home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Memilih Lampu Mati Saat Berhubungan Seks?

Kenapa Memilih Lampu Mati Saat Berhubungan Seks?

Apakah Anda tipe orang yang suka melakukan seks dengan lampu padam? Atau Anda tipe orang yang lebih suka dengan lampu menyala, agar Anda dan pasangan sama-sama saling memandang? Ya, dengan lampu menyala, Anda dan pasangan bisa tahu setiap detil yang terjadi. Bagaimana dengan berhubungan seks dengan lampu mati? Hmm, lampu mati, atau remang-remang membuat suasana bercinta terasa romantis. Tapi, apa alasan sebenarnya banyak orang lebih suka berhubungan seks dengan lampu padam?

Mengapa banyak orang memilih berhubungan seks dengan lampu mati?

Dahulu kala, seks bukanlah sesuatu yang bisa Anda bicarakan sambil mengobrol di meja makan saat sarapan pagi, makan siang, atau makan malam. Seks adalah hal yang dianggap tabu. Seiring perubahan jaman, konsep berpikir pun mulai berkembang. Meskipun obrolan tentang seks umum dilakukan laki-laki, tak jarang jika mengenai sesuatu yang personal, obrolan ini menjadi tidak nyaman. Beberapa orang memiliki keraguan untuk bertanya yang jujur tentang rasa penasaran mereka, sehingga mereka lebih suka mencari tahu diam-diam. Saat ini memang tidak sulit untuk mencari tahu pertanyaan tentang seks, Anda bisa menemukannya di internet, alih-alih mengunjungi terapis seks.

Seks dikaitkan dengan sesuatu yang ‘menakutkan’ dan memalukan. Ketika melakukan hubungan seksual, Anda dan pasangan mungkin akan lebih percaya diri dengan lampu mati. Pencahayaan yang kurang bisa membuat Anda berdua rileks, sehingga Anda berdua menikmatinya. Anda juga bisa lebih bersenang-senang, sebab lampu padam dianggap sebagai elemen yang menyenangkan.

Penelitian baru-baru ini yang melibatkan 2000 orang, menemukan bahwa 75% orang lebih suka melakukan seks dengan lampu padam, 14% orang mengaku bahwa mereka malu menatap muka pasangannya, sedangkan 5 % lainnya mencoba membayangkan muka idolanya saat berhubungan seks. Ada juga yang menyatakan bahwa bermain dengan tidak mengandalkan indera penglihatan akan menjadi pengalaman yang menakjubkan. Imaginasi pun akan menguat.

Apa yang ada di pikiran perempuan saat seks?

Bagi perempuan, terkadang, seks terasa ‘membingungkan’. Di satu sisi, Anda ingin merasa nyaman, tetapi saat melakukannya begitu banyak pikiran yang terlintas, seperti tentang penampilan Anda, tentang apakah ia bisa membantu pasangan mencapai klimaks yang diharapkannya. Faktanya, seks seharusnya memberikan kesenangan dan keintiman kedua belah pihak, bukan sebagai azas pemanfaatan satu pihak saja. Saat ini memang banyak persepsi yang salah tersebar di masyarakat akibat pengaruh tulisan, atau film porno. Tentu saja, kita ingin sesi bercinta berjalan mulus sesuai dengan fantasi. Tapi faktanya ketika Anda semakin tertekan, jalan untuk mencapai klimaks pun semakin sulit.

Lampu padam mungkin menjadi salah satu solusinya, dengan pandangan yang terbatas, Anda merasa akan sangat mudah melakukannya. Anda bisa mengurangi kekhawatiran Anda tentang bentuk tubuh, dan penampilan. Ketika melakukan seks, biasanya perempuan akan menghapus makeupnya, atau ketika memakai makeup, mungkin lama-kelamaan akan luntur. Lampu padam dapat menyamarkan itu semua.

Sayangnya, jika untuk urusan seks, laki-laki menjadi tipe visual, ia ingin melihat Anda seutuhnya. Jika, ia meminta untuk melihat tubuh Anda, jelas ada ketertarikan di balik permintaan itu. Anda mungkin tidak menyadari bahwa memberinya akses melihat tubuh Anda itu menjadi sesuatu yang ia nanti-nantikan.

Apa yang ada dalam pikiran laki-laki saat seks?

Apakah bagi Anda melakukan seks dengan lampu menyala akan menambah keintiman? Jika ya, tentunya Anda harus mengerti ketika pasangan Anda merasa tak nyaman dengan lampu menyala. Kebanyakan laki-laki memang lebih suka melakukan seks dengan lampu menyala karena hal tersebut akan membangkitkan gairahnya, dan laki-laki lebih ‘visual’ dalam urusan ranjang. Namun, ada juga yang menyukai melakukannya dengan lampu padam, alasannya pun bermacam-macam, ia juga bisa merasa tidak percaya diri, atau menutupi apa yang dia sedang pikirkan ketika berhubungan seks.

Faktanya, laki-laki juga tidak terlalu memperhatikan apa yang menjadi kekurangan perempuan ketika sudah berada di ranjang. Anda pun mungkin tidak menyadari ketika perempuan merasa tidak percaya diri.

Jadi, lebih baik berhubungan seks dengan lampu menyala atau mati?

Tidak ada yang salah dengan keduanya, hal tersebut hanya masalah teknis saja. Namun, ketika aturan main ini membuat salah satu pasangan merasa jengah, maka sudah saatnya Anda berdua duduk bersama dan membicarakannya. Penting bagi perempuan untuk memberi tahu pasangan Anda tentang apa yang membuat Anda nyaman, sehingga keintiman tersebut akan terbentuk. Laki-laki juga perlu memperhatikan detil mengenai pasangan Anda, bisa dimulai dengan pertanyaan apa yang dia sukai, apa yang membuatnya tertarik akan sesuatu, dan lebih banyak detil lagi. Dengan memperhatikan setiap detil, Anda berusaha membangun sebuah keintiman yang lebih erat lagi, hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargainya sebagai pasangan. Rasa percaya diri pasangan pun akan muncul dengan sendirinya.

Bagi Anda yang memang belum terbiasa, mungkin bisa mencobanya dengan perlahan-lahan, seperti membiarkan pencahayaan remang-remang, seperti mengatur cahaya lampu (hanya jika lampu Anda bisa diatur), atau menggantinya dengan lilin. Jangan lupa untuk menaruh lilin di tempat yang aman. Anda juga bisa mencoba cara satu ini, yaitu pakaikan penutup mata pada pasangan (pasangan yang selalu menginginkan lampu padam ketika berhubungan seks), tentunya ini akan membuat ‘permainan’ menjadi semakin menantang.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Let’s Talk about Sex, in the Dark. https://www.bu.edu/today/2013/talk-about-sex-in-the-dark/  Accessed November 27th 2016.

Lights On or Lights Off? Sex and Comfort. http://cornerstonefamilyservices.org/lights-lights-off-sex-comfort/ Accessed November 27th 2016.

Men perform better in bed when put under the spotlight, study finds. http://www.telegraph.co.uk/news/2016/09/18/men-perform-better-in-bed-when-put-under-the-spotlight-study-fin/  Accessed November 27th 2016.

Reader’s Request Fridays: Why Does My Wife Insist On Sex In The Dark? http://vmtherapy.com/readers-request-fridays/readers-request-fridays-why-does-my-wife-insist-on-sex-in-the-dark/  Accessed November 27th 2016.

Lights off lovin’ – 75% of people only have sex in the dark. http://www.independent.ie/style/sex-relationships/lights-off-lovin-75-of-people-only-have-sex-in-the-dark-30956683.html Accessed November 27th 2016.

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Rizki Pratiwi pada 06/12/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x