Rahasia Sukses Berhubungan Intim Pertama Kali Tanpa Rasa Sakit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tak peduli apa latar belakang, usia, ataupun status Anda, berhubungan intim pertama kali adalah pengalaman yang bikin perasaan campur aduk. Bagi wanita terutama, salah satu hal yang sering dikhawatirkan soal seks pertama adalah rasa sakitnya. Jika selaput dara robek, pasti kita akan merasa sakit, bukan? Apa benar, berhubungan seks untuk pertama kalinya akan selalu terasa sakit? Bagaimana cara mencegahnya?

Apakah berhubungan intim pertama kali akan terasa sakit?

Banyak perempuan yang menganggap bahwa kehilangan keperawanan pasti akan terasa sakit. Padahal, tidak selalu seperti itu.

Reena Liberman, MS, seorang terapis seks, dikutip dari Her Campus, menjelaskan bahwa berhubungan seks pertama kalinya mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman atau seperti sedikit ditekan.

Pada beberapa wanita, seks yang pertama mungkin dapat merobek selaput daranya, yang menyebabkan bercak perdarahan selama dan setelah berhubungan seks. Hal ini wajar saja terjadi. Meski begitu, tidak semua selaput dara akan robek setelah pertama kali berhubungan seks.

Seks — entah itu untuk yang pertama atau yang kesekian kalinya — tidak seharusnya menyebabkan rasa sakit dan/atau perdarahan yang berlebihan. Jika Anda mengalaminya, ini mungkin menandakan suatu masalah tertentu.

Lalu, apa penyebab nyeri saat berhubungan seks?

Istilah medis untuk nyeri saat melakukan seks adalah dispareunia, yang didefinisikan sebagai nyeri pada alat kelamin yang terjadi sebelum, selama, dan setelah hubungan seksual. Jika Anda mengalami rasa sakit yang tak tertahankan selama berhubungan seks, ini dapat menandakan berbagai hal — mulai dari masalah fisik hingga kekhawatiran psikologis.

Dalam banyak kasus, Anda dapat merasa nyeri saat berhubungan intim yang pertama kalinya jika Anda tidak cukup “basah”, alias vagina kering karena kurang pelumas (baik itu pelumas vagina alami karena kurang terangsang atau tidak dibantu dengan pelumas seks pasaran).

Selain itu, stres, kecemasan, depresi, kekhawatiran tentang penampilan fisik, ketakutan akan hubungan seksual, konflik dalam hubungan, hingga trauma juga dapat berperan menyebabkan penurunan gairah yang pada akhirnya memengaruhi produksi cairan vagina, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit saat berhubungan seks.

Di luar dari dua penyebab umum di atas, nyeri saat berhubungan intim pertama kali dapat disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu seperti vaginismus, infeksi jamur vagina, penyakit kelamin, endometriosis, radang panggul (PID), hingga kista atau fibroid rahim.

Mencegah rasa sakit saat berhubungan intim pertama kalinya

Berhubungan seks di malam pertama bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan sangat memuaskan tanpa rasa sakit. Inilah beberapa tips berhubungan seks pertama kali tanpa rasa sakit:

1. Santai saja

Pengalaman pertama memang akan selalu membuat Anda tegang dan gugup. Ditambah lagi dengan stres dan khawatir membayangkan apakah saya akan berhasil orgasme untuk pertama kalinya. Psstt… Bagi wanita, kemungkinan mengalami orgasme saat pertama kali melakukan hubungan seks sebenarnya tergolong rendah.

Susan Ernst, seorang dokter di Health Service Women’s Health Clinic di University of Michigan, mengatakan bahwa wajar saja untuk perempuan tidak mencapai orgasme saat berhubungan seks untuk pertama kalinya karena mereka sebelumnya tidak terbiasa berinteraksi intim dengan tubuhnya sendiri dan pasangannya. Kata Ernst, “Ketika wanita sudah merasa lebih nyaman dengan tubuhnya sendiri dan juga tubuh pasangan mereka, orgasme akan lebih mungkin terjadi.”

Oleh sebab itu, usahakan untuk bersikap rileks dengan cara ambil napas dalam-dalam lalu hembuskan sebelum Anda naik ke ranjang dan buang jauh-jauh segala kekhawatiran yang ada di benak Anda. Akan ada banyak hal tidak terduga yang bisa terjadi saat seks pertama. Apapun itu, jangan berharap terlalu tinggi pada pengalaman malam pertama Anda. Biarkan pengalaman seks pertama ini berjalan apa adanya.

2. Bilang ke pasangan

Jika Anda mulai mengalami rasa sakit selama berhubungan seks, segera hentikan dan bicarakan dengan pasangan Anda. Ini dapat menandakan bahwa Anda tegang dan gugup.

Tanpa komunikasi, Anda akan sulit mencapai kenikmatan saat bercinta. Selalu utarakan pendapat Anda kepada pasangan mengenai apa yang membuat Anda nyaman dan apa yang tidak. Jika Anda merasa sakit, tidak perlu sungkan untuk memberi tahu pasangan agar memperlambat atau mengubah gerakannya.

3. Ganti posisi bercinta

Rasa sakit saat berhubungan intim pertama kalinya bisa disebabkan oleh posisi seks yang kurang nyaman atau kecepatan penetrasi yang terlalu dalam, kencang, atau terburu-buru. Anda bisa coba ubah gaya bercinta yang lebih nyaman. Misalnya Anda yang duduk di atas pria (woman on top) supaya bisa lebih mengendalikan kedalaman penetrasinya.

4. Buat foreplay lebih lama

Rasa sakit biasanya terjadi karena penetrasi penis yang terlalu dini saat Anda belum sepenuhnya terangsang. atau belum benar-benar siap. 

Luangkan juga waktu yang lebih lama untuk sesi foreplay agar Anda dan pasangan sama-sama dapat bersantai dan membangun gairah sebelum aksi utamanya dimulai. Saat foreplay, Anda bisa meminta pasangan untuk menyentuh bagian tubuh Anda yang sensitif agar mudah terangsang.

5. Gunakan pelumas

Beberapa wanita mungkin saja tidak cukup memproduksi cairan vagina alami, terutama pada wanita usia menopause. Untuk menyiasati hal ini, Anda bisa menggunakan pelumas seks. Namun jangan asal memakai produk pelumas. Pilihlah produk pelumas yang aman bagi kesehatan wanita. Tanyakan dahulu kepada dokter produk apa yang cocok untuk Anda.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Banyak pasangan yang mencoba berbagai cara agar bisa berhubungan seks setiap hari agar cepat. Tapi, apakah benar sering seks bisa hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Harus Berapa Kali Berhubungan Seks dalam Seminggu agar Tetap Intim?

Seks menjadi salah satu pondasi utama menjaga kelanggengan rumah. Sebaiknya, harus berapa kali sehari melakukan hubungan intim dalam seminggu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Tips Seks 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengulas Squirting, Ejakulasi Wanita Saat Seks dan Cara Mencapainya

Sama seperti pria, wanita juga bisa mengeluarkan cairan ejakulasi dari vagina saat orgasme (squirt). Cari tahu tips merangsangnya ketika seks, yuk!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Tips Seks 20 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Seks BDSM Tidak Sama dengan Kekerasan Seksual

Meski identik dengan perilaku sadis dan rasa sakit, BDSM dan kekerasan seksual sebenarnya adalah dua hal yang sangat berbeda. Apa saja perbedaannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Tips Seks 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apakah petting bisa hamil

Mungkinkah Hamil Akibat Saling Menggesekkan Alat Kelamin (Petting)?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
nafsu seks wanita paling tinggi

Psstt… Di Waktu Inilah Wanita Akan Paling Merasa Paling Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
hubungan intim di malam hari

3 Manfaat Berhubungan Seks Sebelum Tidur di Malam Hari

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
nyeri pinggang saat seks

Kenapa Saya Tiba-tiba Sakit Pinggang Saat Bercinta? (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit