Kenapa Memilih Lampu Mati Saat Berhubungan Seks?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda tipe orang yang suka melakukan seks dengan lampu padam? Atau Anda tipe orang yang lebih suka dengan lampu menyala, agar Anda dan pasangan sama-sama saling memandang? Ya, dengan lampu menyala, Anda dan pasangan bisa tahu setiap detil yang terjadi. Bagaimana dengan berhubungan seks dengan lampu mati? Hmm, lampu mati, atau remang-remang membuat suasana bercinta terasa romantis. Tapi, apa alasan sebenarnya banyak orang lebih suka berhubungan seks dengan lampu padam?

Mengapa banyak orang memilih berhubungan seks dengan lampu mati?

Dahulu kala, seks bukanlah sesuatu yang bisa Anda bicarakan sambil mengobrol di meja makan saat sarapan pagi, makan siang, atau makan malam. Seks adalah hal yang dianggap tabu. Seiring perubahan jaman, konsep berpikir pun mulai berkembang. Meskipun obrolan tentang seks umum dilakukan laki-laki, tak jarang jika mengenai sesuatu yang personal, obrolan ini menjadi tidak nyaman. Beberapa orang memiliki keraguan untuk bertanya yang jujur tentang rasa penasaran mereka, sehingga mereka lebih suka mencari tahu diam-diam. Saat ini memang tidak sulit untuk mencari tahu pertanyaan tentang seks, Anda bisa menemukannya di internet, alih-alih mengunjungi terapis seks.

Seks dikaitkan dengan sesuatu yang ‘menakutkan’ dan memalukan. Ketika melakukan hubungan seksual, Anda dan pasangan mungkin akan lebih percaya diri dengan lampu mati. Pencahayaan yang kurang bisa membuat Anda berdua rileks, sehingga Anda berdua menikmatinya. Anda juga bisa lebih bersenang-senang, sebab lampu padam dianggap sebagai elemen yang menyenangkan.

Penelitian baru-baru ini yang melibatkan 2000 orang, menemukan bahwa 75% orang lebih suka melakukan seks dengan lampu padam, 14% orang mengaku bahwa mereka malu menatap muka pasangannya, sedangkan 5 % lainnya mencoba membayangkan muka idolanya saat berhubungan seks. Ada juga yang menyatakan bahwa bermain dengan tidak mengandalkan indera penglihatan akan menjadi pengalaman yang menakjubkan. Imaginasi pun akan menguat.

Apa yang ada di pikiran perempuan saat seks?

Bagi perempuan, terkadang, seks terasa ‘membingungkan’. Di satu sisi, Anda ingin merasa nyaman, tetapi saat melakukannya begitu banyak pikiran yang terlintas, seperti tentang penampilan Anda, tentang apakah ia bisa membantu pasangan mencapai klimaks yang diharapkannya. Faktanya, seks seharusnya memberikan kesenangan dan keintiman kedua belah pihak, bukan sebagai azas pemanfaatan satu pihak saja. Saat ini memang banyak persepsi yang salah tersebar di masyarakat akibat pengaruh tulisan, atau film porno. Tentu saja, kita ingin sesi bercinta berjalan mulus sesuai dengan fantasi. Tapi faktanya ketika Anda semakin tertekan, jalan untuk mencapai klimaks pun semakin sulit.

Lampu padam mungkin menjadi salah satu solusinya, dengan pandangan yang terbatas, Anda merasa akan sangat mudah melakukannya. Anda bisa mengurangi kekhawatiran Anda tentang bentuk tubuh, dan penampilan. Ketika melakukan seks, biasanya perempuan akan menghapus makeupnya, atau ketika memakai makeup, mungkin lama-kelamaan akan luntur. Lampu padam dapat menyamarkan itu semua.

Sayangnya, jika untuk urusan seks, laki-laki menjadi tipe visual, ia ingin melihat Anda seutuhnya. Jika, ia meminta untuk melihat tubuh Anda, jelas ada ketertarikan di balik permintaan itu. Anda mungkin tidak menyadari bahwa memberinya akses melihat tubuh Anda itu menjadi sesuatu yang ia nanti-nantikan.

Apa yang ada dalam pikiran laki-laki saat seks?

Apakah bagi Anda melakukan seks dengan lampu menyala akan menambah keintiman? Jika ya, tentunya Anda harus mengerti ketika pasangan Anda merasa tak nyaman dengan lampu menyala. Kebanyakan laki-laki memang lebih suka melakukan seks dengan lampu menyala karena hal tersebut akan membangkitkan gairahnya, dan laki-laki lebih ‘visual’ dalam urusan ranjang. Namun, ada juga yang menyukai melakukannya dengan lampu padam, alasannya pun bermacam-macam, ia juga bisa merasa tidak percaya diri, atau menutupi apa yang dia sedang pikirkan ketika berhubungan seks.

Faktanya, laki-laki juga tidak terlalu memperhatikan apa yang menjadi kekurangan perempuan ketika sudah berada di ranjang. Anda pun mungkin tidak menyadari ketika perempuan merasa tidak percaya diri.

Jadi, lebih baik berhubungan seks dengan lampu menyala atau mati?

Tidak ada yang salah dengan keduanya, hal tersebut hanya masalah teknis saja. Namun, ketika aturan main ini membuat salah satu pasangan merasa jengah, maka sudah saatnya Anda berdua duduk bersama dan membicarakannya. Penting bagi perempuan untuk memberi tahu pasangan Anda tentang apa yang membuat Anda nyaman, sehingga keintiman tersebut akan terbentuk. Laki-laki juga perlu memperhatikan detil mengenai pasangan Anda, bisa dimulai dengan pertanyaan apa yang dia sukai, apa yang membuatnya tertarik akan sesuatu, dan lebih banyak detil lagi. Dengan memperhatikan setiap detil, Anda berusaha membangun sebuah keintiman yang lebih erat lagi, hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargainya sebagai pasangan. Rasa percaya diri pasangan pun akan muncul dengan sendirinya.

Bagi Anda yang memang belum terbiasa, mungkin bisa mencobanya dengan perlahan-lahan, seperti membiarkan pencahayaan remang-remang, seperti mengatur cahaya lampu (hanya jika lampu Anda bisa diatur), atau menggantinya dengan lilin. Jangan lupa untuk menaruh lilin di tempat yang aman. Anda juga bisa mencoba cara satu ini, yaitu pakaikan penutup mata pada pasangan (pasangan yang selalu menginginkan lampu padam ketika berhubungan seks), tentunya ini akan membuat ‘permainan’ menjadi semakin menantang.

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Jitu Meraih Orgasme Pertama Kali untuk Wanita

Ada banyak cara wanita orgasme, namun untuk mencapainya memang tak semudah yang dikira. 5 hal ini untuk membantu Anda capai klimaks pertama kalinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Trikomoniasis

DefinisiApa itu trikomoniasis? Trikomoniasis adalah penyakit infeksi pada alat kelamin yang disebarkan melalui hubungan seksual. Penyakit ini merupakan yang paling umum dari kelompok infeksi menular seksual (IMS) ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Seksual, Trikomoniasis 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Pria, Impotensi 2 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Impoten (Disfungsi Ereksi)

Impoten (disfungsi ereksi) adalah ketika Anda tidak bisa ereksi secara optimal untuk berhubungan seks. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Impotensi 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

setelah seks

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
selingkuh hati

5 Tanda Pasangan Anda Sedang Memendam Rasa Dengan Orang Lain

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
viagra

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Waspadai 6 Trik yang Biasa Dilakukan Pelaku Pelecehan Seksual

Waspadai 6 Trik yang Biasa Dilakukan Pelaku Pelecehan Seksual

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit