home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Hasil Suntik Filler Saya Gagal?

Kenapa Hasil Suntik Filler Saya Gagal?

Suntik filler merupakan salah satu prosedur perawatan kecantikan untuk menghilangkan kerutan dan garis halus di wajah, juga menghilangkan kantung mata hitam. Filler juga bisa digunakan untuk mempertebal dan memperindah bentuk bibir agar tampak semakin menawan. Prosedur ini cukup sederhana dan terbilang minim efek samping. Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa bikin suntik filler gagal, lho! Apa saja itu?

Hal yang bisa bikin suntik filler gagal

1. Terlalu banyak menyuntikkan filler

Suntik filler dilakukan dengan cara menyuntikkan gel khusus, umumnya cairan asam hyaluronat (AH), ke dalam kulit bagian tubuh yang bermasalah. Banyak yang beranggapan, semakin banyak cairan filler yang disuntikkan ke dalam wajah akan semakin bagus pula hasilnya. Padahal nyatanya tidak demikian.

Hasil dari satu kali suntik memang pada awalnya tidak terlalu kentara. Itu sebabnya penyuntikkan filler bisa dilakukan berulang kali secara bertahap untuk membantu Anda mendapatkan hasil yang maksimal.

Namun, bukan berarti Anda harus bersikeras mendapatkan suntikan dosis tinggi agar tidak perlu menghabiskan banyak uang dan waktu untuk bolak-balik suntik. Cairan AH yang disuntikkan dalam dosis tinggi dalam satu waktu berisiko tinggi membuat hasil suntik filler gagal.

Bila Anda menggunakan cairan hyaluronat, Anda bisa menggunakan “penawar” untuk memecah kelebihan filler yang sudah disuntikkan ke dalam tubuh. Namun sayangnya, penawar ini akan memengaruhi semua filler yang sudah disuntik. Maka, Anda harus mengulang lagi dari awal dan uang yang sudah Anda keluarkan pun terbuang percuma.

Sementara untuk filler jenis lainnya seperti Sculptra dan Radiesse, tidak ada penawar yang bisa “menghapus” kesalahan bila Anda mendapatkan dosis yang berlebihan. Namun jangan khawatir, karena pada akhirnya area yang disuntik akan kembali seperti sedia kala. Hanya saja, ini akan memakan waktu yang lama sehingga Anda perlu bersabar.

Idealnya, Anda harus beri jeda 1-2 bulan dulu setelah suntik pertama kali sebelum mengulanginya.

2. Suntik di tempat ilegal

Karena tren suntik filler belakangan ini makin naik daun berkat pengaruh selebritis kenamaan Hollywood, Kylie Jenner, sekarang makin banyak tempat kecantikan yang menawarkan jasa filler bibir atau wajah.

Jika Anda tertarik mencobanya, pastikan tempat filler Anda bersertifikat asli dan didukung oleh tenaga kerja yang ahli di bidangnya untuk menghindari risiko suntik filler gagal atau bahkan malpraktek.

Baiknya kunjungi rumah sakit untuk mendapatkan referensi dokter bedah kosmetik yang bisa menangani masalah di wajah Anda.

Anda juga harus waspada bila dokter atau terapis kecantikan menyarankan Anda untuk mengikuti metode lain yang berhubungan dengan wajah Anda. ini bisa menjadi salah satu cara yang dilakukan agar Anda jadi ketergantungan suntik filler atau perawatan wajah lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 30/06/2018
x