home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Pipi Merona Merah Saat Kita Tersipu Malu?

Kenapa Pipi Merona Merah Saat Kita Tersipu Malu?

Tubuh akan memberikan reaksi berbeda-beda saat Anda mengalami gejolak emosi tertentu. Misalnya saja, ketika Anda sedang merasa gugup atau malu, pipi Anda akan bersemu merah atau bahkan merah padam. Sebenarnya, mengapa pipi merah saat Anda merasa malu? Ini jawabannya.

Pipi merah adalah respon dari sistem saraf simpatik

Wajah yang memerah dan perasaan malu adalah dua hal yang saling berkaitan. Keduanya merupakan respon alami dari seseorang yang diatur oleh sistem saraf simpatik. Sistem ini bekerja secara spontan dan tidak bisa diatur. Artinya, tidak ada hal yang harus Anda pikirkan untuk melakukan proses tersebut. Berbeda ketika ingin menggerakkan lengan, misalnya, Anda harus berpikir terlebih dahulu untuk melakukannya.

Ketika Anda merasa malu, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin. Hormon ini bertindak sebagai perangsang alami yang memiliki berbagai efek pada tubuh. Peningkatan hormon adrenalin dalam tubuh menyebabkan detak jantung dan pernapasan Anda juga akan meningkat.

Selain itu, hormon adrenalin juga menyebabkan pembuluh darah Anda melebar yang meningkatkan sirkulasi darah. Berhubung wajah Anda dipenuhi oleh pembuluh darah kecil, maka peningkatan aliran darah di area tersebut jadi lebih mudah terlihat. Nah, kondisi inilah yang membuat wajah atau pipi Anda merona merah, yang dianggap sebagai reaksi alami dari perasaan malu.

Dengan kata lain, hormon adrenalin menyebabkan lebih banyak aliran darah ke pipi sehingga menimbulkan semburat merah di wajah Anda ketika Anda sedang tersipu-sipu malu. Menariknya, ini adalah respon yang tidak biasa dari pembuluh darah vena Anda. Pasalnya, pada daerah lain di tubuh, vena tidak banyak melakukan efek tersebut ketika adrenalin dilepaskan. Ya, hormon adrenalin hanya memiliki pengaruh kecil atau bahkan hormon ini tidak memeliki pengaruh sama sekali terhadap pembuluh darah vena.

Jadi, hanya perasaan malu sajalah yang dapat dipicu oleh hormon adrenalin sehingga menyebabkan kemerahan di wajah. Itulah sebabnya, memerahnya wajah ketika sedang merasa malu adalah fenomena yang unik.

Secara umum, wajah memerah ketika malu adalah kondisi alami yang terjadi secara spontan dan tidak bisa Anda kendalikan. Meski begitu, kondisi ini umumnya hanya berlangsung sementara serta akan berlalu dengan sendirinya setelah Anda sudah merasa lebih rileks dan dapat mengendalikan diri Anda sendiri.

Operasi untuk membatasi respon pipi merah

Meski pipi merah merona saat sedang gugup atau malu adalah respon alami, namun tidak semua orang menyukai kondisi ini. Beberapa orang mengatakan bahwa pipi atau wajahnya yang memerah cenderung terlihat agak berlebihan. Terutama bagi orang yang memiliki kulit putih atau terang. Nah, jika Anda salah satu yang mengalami kondisi ini, Anda jangan khawatir.

Pasalnya, Anda dapat mengatasi kemerahan yang berlebihan pada pipi dengan melakukan operasi endothoracic sympathectomy. Ya, operasi ini umumnya dilakukan oleh mereka yang memiliki erythrophobia, istilah untuk seseorang yang takut pipi atau wajahnya merona saat sedang gugup atau malu.

Operasi endothoracic sympathectomy dilakukan dengan cara memotong saraf kecil yang menyebabkan respon kemerahan di wajah. Setelah operasi selesai dilakukan, respon alami pipi Anda untuk memerah ketika malu akan berkurang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 02/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x