Benarkah Pria Botak Nafsu Seksnya Lebih Besar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mitos sering menggambarkan bahwa pria botak terkesan lebih maskulin dan memiliki nasu seks yang lebih. Namun, apa benar mitos itu benar?  

Hubungan kepala botak dengan nafsu seks?

Jika Anda memandang pria berkepala plontos itu seksi nan menggoda, Anda harus tahu beberapa hal yang menyebabkan kepala bisa botak.

Pertama, sebuah penelitian di Yale yang dilakukan oleh James Hamilton pada tahun 60-an, mempelajari 21 anak laki-laki yang dikebiri. Mereka dikebiri karena didiagnosis mengalami masalah perilaku atau mental. Perlu diketahui juga, bahwa pengebirian akan membuat kadar hormon testosteron pria menurun.

Selama 18 tahun, Hamilton tetap mengikuti beberapa perkembangan anak-anak tersebut. Hasilnya didapat, bahwa mereka yang dikebiri tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kebotakan saat mereka berusia lanjut. Di sisi lain, pria seumuran yang masih masih memiliki penis utuh, dan produksi testosteron dalam tubuhnya masih ada, sudah mengalami penurunan jumlah helai rambut alias hendak menuju kebotakan. 

Apa benar pria botak memiliki hormon testosteron tinggi?

Pada kenyataannya, bukan hanya tingkat hormon laki-laki yang mengakibatkan rambut rontok, namun kehadiran testosteron juga memungkinkan hormon tersebut berubah menjadi zat aktif lainnya, seperti dihidrosteron.

Dilansir dari BBC, zat aktif dari metabolit ini, dipercaya bisa mengecilkan folikel rambut di kulit kepala, mencegah pertumbuhan lebih lanjut, dan mengakibatkan kebotakan. Perlu diketahui juga, bahwa tingkat kebotakan tidak hanya ditentukan oleh testosteron, tetapi juga dikendalikan oleh faktor keturunan pria dan pengaruh pada gaya hidupnya. Oleh karena itu, kepala botak tidak ada mencerminkan maskulinitas, apalagi nafsu seksnya.

Lalu, apa yang memengaruhi nafsu seks seseorang?

Masalah gairah bercinta bukan hanya ketika gairah terlalu kecil atau tidak ada, namun gairah terlalu besar juga akan menjadi masalah dalam kehidupan seks. Ada beberapa orang memiliki libido yang terlalu tinggi sehingga dia tidak bisa menahannya. Hal ini akan menjadi masalah jika suami bergairah, namun istrinya sedang merasa lelah atau sedang tidak mood bercinta.

Gairah seksual seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti halnya usia: bila masih tergolong muda, gairahnya bisa dipastikan masih tinggi. Menurut seksolog, di usia 40-an kebanyakan pria masih ingin melakukan hubungan intim 2-3 kali seminggu.

Kebugaran fisik seorang pria juga mempengaruhi gairah seksnya, bila masih kuat jogging, push up, naik tangga secara cepat tanpa kehabisan nafas, sangat besar kemungkinan gairah pria seperti ini normal bahkan bisa tinggi.

Faktor hormonal juga penting untuk diperhatikan, bila kadar hormon seksualnya tinggi atau kadar testosteron tinggi, maka akan tinggi juga gairahnya. Namun, jika seorang pria menderita penyakit kronis seperti jantung koroner, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dan penyakit berat lainnya, hal ini akan menurunkan gairah seksual dalam jangka panjang.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan Rambut Botak, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Merawat rambut botak perlu dilakukan bagi mereka yang botak. Caranya cukup mudah dan Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk perawatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Pilihan Cara Mengatasi Kebotakan yang Bisa Dilakukan

Kebotakan atau alopecia bisa dialami oleh siapa saja, bahkan anak-anak sekalipun. Lantas, bagaimana cara mengatasi kebotakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Alopecia (Kebotakan)

Kebotakan atau alopecia termasuk masalah pada kulit kepala. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatan kebotakan dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Alasan Psikologis Mengapa Pria Lebih Sulit Menangis Dibanding Wanita

Perempuan identik lebih mudah untuk menangis dan mengeluarkan air mata dibanding laki-laki. Apa yang membuat seorang pria sulit menangis? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pengaruh minum kopi untuk seks

Kopi untuk Kemampuan Seks, Bermanfaat atau Sebaliknya?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
gairah seks tinggi

Tips Menghadapi Istri yang Memiliki Gairah Seks Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
rambut rontok

Telogen Effluvium (Rambut Rontok Mendadak)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 6 menit