home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

3 Langkah Memilih Pelembab yang Sehat Bagi Kulit

3 Langkah Memilih Pelembab yang Sehat Bagi Kulit

Perawatan kulit wajah sehari-hari yang tergolong baik mencakup pemakaian pelembab dan tabir surya untuk melawan radikal bebas dan melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV). Tapi, bagaimana cara memilih pelembab yang sehat untuk kulit wajah dan tidak akan malah menimbulkan masalah?

Tips memilih pelembab yang sehat

Pelembap merupakan salah satu bagian perawatan kulit yang penting. Produk ini berfungsi sebagai pelindung bagi kulit, menjaga agar kulit wajah Anda tetap sehat dan terhidrasi dengan baik.

Pelembab bekerja dengan memerangkap kelembaban pada lapisan luar kulit dan menarik uap air dari lapisan kulit yang lebih dalam ke lapisan kulit luar.

The American Academy of Dermatology menyarankan penggunaan pelembab wajah setelah mandi agar kulit Anda yang masih lembab dapat mengikat cairan dengan baik.

Agar penggunaannya memberikan hasil yang optimal, Anda tentunya harus memilih pelembap yang sesuai untuk wajah Anda. Bagaimana caranya?

1. Kenali jenis kulit Anda

Sebelum mulai memilih pelembab, Anda harus mengenal jenis kulit wajah Anda terlebih dulu untuk memastikan bahwa pelembab yang Anda gunakan memang sesuai dengan kebutuhan.

Jenis kulit Anda ditentukan oleh berbagai faktor seperti genetik dan makanan. Secara umum, terdapat lima golongan jenis kulit, yaitu kering, berminyak, normal atau kombinasi, dan sensitif.

Bila Anda memiliki kulit yang kering, Anda mungkin lebih cocok menggunakan pelembap yang berbahan dasar minyak.

Bila kulit Anda tipe berminyak atau kombinasi, lebih baik pilihlah pelembap berbahan dasar air. Anda juga bisa membeli pelembap non-comodogenic, karena pelembap ini tidak bersifat menyumbat pori-pori kulit Anda.

Lain lagi jika kulit Anda termasuk sensitif, sebaiknya Anda memilih pelembap wajah yang mengandung aloevera atau bahan-bahan lembut dan bisa memberi sensasi sejuk di kulit.

2. Cermati kandungan dalam pelembab Anda

Langkah selanjutnya adalah membaca baik-baik label pada kemasan produk Anda. Pelembab yang baik adalah pelembab yang dapat melindungi kulit dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.

Nah, Anda mungkin bingung membaca label yang tertera pada kemasan saat memilih pelembab wajah. Ada kemasan yang mencantumkan bahan aktif, hypoallergenic, atau natural dan organik.

Bahan aktif adalah bahan yang membuat produk tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Contohnya, pelembab yang berfungsi melindungi kulit dari sinar UV akan mengandung titanium oksida yang berfungsi sebagai bahan tabir surya utama.

Bahan aktif yang paling sering digunakan pada pelembab adalah lanolin, gliserin, dan petrolatum. Dari ketiga produk tersebut, gliserin merupakan bahan yang paling jarang menimbulkan alergi.

Sedangkan istilah hypoallergenic berarti produk tersebut lebih sedikit menimbulkan reaksi alergi pada konsumen. Sehingga, penggunaannya cocok untuk kulit sensitif.

Terkadang produk juga mencantumkan label natural atau organik. Suatu produk dikatakan produk natural apabila menggunakan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan (dengan atau tanpa produk kimia).

Sementara itu, suatu produk dikatakan organik jika bahan-bahan yang dikandung tidak menggunakan produk kimia, pestisida, atau pupuk buatan sama sekali.

Hindari pelembap yang mengandung pewarna, pewangi tambahan, atau bahan antibakteri. Sebab, bahan-bahan tersebut bisa menimbulkan iritasi dan menghilangkan minyak alami pada kulit.

3. Pakai pelembab Anda dengan benar

Setelah memilih pelembab wajah yang sesuai, pastikan Anda mengaplikasikan produk tersebut dengan benar untuk memperoleh hasil yang optimal.

Selalu pakai pelembab Anda setelah wajah Anda dalam keadaan bersih. Segera setelah mencuci wajah adalah waktu yang paling baik, karena wajah yang lembab akan membantu memerangkap cairan yang terkandung dalam pelembab Anda.

Ketika Anda memakai produk Anda, jangan lupakan daerah kelopak mata dan leher, kecuali petunjuk pemakaian mengatakan sebaliknya. Tunggu selama beberapa menit jika Anda ingin memakai makeup di wajah Anda.

Jika pelembab Anda tidak memiliki fungsi ganda sebagai pelindung dari sinar UV, Anda dapat memakai tabir surya setelah mengaplikasikan pelembab.

Setelah menggunakan pelembab Anda secara teratur selama beberapa hari atau minggu, cobalah untuk mengevaluasinya. Apakah Anda merasa wajah Anda lebih segar, terhidrasi, dan nyaman? Jika, ya, selamat! Berarti Anda telah menemukan pelembab yang cocok untuk kulit Anda.

Jika belum, jangan kecewa, Anda selalu dapat memilih produk lain, tentu saja dengan mencermati bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Choose the Best Moisturizer for Your Dry Skin. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 2 July 2021, from https://health.clevelandclinic.org/how-to-choose-the-best-moisturizer-for-your-dry-skin/

Choosing The Right Moisturizer for Your Skin. (n.d.). Associated Dermatologists: Cosmetic, Medical, & Surgical Dermatologists. Retrieved 2 July 2021, from https://www.michderm.com/blog/choosing-the-right-moisturizer-for-your-skin-what-to-look-for-and-what-to-avoid

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Priscila Stevanni Diperbarui 15/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro