Apa Saja yang Diperiksa Selama Tes LDH, dan Bagaimana Cara Baca Hasilnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda pernah diminta untuk tes darah yang meliputi tes LDH (Lactate dehydrogenase) dalam rangkaiannya. Hasil tes dibilang normal jika angka LDH masih dalam batas wajar. Namun, apa itu tes LDH dan untuk apa tes ini dilakukan? 

Untuk apa tes LDH dilakukan?

LDH adalah enzim yang dimiliki hampir semua sel di dalam tubuh, termasuk sel darah, otot, otak, ginjal, pankreas, jantung, dan hati. Di dalam tubuh, LDH bertugas untuk mengubah gula yang didapat dari makanan menjadi energi yang dibutuhkan masing-masing sel.

Dokter biasanya menganjurkan pasien untuk melakukan tes darah LDH untuk:

  • Mengetahui apakah terdapat kerusakan jaringan dan seberapa banyak kerusakan itu terjadi.
  • Memantau infeksi dan beberapa kondisi khusus seperti, penyakit ginjal dan penyakit hati (liver).
  • Memantau dan mengetahui perkembangan beberapa jenis penyakit kanker tertentu.

Batas normal kadar LDH adalah…

Setiap kelompok umur memiliki batas normal LDH yang berbeda-beda. Bayi dan anak-anak cenderung punya batas LDH yang tinggi daripada orang dewasa, yaitu:

  • Usia 0-10 hari: 290-2000 Unit per liter
  • Usia 10 hari sampai 2 tahun: 180-430 Unit per liter
  • Usia 2-12 tahun: 110-295 Unit per liter
  • Usia lebih dari 12 tahun: 100-190 Unit per liter

Ketika pemeriksaan dilakukan, maka tak ada bedanya dengan tes darah pada umumnya yang hanya membutuhkan beberapa menit saja. Jika saat itu Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, maka sebaiknya katakan pada dokter Anda. Pasalnya beberapa jenis obat akan memengaruhi hasil tes LDH, contohnya aspirin, clofibrate, fluorides, mithramycin, dan procainamide.

tes sgot dan sgpt

Apa artinya jika kadar LDH tidak normal dalam tubuh?

LDH adalah enzim yang berada di dalam sel dan membantu proses perubahan gula menjadi energi. Maka dalam keadaan sehat, kadarnya juga haruslah normal. Namun, ketika sel mengalami kerusakan yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya timbul kanker atau luka pada jaringan akibat infeksi, maka LDH akan keluar ke pembuluh darah. Hal ini yang kemudian membuat LDH tinggi di dalam darah.

Kenaikan kadar LDH biasanya dikaitkan dengan kerusakan jaringan yang akut maupun kronis, tapi untuk mengetahui detilnya, maka dokter Anda akan menganjurkan tes lain. Sebaliknya, penurunan kadar LDH sangat jarang terjadi. Pasalnya, LDH berperan penting dalam pembentukan energi dalam sel.

Biasanya, kadar LDH dapat menurun ketika tubuh mengalami kelelahan akibat olahraga yang cukup berat. Namun, kondisi tersebut tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan tertentu, dengan mengisi kembali asupan Anda, maka kadar LDH akan kembali normal.

Apa yang menyebabkan kadar LDH tinggi di dalam tubuh?

Karena LDH adalah enzim yang terdapat di berbagai jenis sel di dalam tubuh, maka peningkatan LDH dalam tubuh dapat menandakan beberapa gangguan kesehatan tertentu, seperti:

  • Gangguan aliran darah
  • Stroke
  • Beberapa jenis kanker, misalnya leukemia dan limfoma
  • Serangan jantung
  • Gangguan fungsi hati, contohnya hepatitis
  • Cedera otot
  • Luka pada pankreas
  • Anemia hemolitik
  • Sepsis
  • Jaringan abnormal, biasanya terjadi ketika sel kanker mulai tumbuh

Untuk mengetahui apakah memang Anda mengalami gangguan kesehatan tersebut, maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Kadar LDH tinggi saja tak cukup menentukan apakah Anda terkena kanker atau penyakit kronis lainnya. Maka dari itu, sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit