Anda menemukan kotoran menceret di litter box anabul dan kucing terlihat lemas? Mungkin ia terkena diare. Selain perubahan pola makan, berikut obat kucing mencret dari resep dokter dan yang bisa diberikan di rumah agar kucing sehat kembali.
Anda menemukan kotoran menceret di litter box anabul dan kucing terlihat lemas? Mungkin ia terkena diare. Selain perubahan pola makan, berikut obat kucing mencret dari resep dokter dan yang bisa diberikan di rumah agar kucing sehat kembali.

Diare pada kucing adalah kondisi di mana kucing mengalami buang air besar yang lebih sering dari biasanya dan kotorannya berbentuk cair atau setengah cair.
Penyebab kucing menceret bisa karena berbagai faktor, mulai dari perubahan makanan hingga infeksi serius.
Apabila dibiarkan dan berkepanjangan, kucing bisa mengalami dehidrasi, lesu, hingga kehilangan berat badan.
Penanganan yang paling tepat adalah dengan memberi obat diare yang bisa dibeli di apotek maupun dari resep dokter hewan. Berikut daftar obat kucing mencret yang bisa Anda berikan.
Kaolin pektin adalah salah satu obat untuk meredakan diare pada kucing yang disebabkan akibat keracunan atau perubahan pola makan.
Obat ini biasanya berbentuk cair, sehingga dapat dicampur dengan makanan kucing apabila kucing susah diberi obat secara langsung.
Bahan aktif dalam obat ini bekerja secara lokal di saluran pencernaan dan tidak diserap ke dalam tubuh dan akan dikeluarkan secara penuh bersamaan dengan feses.
Loperamide bekerja dengan memperlambat aliran makanan di saluran pencernaan, sehingga memungkinkan penyerapan air dan zat gizi terserap di usus.
Hal ini dapat mengurangi cairan dalam feses sehingga frekuensi BAB kucing berkurang.
Loperamide tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, atau cair. Anda juga dapat memasukkan obat ke dalam makanan kucing agar lebih mudah diberikan.
Obat ini hanya tersedia melalui resep dokter hewan. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter untuk dosis dan cara penggunaannya terlebih dulu.
Salah satu tanda bahwa kucing membutuhkan asupan probiotik yaitu mencret atau diare.
Dikutip dari Cats, probiotik merupakan bakteri baik yang membantu mengembalikan keseimbangan alami bakteri dalam usus kucing.
Sama seperti manusia, kucing memiliki jutaan bakteri di ususnya yang membantu mendukung pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Namun, perlu diingat, pilihlah suplemen probiotik khusus, bukan yoghurt karena banyak kucing yang tidak toleran terhadap laktosa.
Antibiotik juga merupakan obat mencret kucing yang bagus apabila diare disebabkan karena infeksi bakteri pada saluran pencernaan.
Beberapa jenis antibiotik yang mengklaim mengandung bahan yang aman untuk kucing seperti metronidazol, amoxicillin, dan tylosin.
Namun, penggunaan antibiotik harus selalu dilakukan di bawah pengawasan dan rekomendasi dokter hewan.
Perlu diingat juga bahwa antibiotik harus diberikan sesuai dengan dosis dan jadwal yang ditentukan oleh dokter hewan.
Hal ini untuk menghindari resistensi antibiotik dan memastikan efektivitas pengobatan. Selain itu, obat ini memiliki risiko efek samping, seperti mual, muntah, alergi, dan reaksi lainnya.
Sulfasalazine juga bisa menjadi pilihan obat kucing mencret jika disebabkan oleh radang usus, termasuk kolitis dan enteritis pada kucing.
Obat ini bekerja dengan mengurangi peradangan pada usus serta bersifat antibakteri yang mungkin berkontribusi pada peradangan. Obat ini biasanya berbentuk tablet dan diberikan lewat mulut.
Jika kucing sulit menelan tablet, ada beberapa teknik yang dapat digunakan, seperti membungkus tablet dalam makanan favorit kucing atau menggunakan alat pemberi pil.
Kaopectate adalah obat untuk mengatasi diare dan gangguan pencernaan yang bisa digunakan untuk kucing.
Bahan aktif dari Kaopectate adalah bismuth subsalisilat yang bekerja dengan cara melindungi lapisan lambung, mengurangi bakteri, dan meredakan peradangan pada saluran pencernaan.
Obat ini bisa berbentuk tablet maupun cair yang diberikan lewat mulut. Seperti obat diare lainnya, obat ini memiliki risiko efek samping berupa mual atau konstipasi.
Salah satu cara untuk membantu meredakan dehidrasi pada kucing yang sedang diare yaitu dengan memberikan Pedialyte.
Obat ini awalnya dirancang untuk bayi dan anak-anak, tetapi diklaim bisa juga diberikan pada kucing. Pedialyte merupakan larutan elektrolit pengganti air dan cairan tubuh yang hilang.
Obat diare kucing di apotek ini bisa diperoleh tanpa resep dokter. Akan tetapi, sebaiknya pilih Pedialyte yang tidak mengandung pemanis buatan atau perasa.
Hal ini karena tambahan rasa bisa berbahaya untuk kucing. Obat ini berbentuk cair sehingga mudah dicampur dengan makanan atau minuman kucing.
Hindari memberikan obat manusia kepada kucing sembarangan karena bisa memperparah kondisi kucing.
Meski beberapa obat bisa diberikan sendiri di rumah sebaiknya Anda tetap membawa kucing ke dokter apabila diare terjadi 3 hari berturut-turut.
Dengan begitu, dokter hewan dapat mengidentifikasi penyebab dan menentukan rencana perawatan dengan baik.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Cat Diarrhea Treatment: What to Give Cats With Diarrhea. (2024). Retrieved 19 June 2024, from https://www.petmd.com/cat/general-health/cat-diarrhea-treatment
Kaolin/Pectin: VCA Animal Hospitals. (n.d.). Retrieved 19 June 2024, from https://vcahospitals.com/know-your-pet/kaolin-pectin
Loperamide: VCA Animal Hospitals. (n.d.). Retrieved 19 June 2024, from https://vcahospitals.com/know-your-pet/loperamide
Probiotics for cats. (n.d.). Retrieved 19 June 2024, from https://www.cats.org.uk/cats-blog/probiotics-for-cats
Pet with diarrhea? Maybe hold off on the antibiotics. (2022). Retrieved 19 June 2024, from https://www.avma.org/news/pet-diarrhea-maybe-hold-antibiotics
Sulfasalazine for Dogs and Cats. (2023). Retrieved 19 June 2024, from https://www.petmd.com/pet-medication/sulfasalazine-dogs-and-cats
Kaopectate® for Dogs and Cats. (2023). Retrieved 19 June 2024, from https://www.petmd.com/pet-medication/kaopectate-for-dogs-cats
Tiuria, R., Hardiyanti, N., & Akbari, R. A. (2023). Diagnostic case study and treatment of Giardiasis in cat at Rvet Clinic Bogor. Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research).
Versi Terbaru
28/02/2025
Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati
Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen
Diperbarui oleh: Riska Herliafifah