home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Pria Botak Nafsu Seksnya Lebih Besar?

Benarkah Pria Botak Nafsu Seksnya Lebih Besar?

Mitos sering menggambarkan bahwa pria botak terkesan lebih maskulin dan memiliki nasu seks yang lebih. Namun, apa benar mitos itu benar?

Hubungan kepala botak dengan nafsu seks?

Jika Anda memandang pria berkepala plontos itu seksi nan menggoda, Anda harus tahu beberapa hal yang menyebabkan kepala bisa botak.

Pertama, sebuah penelitian di Yale yang dilakukan oleh James Hamilton pada tahun 60-an, mempelajari 21 anak laki-laki yang dikebiri. Mereka dikebiri karena didiagnosis mengalami masalah perilaku atau mental. Perlu diketahui juga, bahwa pengebirian akan membuat kadar hormon testosteron pria menurun.

Selama 18 tahun, Hamilton tetap mengikuti beberapa perkembangan anak-anak tersebut. Hasilnya didapat, bahwa mereka yang dikebiri tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kebotakan saat mereka berusia lanjut. Di sisi lain, pria seumuran yang masih masih memiliki penis utuh, dan produksi testosteron dalam tubuhnya masih ada, sudah mengalami penurunan jumlah helai rambut alias hendak menuju kebotakan.

Apa benar pria botak memiliki hormon testosteron tinggi?

Pada kenyataannya, bukan hanya tingkat hormon laki-laki yang mengakibatkan rambut rontok, namun kehadiran testosteron juga memungkinkan hormon tersebut berubah menjadi zat aktif lainnya, seperti dihidrosteron.

Dilansir dari BBC, zat aktif dari metabolit ini, dipercaya bisa mengecilkan folikel rambut di kulit kepala, mencegah pertumbuhan lebih lanjut, dan mengakibatkan kebotakan. Perlu diketahui juga, bahwa tingkat kebotakan tidak hanya ditentukan oleh testosteron, tetapi juga dikendalikan oleh faktor keturunan pria dan pengaruh pada gaya hidupnya. Oleh karena itu, kepala botak tidak ada mencerminkan maskulinitas, apalagi nafsu seksnya.

Lalu, apa yang memengaruhi nafsu seks seseorang?

Masalah gairah bercinta bukan hanya ketika gairah terlalu kecil atau tidak ada, namun gairah terlalu besar juga akan menjadi masalah dalam kehidupan seks. Ada beberapa orang memiliki libido yang terlalu tinggi sehingga dia tidak bisa menahannya. Hal ini akan menjadi masalah jika suami bergairah, namun istrinya sedang merasa lelah atau sedang tidak mood bercinta.

Gairah seksual seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti halnya usia: bila masih tergolong muda, gairahnya bisa dipastikan masih tinggi. Menurut seksolog, di usia 40-an kebanyakan pria masih ingin melakukan hubungan intim 2-3 kali seminggu.

Kebugaran fisik seorang pria juga mempengaruhi gairah seksnya, bila masih kuat jogging, push up, naik tangga secara cepat tanpa kehabisan nafas, sangat besar kemungkinan gairah pria seperti ini normal bahkan bisa tinggi.

Faktor hormonal juga penting untuk diperhatikan, bila kadar hormon seksualnya tinggi atau kadar testosteron tinggi, maka akan tinggi juga gairahnya. Namun, jika seorang pria menderita penyakit kronis seperti jantung koroner, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dan penyakit berat lainnya, hal ini akan menurunkan gairah seksual dalam jangka panjang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are bald men more virile? http://www.bbc.com/future/story/20121210-are-bald-men-more-virile Diakses pada 14 Desember 2017.

Bald men and virile http://www.nzherald.co.nz/lifestyle/news/article.cfm?c_id=6&objectid=11173954 Diakses pada 14 Desember 2017.

How to deal with mismatched libido http://www.goodinbed.com/blogs/sex_doctors/2011/05/dealing-with-mismatched-libidos-1/ Diakses pada 14 Desember 2017.


Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 09/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x