home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Mengompol normalnya dialami oleh bayi atau anak kecil yang belum bisa buang air kecil sendiri. Namun pada kenyataannya, ngompol bisa terjadi di semua usia. Bahkan tak jarang orang dewasa yang tak sengaja ngompol saat seks. Apa ini normal?

Ngompol saat seks lebih sering dialami perempuan

Ngompol saat seks adalah masalah yang sangat umum. Namun ini lebih sering ditemui pada wanita dewasa, karena tubuh pria memiliki mekanisme alami yang mencegah urin keluar saat mereka berejakulasi.

Pria tidak bisa kencing dan ejakulasi di saat bersamaan. Ketika seorang pria akan ejakulasi, bukaan kantung kemihnya menutup untuk mencegah agar air seni tidak bercampur dengan air mani.

Namun bagi wanita, prosesnya sedikit lebih rumit. Akan sangat mungkin bagi seorang wanita untuk buang air kecil dan berorgasme di saat yang bersamaan.

Sebagai akibatnya, beberapa wanita memilih untuk menunda orgasme untuk mencegah ngompol saat seks. Hampir 60 persen wanita setidaknya pernah mengalami ngompol saat seks sekali dalam seumur hidup.

Sensasi kebelet pipis saat seks mungkin timbul akibat respon tubuh yang kebingungan saat menerima begitu banyak rangsangan di tempat-tempat yang paling sensitif.

Letak klitoris dan bukaan vagina berada sangat dekat dengan lubang kandung kemih (uretra).

Selama seks, jari tangan, penis, atau mainan seks yang dipakai untuk merangsang mungkin tak sengaja ikut menekan kandung kemih wanita. Akan tetapi, ngompol saat seks bukanlah ejakulasi wanita.

Ngompol saat seks dan ejakulasi wanita adalah dua hal yang berbeda

Ejakulasi wanita sering disebut sebagai squirting. Squirting adalah cairan ejakulasi wanita mirip air mani pria, namun lebih encer, yang keluar dari lubang kandung kemih.

Meski keluar dari lubang kemih, cairan ini bukan urin karena tidak mengandung urea, kreatinin, atau asam urat yang umum ditemukan dalam air seni.

Cairan ejakulasi wanita juga bukan termasuk pelumas alami dinding wanita.

Cairan squirting mengandung karakteristik khas plasma prostat yang berasal dari kelenjar Skene, yang kurang lebih berfungsi sebagai kelenjar prostat wanita.

Ejakulasi wanita biasanya merupakan hasil dari stimulasi berlanjut di G-spot. Oleh karena itu, menekan area G-spot juga akan memengaruhi kelenjar Skene.

Beda dengan cairan yang Anda keluarkan ketika ngompol saat seks. Cairan yang keluar adalah benar-benar urin, persis sama seperti saat Anda buang air kecil.

Alasan kenapa ngompol bisa terjadi saat seks masih belum sepenuhnya dipahami, tapi kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh inkontinensia urin, kandung kemih yang meradang (cystitis), atau otot-otot leher kandung kemih yang lemah.

Dasar panggul yang lemah juga bisa menyebabkan ngompol selama orgasme.

Pada beberapa kasus, terkadang masalah ini disebabkan oleh ukuran vagina dan penis yang kurang “klop” untuk memfasilitasi penetrasi.

Penis besar kadang dapat menciptakan sensasi kebelet pipis tak terbendung pada wanita yang memiliki ukuran lubang vagina lebih kecil.

Posisi seks tertentu juga kadang membuat perasaan kebelet pipis makin menjadi-jadi, misalnya doggy style (penetrasi dari belakang) dan wanita di atas.

Ngompol saat seks yang bisa jadi gejala penyakit

Ngompol saat seks adalah hal yang umum terjadi, dan tak perlu terlalu dikhawatirkan. Tapi jika hal ini terus berlanjut dan volume urinnya selalu sedikit, hubungi dokter.

Ini mungkin menandakan Anda mengalami prolaps rahim. Selain itu, infeksi saluran kencing atau infeksi jamur vagina juga bisa jadi penyebabnya.

Konsultasikan ke dokter jika air kencing Anda berbau aneh dan/atau mengandung selaput putih atau keabuan yang mirip seperti keputihan.

Antibiotik mungkin diresepkan dokter untuk menyembuhkan gejalanya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Peeing During Sex: Causes, Treatment, and More http://www.healthline.com/health/peeing-during-sex#causes2

Am I coming or going?: Distinguishing between orgasm and urination http://www.goaskalice.columbia.edu/answered-questions/am-i-coming-or-going-distinguishing-between-orgasm-and-urination

Nature and Origin of “Squirting” in Female Sexuality. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25545022

Female Urinary Incontinence during Intercourse: A Review on An Understudied Problem for Women’s Sexuality. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19170835

Foto Penulis
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 23/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x