3 Langkah Memilih Pelembab yang Sehat Bagi Kulit

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Perawatan kulit wajah sehari-hari yang tergolong baik mencakup pemakaian pelembab dan tabir surya untuk melawan radikal bebas dan melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV). Mengapa menggunakan pelembab? Pelembab wajah berfungsi sebagai pelindung bagi kulit, menjaga agar kulit wajah Anda tetap sehat dan terhidrasi dengan baik. Pelembab bekerja dengan memerangkap kelembaban pada lapisan luar kulit dan menarik uap air dari lapisan kulit yang lebih dalam ke lapisan kulit luar. The American Academy of Dermatology menyarankan penggunaan pelembab wajah setelah mandi agar kulit Anda yang masih lembab dapat mengikat cairan dengan baik. Tapi, bagaimana cara memilih pelembab yang sehat untuk kulit, dan tidak akan malah menimbulkan masalah?

Tips memilih pelembab yang sehat

1. Kenali jenis kulit Anda

Sebelum menggunakan pelembab, Anda harus mengenal jenis kulit Anda terlebih dulu untuk memastikan bahwa pelembab yang Anda gunakan memang sesuai dengan kebutuhan. Jenis kulit Anda ditentukan oleh berbagai faktor seperti genetik dan makanan. Secara umum, terdapat lima golongan jenis kulit:

  • Kering: Cocok menggunakan pelembab yang berbahan dasar minyak
  • Berminyak: Cocok menggunakan pelembab berbahan dasar air
  • Dewasa (mature): Sebaiknya menggunakan pelembab berbahan dasar minyak
  • Sensitif: Sebaiknya menggunakan pelembab yang mengandung aloevera atau bahan yang sejuk di kulit
  • Normal/kombinasi: Cocok menggunakan pelembab berbahan dasar air

BACA JUGA: 9 Langkah Mencuci Muka Dengan Benar Jika Kulit Anda Berminyak

2. Cermati kandungan dalam pelembab Anda

Sekarang, setelah Anda mengetahui jenis kulit Anda, dan telah berhadapan dengan produk pelembab berbahan dasar sesuai dengan kulit Anda, langkah selanjutnya adalah membaca baik-baik label pada kemasan produk Anda. Pelembab yang baik adalah pelembab yang dapat melindungi kulit dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.

Bahan aktif dan inaktif

Anda bingung saat membaca label yang tertera pada kemasan pelembab? Biasanya, pada pelembab akan dicantumkan kandungan yang terdapat di dalam produk tersebut. Secara umum, kandungan dalam pelembab dapat digolongkan menjadi dua, yaitu bahan aktif dan inaktif. Secara sederhana, bahan aktif adalah bahan yang membuat produk tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Contohnya, pelembab yang berfungsi melindungi kulit dari sinar UV akan mengandung titanium oksida yang berfungsi sebagai bahan tabir surya utama.

Bahan aktif yang paling sering digunakan pada pelembab adalah lanolin, gliserin, dan petrolatum. Dari ketiga produk tersebut, gliserin merupakan bahan yang paling jarang menimbulkan alergi. Bahan inaktif, di sisi lain, merupakan bahan pendukung yang melengkapi produk Anda.

BACA JUGA: Tips Mengenali Krim Pemutih Kulit yang Berbahaya

Non-comedogenic

Produk yang melabel dirinya bersifat non-comedogenic berarti memiliki sifat yang tidak menyumbat pori-pori. Produk ini biasa tidak mengandung minyak, yang berarti sangat ideal untuk Anda jika Anda memiliki jenis kulit yang berminyak dan cenderung berjerawat.

Hypoallergenic

Istilah ini berarti bahwa produk tersebut lebih sedikit menimbulkan reaksi alergi pada konsumen. Produk ini cocok bagi Anda yang memiliki kulit yang sensitif  dan mudah alergi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hal ini tidak menjamin produk tersebut tidak dapat menimbulkan alergi. Jadi, apa yang dapat Anda lakukan? Jika Anda memiliki reaksi alergi sebelumnya terhadap suatu pelembab, Anda harus memperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam pelembab tersebut dan menghindarinya di lain kesempatan.

Natural vs organik

Anda mungkin merasa bingung, beberapa produk pelembab mengklaim dirinya menggunakan produk natural, sementara sebagian lagi mengklaim menggunakan produk organik, apa bedanya? Suatu produk dikatakan produk natural apabila menggunakan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan (dengan atau tanpa produk kimia). Sementara itu, suatu produk dikatakan organik jika bahan-bahan yang dikandung tidak menggunakan produk kimia, pestisida, atau pupuk buatan sama sekali.

BACA JUGA: 7 Fakta Tentang Skin Care Organik yang Perlu Anda Tahu

3. Pakai pelembab Anda dengan benar

Setelah menemukan pelembab yang sesuai, pastikan Anda mengaplikasikan produk tersebut dengan benar untuk memperoleh hasil yang optimal. Selalu pakai pelembab Anda setelah wajah Anda dalam keadaan bersih. Segera setelah mencuci wajah adalah waktu yang paling baik, karena wajah yang lembab akan membantu memerangkap cairan yang terkandung dalam pelembab Anda. Ketika Anda memakai produk Anda, jangan lupakan daerah kelopak mata dan leher, kecuali petunjuk pemakaian mengatakan sebaliknya. Tunggu selama beberapa menit jika Anda ingin memakai makeup di wajah Anda. Jika pelembab Anda tidak memiliki fungsi ganda sebagai pelindung dari sinar UV, Anda dapat memakai tabir surya setelah mengaplikasikan pelembab.

Setelah menggunakan pelembab Anda secara teratur selama beberapa hari atau minggu, cobalah untuk mengevaluasinya. Apakah Anda merasa wajah Anda lebih segar, terhidrasi, dan nyaman? Jika, ya, selamat! Berarti Anda telah menemukan pelembab yang cocok untuk kulit Anda. Jika belum, jangan kecewa, Anda selalu dapat memilih produk lain, tentu saja dengan mencermati bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit