home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Seperti Ini Cara Pakai Kondom Wanita yang Benar

Seperti Ini Cara Pakai Kondom Wanita yang Benar

Selain kondom untuk pria, sebenarnya ada pilihan alat kontrasepsi sejenis kondom yang bisa digunakan oleh wanita. Alat kontrasepsi ini disebut dental dam. Tidak hanya digunakan pada alat kelamin wanita, Anda juga bisa menggunakannya di bagian mulut untuk mencegah penularan penyakit kelamin. Namun, tahukah Anda cara pakai dari kondom wanita yang juga disebut dental dam ini? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu dental dam atau kondom wanita?

Mungkin sebagian besar dari Anda baru mendengar istilah dental dam atau kondom wanita. Dental dam adalah lembaran elastis yang terbuat dari bahan lateks dan polyurethan. Pada awalnya, dental dam hanya digunakan khusus selama prosedur perawatan gigi di dokter gigi.

Tujuan penggunaan dental dam untuk melindungi area mulut pasien dari bakteri ketika mulut dan giginya sedang dibersihkan. Namun, sekarang banyak orang yang pakai dental dam sebagai metode pelindung saat berhubungan seksual dengan pasangan. Hal ini dilakukan mengingat ada risiko besar terhadap penularan infeksi penyakit kelamin lewat seks oral dan seks anal serta seks anal oral (rimming).

Penularan dari beberapa penyakit menular seksual yang bisa dicegah adalah klamidia, gonore, sifilis, dan HIV. Namun, penggunaan dental dam tidak bisa mencegah Anda terserang HPV, herpes, ataupun kutu kemaluan.

Langkah-langkah pakai kondom wanita

cara pakai kondom wanita
Contoh cara menggunakan dental dam saat oral seks vaginal (sumber: CDC.gov)

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda perhatikan sebagai cara pakai kondom wanita yang benar:

  • Pertama, keluarkan produk dari kemasan dan pastikan kalau kondisinya masih bagus.
  • Periksa tanggal kedaluwarsa kemasan dental dam.
  • Lebarkan atau bentangkan dental dam sebelum pakai untuk memastikan kalau tidak ada bagian yang sobek.
  • Gunakan alat tersebut untuk menutupi mulut vagina atau mulut anus.
  • Setelah digunakan, ikat dan buang di tempat sampah dan jangan gunakan berulang kali.

Jangan takut apabila dental dam meregang atau elastis masuk ke dalam anus atau vagina, cukup pegang atau tahan bagian luar dental dam di tempat. Lembar dental dam umumnya tidak akan goyang atau berpindah kemana-mana karena tertahan menempel dengan kelembapan vagina.

Pakai dental dam sebaiknya harus sebelum benar-benar melakukan seks oral. Memasang alat ini di tengah-tengah berlangsungnya hubungan seks tidak akan efektif mencegah risiko penularan penyakit.

Sama seperti kondom, lembaran pengaman ini hanya boleh dipakai untuk satu kali hubungan seks dari awal sampai akhir. Ganti dengan yang baru jika ingin lanjut ke sesi selanjutnya. Pakai dental dam yang berbeda untuk seks oral, anal, ataupun vaginal. Alat pengaman ini hanya baru boleh dilepas setelah Anda dan pasangan yakin bahwa hubungan seks sudah selesai.

Hal yang harus diperhatikan saat pakai dental dam

Dental dam digunakan untuk melakukan seks oral vaginal atau juga bisa untuk oral anal. Dental dam bekerja sebagai penghalang atau perisai antara mulut seseorang dan penis, vagina, atau anus pasangannya.

Cara menggunakannya adalah dengan dibentangkan agar menutupi bukaan area genital (misalnya lubang vagina atau lubang anus) selama seks oral dari awal sampai akhir. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kontak langsung antara sesama kulit atau kulit dengan cairan tubuh.

Bagi Anda yang belum pernah menggunakan kondom wanita ini, Anda mungkin ingin mempelajari cara menggunakan yang benar. Sebenarnya, cara pakai kondom wanita ini sangat mudah. Cara yang bisa Anda lakukan adalah membuka dental dam tersebut dan letakkan di atas vulva atau anus sebelum melakukan oral seks.

Selain itu, pastikan bahwa Anda pakai dental dam ini dari awal hingga akhir saat berhubungan seks. Anda juga sebaiknya hanya menggunakannya di atas vulva atau anus saja. Sementara itu, jika Anda ingin melakukan oral seks kepada pria, lebih baik gunakan kondom pria, bukan dental dam.

Berikut ini adalah beberapa cara pakai yang harus Anda perhatikan saat menggunakan dental dam atau kondom wanita.

Gunakan pelumas berbahan dasar air

Salah satu cara menggunakan kondom wanita ini adalah menggunakan pelumas berbahan dasar air. Menurut Centers of Disease Control and Prevention, tujuan menggunakan pelumas berbahan dasar air adalah untuk menghindari kerusakan dental dam saat hendak digunakan. Oleskan pelumas ini di antara kulit Anda dan kondom wanita untuk menghindari terjadinya iritasi pada kulit Anda.

Selain itu, pakai pelumas sebelum menggunakan kondom wanita adalah salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan sensasi bercinta bersama pasangan.

Jangan gunakan kondom wanita bekas

Ya, salah satu cara tepat untuk pakai kondom wanita adalah hanya menggunakannya sekali. Artinya, jika Anda ingin menggunakannya lagi, ganti dengan dental dam yang baru dan jangan pakai kondom bekas. Pasalnya, jika Anda menggunakan kondom wanita yang sudah pernah Anda gunakan sebelumnya, bisa saja terdapat bakteri atau virus yang dapat menyebabkan penularan penyakit kelamin.

Simpan di tempat yang tepat

Tidak sedikit orang yang menyepelekan tata cara penyimpanan kondom wanita yang baik. Padahal, hal ini termasuk penting. Pastikan bahwa Anda menyimpan di tempat yang kering dan dingin, bukan di tempat yang lembap atau basah.

Selain itu, Anda juga perlu memastikan tanggal kedaluwarsa dari dental dam yang hendak Anda gunakan.

Jangan meregangkan dental dam

Mungkin cara pakai kondom wanita yang satu ini tergolong sepele. Namun, seringkali orang tidak memerhatikannya. Ya, saat dental dam ini diregangkan, kondom wanita ini mungkin saja sobek atau rusak sebelum Anda pakai. Oleh karenanya, hindari untuk meregangkan dental dam sebelum Anda menggunakannya.

Buang dental dam yang sudah selesai digunakan

Cara yang tepat jika kondom wanita ini sudah selesai Anda gunakan adalah membuangnya. Hal ini untuk mencegah Anda atau bahkan orang lain menggunakan bekas dental dam yang telah Anda gunakan.

Tips membuat kondom wanita dari kondom pria

Tahukah Anda bahwa Anda bisa pakai kondom pria sebagai kondom wanita? Ya, ada cara yang bisa Anda lakukan jika ingin pakai kondom pria untuk wanita. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda coba jika ingin menggunakan kondom pria saat melakukan seks oral pada wanita.

Pertama-tama, Anda harus mengeluarkan kondom pria dari wadahnya. Lalu, buka kondom pria seolah-olah Anda hendak menggunakannya. Setelah itu, gunting bagian ujung dari kondom pria ini. Lakukan hal yang sama juga pada bagian bawah kondom.

Lalu, gunting satu sisi dari kondom pria secara vertikal. Jika sudah, kondom pria yang awalnya melingkar akan terbuka dan berbentuk persegi panjang. Anda bisa menggunakannya sebagai kondom wanita, selama cara pakai yang Anda terapkan sudah sesuai dengan cara pakai dental dam di atas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What’s a dental dam?. (2017). Retrieved March 3 2020, from https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/ask-experts/whats-a-dental-dam

Holland, K. (2018). Everything You Need to Know About Using Condoms. Retrieved March 3 2020, from https://www.healthline.com/health/how-to-use-condom

Barnes, Z. (2016). The 1 Safe-Sex Method You’re Not Using, But Definitely Should Be. Retrieved March 3 2020, from https://www.self.com/story/the-safe-sex-method-youre-not-using

Galan, N. (2018). Dental dams: Everything you need to know. Retrieved March 3 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/323768

Holland, K. (2018). Everything You Need to Know About Using a Dental Dam. Retrieved March 3 2020, from https://www.healthline.com/health/healthy-sex/dental-dam#where-to-buy

How to Use a Dental Dam as a Barrier for Oral Sex. Retrieved March 3 2020, from https://www.cdc.gov/condomeffectiveness/Dental-dam-use.html

Stacey, D. (2019). What is a Dental Dam and When Do I Need One?. Retrieved March 3 2020, from https://www.verywellhealth.com/what-are-dental-dams-906812

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 11/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita