posisi seks yang paling aman dan mungkin meringankan gejalanya.

2. Coba posisi baru

Posisi seks yang salah bisa memicu kambuhnya nyeri pinggang yang Anda miliki, atau justru memperparahnya. Carilah posisi seks yang nyaman untuk Anda atau pasangan yang sedang sakit pinggang.

Anda mungkin bisa mencoba posisi spooning atau 69 daripada misionaris, jika wanitanya yang punya sakit pinggang. Spooning adalah posisi di mana Anda dan pasangan berbaring berdampingan menghadap ke arah yang sama. Pada umumnya pria akan “masuk dari belakang” sambil mendekap pasangannya ketika melakukan penetrasi. Tekanan penetrasi pada posisi ini tergolong dangkal, sehingga tidak akan begitu menyakiti pinggang. Tapi jika misionaris adalah gaya andalan Anda berdua, selipkan bantal di bawah pinggang si wanita untuk menopang pinggangnya.

Jika prianya yang sedang sakit pinggang, sebaiknya hindari posisi woman on top atau doggy style yang mengharuskan pria mendorong kuat-kuat.

3. Tahu kapan harus berhenti

Selama berhubungan seks, Anda mungkin tidak akan merasa sakit. Pasalnya tubuh akan melepaskan hormon endorfin, prolaktin, dan oksitosin dalam jumlah besar untuk mengusir rasa sakit serta meningkatkan mood bahagia. Namun gejala nyeri pinggang bisa muncul kembali setelah Anda pulih dari orgasme, di mana kadar hormon dalam tubuh kembali seperti biasa.

Rasa sakit itu bisa muncul kembali akibat manuver atau gerakan keliru sebelumnya, yang mungkin tidak Anda sadari waktu itu. Oleh karena itu, Anda harus tetap berhati-hati saat melakukan hubungan seks. Ketahui posisi apa yang paling membuat Anda nyaman. Jika rasa nyeri berlanjut saat berhubungan seks, hentikan dengan segera. Jika dipaksakan, pemulihannya bisa lebih lama. Anda bisa mencobanya kembali setelah nyeri pinggang Anda membaik.

Untuk lebih amannya, Anda bisa beralih ke sesi masturbasi bersama jika tidak yakin benar posisi seks mana yang paling aman untuk Anda berdua.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Seks BDSM Tidak Sama dengan Kekerasan Seksual

Meski identik dengan perilaku sadis dan rasa sakit, BDSM dan kekerasan seksual sebenarnya adalah dua hal yang sangat berbeda. Apa saja perbedaannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Tips Seks 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Lama Tidak Berhubungan Intim, Apa Saja Efeknya Bagi Tubuh?

Bagi beberapa pasangan yang karena satu dan lain hal sudah lama tidak berhubungan intim, ketahui apa saja efeknya bagi tubuh dalam penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Seksual, Tips Seks 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Fakta Menarik Seputar Air Mani Pria, Ternyata Berbeda dengan Sperma, Lho!

Banyak yang mengira bahwa air mani pria dan sperma adalah dua hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Ini faktanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Khusus untuk Pria, Ini 10 Cara Biar Lebih Tahan Lama di Ranjang

Beda dengan wanita, pria butuh cara khusus biar bisa tahan lama saat melakukan hubungan intim. Namun, jangan cemas, berikut tips atasinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Seksual, Tips Seks 17 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bdsm adalah

BDSM, Praktik Seksual yang Melibatkan Permainan Peran dan Kekerasan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
nyeri pinggang saat seks

Kenapa Saya Tiba-tiba Sakit Pinggang Saat Bercinta? (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
hubungan intim sebaiknya seminggu berapa kali sehari

Harus Berapa Kali Berhubungan Seks dalam Seminggu agar Tetap Intim?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit