Daftar Komposisi Dalam Produk Kecantikan yang Perlu Dihindari Pemilik Kulit Sensitif

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apabila Anda jadi mengalami gatal-gatal atau ruam kemerahan setelah pakai produk kosmetik kulit tertentu, tandanya kulit Anda sensitif. Beberapa pemilik kulit sensitif bahkan sampai mengeluhkan kulitnya jadi terasa perih karena kering bersisik dan mengelupas. Masalah kulit ini kemungkinan besar diakibatkan dari bahan-bahan yang terkandung dalam produk tersebut.

Itu kenapa Anda harus selalu mencermati label komposisi dari setiap produk kosmetika dan skincare sebelum membelinya.

Pemilik kulit sensitif wajib hindari bahan-bahan kosmetik ini

1. Methylisothiazone

Methylisothiazolinone (MI) adalah bahan pengawet yang umum ditemukan dalam produk perawatan kulit, termasuk tisu basah, shampoo, kondisioner, sabun mandi, pelembap, tabir surya (sunscreen), deodoran, dan sejumlah produk kosmetik.

MI adalah penyebab paling umum dari alergi dermatitis kontak. Menurut St John’s Institute of Dermatology di London, sebanyak 10% orang yang punya kulit sensitif juga memiliki alergi terhadap methylisothiazone.

Methylisothiazolinone punya banyak nama alias. Hindari produk-produk yang mencantumkan nama-nama ini dalam label komposisinya:

  • 2-Methyl-3(2H)-isothiazolone
  • 3(2H)-Isothiazolone
  • 2-methyl-
  • Caswell No. 572A
  • 2-Methyl-4-isothiazoline-3-one
  • Neolone; Neolone 950; NeoloneCapG; Neolone M 10; Neolone M 50; Neolone PE
  • Optiphen MIT
  • OriStar MIT
  • ProClin 150; ProClin 950
  • SPX
  • Zonen MT

2. Minyak esensial

Tidak semua produk kecantikan yang berlabel organik atau alami karena mengandung minyak esensial itu aman buat si kulit sensitif.

Anda justru sebaiknya menghindari produk-produk tersebut karena bahan alami sulit diuji keamanannya secara medis. Kadar pH asam dari beberapa ekstrak tanaman seperti jeruk dan mint (termasuk peppermint) cenderung menyebabkan iritasi kemerasan pada kulit yang sensitif

3 Sodium lauryl sulphate (SLS) dan sodium laureth sulphate (SLES)

SLS dan SLES adalah bahan kimia pembuat busa dalam sabun, sampo, kondisioner, dan deterjen.

Sulfat terbuat dari garam mineral yang mengandung sulfur. Ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering kronis dan gatal-gatal di sekujur tubuh. Pemilik kulit sensitif sebaiknya gunakan kosmetik, sampo, dan kondisoner yang bebas sulfat.

4. Oxychloride bismuth

Oxychloride bismuth sering digunakan dalam produk makeup berbasis mineral untuk memberikan penampilan akhir yang matte atau shimmery.

Bagi orang yang punya kulit sensitif, komponen kosmetik ini dapat menyebabkan ruam kemerahan, gatal, dan terasa panas.

5. Parfum atau wewangian

Hindari produk kosmetik atau skincare yang mengandung pewangi atau parfum jenis apa pun. Bahan-bahan kimiawi maupun alami yang dijadikan sebagai pewangi dapat menyebabkan kulit iritasi pada orang yang sensitif.

6. Petrochemicals dan emollien sintetis

Pengental kimiawi seperti parafin cair dan minyak mineral dalam produk losion, shampo, sabun, pelembap, dan krim kulit tertentu dapat menyebabkan produksi minyak kulit berlebih. Alhasil, kulit sensitif makin mudah teriritasi dan membuat kulit jadi kusam karena pori-pori tersumbat.

Jika kulit Anda sensitif, pakai produk yang mengandung minyak nabati, seperti minyak jojoba dan minyak almond.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fungsi Produk Skincare dan Urutan Pemakaiannya Secara Umum

Kira-kira, berapa lama produk skincare akan menunjukkan hasil dan perubahan pada kulit wajah Anda? Untuk tahu jawabannya, simak artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Berbagai Pertanda Kulit Sensitif dan Cara Jitu Mengatasinya

Ciri-ciri kulit sensitif antara lain ruam merah dan gatal-gatal setelah pakai produk skin care atau wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

7 Obat Memar Paling Efektif Tanpa Harus ke Dokter

Mencegah terjadinya memar mungkin tidak selalu dapat dilakukan, tapi Anda dapat mempercepat penyembuhan luka memar di rumah dengan berbagai obat memar ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

Skin fasting adalah metode alami untuk menjaga kesehatan kulit dengan tidak memakai skincare selama jangka waktu tertentu. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 28 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

urutan produk perawatan kulit skincare malam

Begini Urutan Pemakaian Skincare Wajah untuk Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
produk pelembap kulit dan wajah

Ragam Manfaat Produk Pelembap (Moisturizer) untuk Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
skincare remaja

Skincare untuk Kulit Sensitif Sehingga Tidak Mudah Iritasi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat alpha arbutin

Mengenal Alpha Arbutin, Bahan Andalan untuk Produk Perawatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit